Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah?

Apakah Makna Menzihar Isteri di Surat Al-Mujadalah?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz yth., aku ingin menanyakan soal menzihar isteri nan disebut di surat al-Mujadalah. Apa maksudnya? Di tafsir dikatakan bahwa makna menzihar ialah mengatakan, "Kau seperti punggung ibuku," nan maknanya mengharamkan berjima’ dengan isterinya, lagi menurut Norma orang Arab saat itu. Lalu dalam masyarakat kita, nan bagaimanakah menzihar isteri itu:1. Seorang suami nan mengatakan pada isterinya, "Kamu mirip ibuku."atau2. Seorang suami nan mengatakan pada isterinya, "Aku tak mau tidur denganmu lagi," atau, "Haram tidur denganmu lagi," atau nan serupa dengan itu.

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Istilah zhihar berasal dari kata zhahru nan artinya punggung. Sedangkan makna zhihar secara istilah ialah perkataan seorang suami kepada isterinya dengan lafadz, "Kamu bagiku seperti punggung ibuku." Atau perkataan lain nan sepadan dengannya di mana intinya mengharamkan dirinya dari menggauli isteri sebagaimana mengharamkan ibu sendiri atau saudara nan mahram.

Zhihar ini punya konsekuensi hukum yaitu haramnya seorang laki-laki buat menggauli isterinya, sampai dia mencabut kembali apa nan telah diharamkan. Sebab dia telah menyamakan keharaman menggauli isterinya sebagaimana keharaman dirinya menggauli ibunya sendiri.

Landasan syariahnya ialah firman Allah SWT:

الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَائِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُورًا وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِن نِّسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَاسَّا ذَلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Orang-orang nan menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tak lain hanyalah wanita nan melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan nan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Orang-orang nan menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa nan mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah nan diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa nan kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah: 2-3)

Hukum zhihar ini haram, sebab Allah SWT menyebutkan di dalam ayat 2 surat ini sebagai: mengucapkan perkataan nan mungkar dan dusta. Dan sebelum dia mencabut kembali kata-katanya, maka isterinya haram baginya buat digauli. Dan mencabut kembali kata-kata zhihar itu ada kaffarah nan hukumnya wajib juga buat dikerjakan.

Adapun kaffarah atau denda dari zhihar ini nan menandakan seseorang mencabut kembali kata-katanya ada beberapa bentuk:

  1. Membebaskan budak nan selamat dari ‘aib.
  2. Puasa dua bulan berturut-turut.
  3. Memberi makan 60 orang miskin dengan masing-masing sebanyak dua porsi makan.

Wallahu a’lam bishshawab, wasssalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Nikah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy