Anak Pemarah

Anak Pemarah

Assalamualaikum, Mama fifi & team aku wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, aku membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami sebab suami jauh. Karena aku sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak aku terlau emosional dan kalau berberbica mungkin bagi anak menyakitkan tanpa disadari oleh saya. Maaf kalau aku marah sama suami aku suka lampiaskan ke anak. memang suami aku tak mengerti cara mendidik dalam keyakinannya nan krusial memberi nafkah cukup tak cukup dia tak mau tau sehingga semuanya aku nan berperan. Dari mencari nafkah tambahan, memandikan, memasak, mengantar anak sekolah menjemput belajar dsb, maklum tak punya pembantu sebab keterbatasan biaya. Sekarang aku benar-benar menyesal sebab sikap aku anak aku menjadi keras kepala dan tak mau diatur, cepat marah dan suka pergi dari rumah. Kalau disuruh sholat, mengaji malas2an tp dia lebih bahagia ke mall aku sedih sekali padahal aku selalu memberi contoh (maklum suami tak sholat dan tak dapat mengaji) bagaimana ya mama fifi aku tress sering menangs sebab sikap anak aku (yang pertama) bagaimana aku harus berubah sikap biar tak menjadi luka anak aku sampai besar sebab kekasaran saya. Trima kasih wasslamualaikum wr wb.

Yuyun Ariyani

Jawab :

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bu Yuyun mudah-mudahan begitu surat ini sampai belum terlambat, bu …belum terlambat, raih kembali anak ibu, duuuh ibu, sayapun suka begitu juga dan menyesal, dan ketika marah emosi mengalahkan keinginan, bu aku punya cara buat itu.

1) tilawah tiap pagi sebelum anak bangun 20 halaman atau satu juz sehari, kalau belum sanggup 5 halaman dulu dan tingkatkan, lalu baca artinya, dan berdoa sungguh-sungguh, lalu ibu usahakan berikutnya sholat malam, dan memohon pada Allah agar anak anak dijaga, dan kita sebagai ibu mengurangi amarah. Anak aku juga suka bilang, Umi kalau ngomong lebih nyakitin dari abi, ketika itu aku tanggapi dengan senyum-senyum, biar aja, salah sendiri kenapa nakal, walau hati ini menyesal sekali dan selalu berusaha menahan diri dan tak bicara apapun ketika emosi lagi naik.

Saran aku dekati dan ajak bicara bu, mulanya menolak namun kalau menolak paksa dia buat mau bicara dengan ibu, dan ibu peluk dia, katakan ibu sayang dia dan ibu lelah, ajak anak memahami kondisi kita dan kita menawarkan kepada anak bahwa ibu akan juga membantu kalian, mumpung belum SMP bu, raih cepat cepat hatinya, kalau udah remaja akan semakin sulit, semoga sukses ya bu, banyak ngobrol becanda, tertawa, bicarakan nan lucu-lucu, dan ngobrol deh, komunikasi sering dan usahakan suasana rumah gembira, suami begitu biarin dulu deh, doakan saja, dan jangan segera marah, marah juga tidak ada gunanya, suami susah bu bila kita marah, dia malah marah juga, jadi kalau suami marah kita diam saja deh, dan berdoa saja, lalu jangan lampiaskan ke anak, nanti dia tambah sakit hati, ibu juga gak mau kan bila suami marah sebab pelampiasan dari bosnya nan suka marah marah juga,oke bu semaga berhasil dan sabar, wassalammu’alaikum.

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy