Apakah Isteri Kedua Bisa Warisan?

Apakah Isteri Kedua Bisa Warisan?

Ayah kami meninggal dengan meninggalkan:1. 1 isteri ke dua tanpa anak2. 5 anak laki laki3. 2 anak perempuan,

namun ayah kami berpesan(tanpa ada hitam di atas putih) agar harta sebagian tak dijual.

Pertanyaannya: 1. Apakah ibu tiri kami bisa warisan2. Apakah pesan orang tua harus dilaksanakan dan tak melanggar hukum agama3. Tolong pak ustadz, dihitungkan pembagian berdasarkan hukum agama.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kalau kami tak salah dalam menangkap keterangan anda, nan meninggal ialah ayah, di mana beliau punya seorang isteri kedua, mungkin isteri pertama sudah mati terlebih dahulu namun darinya beliau punya 5 anak laki dan 2 anak perempuan.

Kalau sahih apa nan kami pahami, maka jawabannya ialah sebagai berikut:

a. Ibu Tiri

Posisi beliau terhadap ayah Anda ialah isteri. Punya anak atau tak punya anak, tak ada disparitas hukum, sebab nan dijadikan penentu justru keberadaan anak dari almarhum, meski lewat isteri lainnya.

Sebagai isteri di mana almarhum punya anak, ibu tiri Anda punya hak atas warisan sebesar 1/8 bagian dari total harta ayah anda. Bila nan menjadi isteri saat wafatnya ayah Anda hanya beliau seorang, maka 1/8 itu sepenuhnya menjadi haknya. Tapi bila ada isteri lainnya, misalnya ibu Anda masih ada dan tak dicerai, maka 1/8 itu dibagi dua.

Dan demikian seterusnya, bila jumlah isteri ada 3 atau 4 orang, maka 1/8 itu dibagi rata sesama mereka. Tidak ada hal nan membuat seorang isteri mendapat bagian lebih besar dari nan lainnya. Tidak sebab dinikahi lebih dahulu, juga bukan sebab punya anak lebih banyak. Yang krusial posisinya masih sebagai isteri absah saat wafatnya almarhum.

b. Anak-anak almarhum

Anda dan saudara-saudara anda, baik nan laki maupun nan perempuan, tentu saja mendapat warisan dari peninggalan ayah tercinta.

Dalam hal ini, sebab almarhum punya anak laki-laki, maka semua anak mendapat warisan dengan cara ashabah. Maksudnya, mendapat residu harta setelah terlebih dahulu diambil sepersekiannya oleh ashabul-furudh. Ashabul furudh-nya dalam hal ini ialah ibu tiri anda, nan telah mengambil 1/8 dari total harta.

Maka buat Anda dan saudara-saudari, tersedia sisanya yaitu sebesar 7/8 bagian. Tinggal dibagi secara merata kepada ketujuh anak, namun dengan ketentuan bahwa tiap anak laki mendapat bagian 2 kali lipat lebih besar dari anak perempuan.

Untuk menghitungnya biar mudah, kita anggap saja tiap satu anak laki-laki kita hitung 2 orang, sedangkan tiap satu anak perempuan kita hitung satu orang. Jadi berapa jumlah anak?

Ya, 12 orang.

Maka harta nan 7/8 bagian itu kita bagi 12 sama besar. Tiap anak laki-laki boleh mengambil 2 bagian, sedangkan tiap anak perempuan hanya boleh mengambil 1 bagian saja.

Walhasil, bagian nan didapat anak laki-laki kalau dilihat dari total harta almarhum adalah: 2/12 x 7/8 = 14/96 = 7/48 bagian atau 14,5%. Sedangkan bagian nan didapat anak peremupuan ialah 1/12 x 7/8 = 7/96 atau 7,2%.

Ahli WarisBagian% Isteri 1/8 12,5% Anak laki pertama 2/12 x 7/8 14/96 14,5% Anak laki kedua 2/12 x 7/8 14/96 14,5% Anak laki ketiga 2/12 x 7/8 14/96 14,5% Anak laki keempat 2/12 x 7/8 14/96 14,5% Anak laki kelima 2/12 x 7/8 14/96 14,5% Anak perempuan pertama 1/12 x 7/8 7/96 7,2% Anak perempuan kedua 1/12 x 7/8 7/96 7,2%

Pesan Muwarrits

Orang tua Anda sebagai muwarrits sebenarnya kehilangan hak atas hartanya begitu wafat. Secara otomatis, kepemiikan harta itu berpindah kepada para pakar warisnya.

Ketika kepemilikannya berpindah, tentunya pemilik lama sudah tak punya hak lagi buat mengatur-aturnya. Karena harta itu sudah ada pemilik barunya, yaitu para pakar waris.

Maka secara hukum, sebenarnya tak ada nan perlu dikhawatirkan lagi bagi pakar waris setelah pembagian harta dari almarhum. Sebab harta itu ialah miliknya sepenuhnya. Sebagai pemiik penuh, maka seseorang boleh melakukan apa saja atas haknya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Mawaris

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy