Anak Menjadi Jenuh Belajar

Anak Menjadi Jenuh Belajar

Assalamu ‘alaikum mam Fifi, kalo saja semua guru memiliki pandangan seperti mam Fifi, betapa tenangnya kami sebagai wali murid menitipkan anak kami ke sekolah. Tapi apalah daya JISc belum sampai di loka kami. Mam, memasukkan anak ke sekolah dengan dasar agama nan kuat tentunya mejadi perhatian semua orang tua apalagi di jaman sekarang nan pergaulannya mengkawatirkan. Meskipun aku pns, aku masukkan anak aku di MI fullday (kalo ukuran di kota kecil aku biayanya termasuk mahal dibanding dengan SD biasa) dengan asa anak aku mendapat dasar agama nan kuat. Waktu kelas 1 agak keteteran sebab kecapekan. Di kelas 2 sudah dapat beradaptasi bahkan masuk 10 besar. Di kelas 3 sekarang anaknya jadi pendiam, tertutup, pelajarannya sering ketinggalan (kalo nulis lambatttt sekali, mam). Saya sudah berusaha berkomunikasi dengan wali kelasnya tapi belum menampakkan hasil. Sementara dari suami maunya langsung dipindah ke SD biasa. Saya bingung harus bagaimana, disisi lain ingin agar anak memiliki dasar agama nan kuat disisi lain anak sering tak enjoy tapi bilang tak mau pindah sekolah. Semoga Mam Fifi ada masukan untuk saya. Terima kasih sebelumnya.

Wassalam.

Wiwin

Jawab :

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ibu Wiwin, say abaca alamat email ibu namanya lucu, kesannya kesepian dan sendiri gitu… Bu Win nan dirahmati Allah, soal anak ibu nan kelelahan, itu wajar bu, SDIT biasanya pelajaran lebih banyak dan juga jam bermain sedikit dan gurunya lebih serius, tidak apa bu, dia agak lambat, mungkin dia jenuh, dan mungkin guru nan mengajar di kelas monoton, disamping di kelas 3 pelajaran anak sudah mulai agak berat.

Apalagi di jisc bu, ditambah bahasa Inggris, jadi anak pulang lebih sore lagi, namun disekolah aku tekankan guru-guru buat fun dalam mengajar dan banyak metode jadi anak gak cepat bosan,misal bawa anak keluar kelas, main dilapangan, putar film, dan lain-lain.

Selain itu, dapat jadi sebab kawannya membuly mungkin atau ada nan lain, bicarakan saja dengan walikelas, biasanya dia nan paling tahu, kalau anak ibu ada masalah sebaiknya ibu tidur disamping dia dan usap-usap punggungnya, mula-mula ibu bercerita mengenai teman ibu dan ibu sedih deh, teman ibu ada nan nakal dll, lalu besok ibu tanya teman dia ada nan nakal gak, gimana menghadapinya yaa, nah dari situ akan timbul keterbukaan dan usahakan sebelum tidur, ngobrol bu sampai dia terlelap dan memeluk kita,maka bila anak merasaaman, anak akan selalu mencari kita, dan kita akan lebih mudah mencari solusinya bila kita dekat dan anak mau cerita permasalahannya.

Ibu kemudian bujuk dia dan tanyakan kenapa adik sekarang lambat dan tak cerdas seperti dulu, setelah tahu jawabnya, maka ibu harus beri perhatian lebih, kalau dapat begitu sampai rumah, handphone disimpan, dan usahakan bersama anak membantu menulis, kalau menulis anak lelaki memang malas, ini sampai dewasa, maka itu asal anak ibu paham matematika dasar dan pelajaran dasar tak ranking tidak apa, nan krusial emosinya terbangun dengan paripurna berkat kedekatan dan perhatian ibu padanya. Semoga membantu ya bu, wassalammu’alaikum.

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy