Adakah Batas Minimal Penghasilan buat Kewajiban Berkurban?

Adakah Batas Minimal Penghasilan buat Kewajiban Berkurban?

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Ustadz, ada nan ingin aku tanyakan, bagi nan sudah berpenghasilan adakah ketentuan minimal buat berkurban dan berapa ekor nan harus dikurbankan. Itu saja pertanyaan saya. Lebih dan kurangnya aku mohon maaf.

Atas jawabannya, aku ucapkan jazakAllah khairan katsiro

Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Waalaikumussalam Wr.  Wb.

Kurban ialah ibadah buat mendekatkan diri orang nan berkurban kepada Allah swt dengan menyembelih bintarang ternak, seperti : kambing, domba, sapi atau onta. Ibadah ini dibebankan kepada mereka nan mukallaf dan memiliki kesanggupan finansial buat berkurban.

Hukum menyembelih hewan kurban ini ialah sunnah muakkadah menurut para ulama diantaranya Syafi’i dan Malik dan meninggalkan kewajiban ini bagi orang nan sudah memiliki kesanggupan ialah makruh. berdasarkan dalil-dalil berikut :

1. Firman Allah swt,”Maka dirikanlah shalat sebab Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS Al Kautsar : 2)
2. Sabda Rasulullah saw,”Jika kalian telah melihat bulan dzulhijjah, hendaklah salah seorang diantara kalian berkurban..”(HR. Muslim)

Adapun nan dimaksud dengan memiliki kesanggupan buat berkurban maka terjadi disparitas pendapat dikalangan para ulama :

1. Para ulama Madzhab Hanafi berpendapat bahwa kesanggupan ialah kemudahan yaitu memiliki 200 dirham yaitu batas minimal nishab zakat atau barang-barang nan seharga dengan itu diluar rumah dan baju atau diluar kebutuhan dari orang-orang nan wajib diberikan nafkahnya.

2. Para ulama Madzhab Maliki berpendapat bahwa kesanggupan tidaklah ditunjukkan dengan memiliki dana seharga eksklusif dikarenakan daruratnya perkara ini secara generik walaupun dia harus berhutang buat itu.

3. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa orang nan memiliki kesanggupan ialah orang nan memiliki dana melebihi kebutuhannya dan kebutuhan orang-orang nan harus diberikan nafkahnya pada hari raya idul adha dan hari-hari tasyriq sebab ini ialah waktu penyembelihannya. Seperti halnya zakat fitri maka mereka mensyaratkan adanya kelebihan diatas kebutuhannya pada hari fitri.

4. Para ulama Madzhab Hambali mengatakan bahwa orang nan memiliki kemampuan ialah orang nan memiliki kemampuan mendapatkan dana buat berkurban walaupun ia harus berhutang jika ia merasa mampu buat membayarnya.(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2708)

Jadi sesorang nan memiliki kesanggupan finansial buat mengadakan hewan kurban pada hari-hari kurban maka dianjurkan baginya buat berkurban. Dan jika seseorang merasa betul-betul sudah ingin berkurban sementara belum memiliki dana membeli hewan kurban pada hari-hari kurban maka dibolehkan baginya buat berhutang dengan nan lain selama dia merasa sanggup buat membayarnya.

Sedangkan berapa hewan kurban nan harus disembelih seseorang pada hari-hari kurban maka para ulama telah bersepakat bahwa satu ekor domba atau kambing ialah buat satu orang sedangkan satu ekor onta atau sapi buat tujuh orang sebagaimana hadits Jabir ra,”Kami pernah berkurban bersama Rasulullah saw di Hudhaibiyah : satu ekor onta dan sapi buat tujuh orang.” (HR. Jama’ah)

Wallahu A’lam

-Ustadz Sigit Pranowo, Lc-

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy