Bagaimana Cara Mengganti Sholat nan Tertinggal?

Bagaimana Cara Mengganti Sholat nan Tertinggal?

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Pak Ustadz, aku ingin mengganti sholat nan pernah tertinggal, sebab dulu sholat aku masih sering ketinggalan sebab bangun kesiangan, sedang bepergian atau karena lainnya. Bagaimana caranya, pak Ustadz? Demikian pertanyaan aku ustadz. Sebelumnnya jazakumullah khair.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Assalamu ‘alaiikum warahmatullahi wabatakatuh,

Seharusnya kesiangan bangun atau perjalanan tak boleh dijadikan alasan buat meninggalkan shalat. Shalat itu tak boleh sengaja ditinggalkan dengan niat akan diganti/ diqadha’ di lain waktu, apalagi hanya sebab sibuk atau perjalanan.

Shalat Shubuh Kesiangan

Ketika seseorang bangun tidur kesiangan dan telah habis waktu buat shalat shubuh, kewajibannya ialah mengqadha’ shalat shubuh itu begitu dia bangun dari tidurnya. Waktunya tak boleh ditunda-tunda sampai besok. Saat itu juga begitu bangun dari tidur, segera kerjakan shalat. Tentu saja harus wudhu’ terlebih dahulu. Sebab shalat itu tidah absah sebelum kudus dari hadats kecil maupun besar.

Janganlahkesiangan bangun tidur dijadikan alasan buat tak shalat shubuh. Lalu enak-enakan tak shalat dengan dalih suatu ketika akan diganti atau diqadha’.

Landasannya ialah apa nan pernah dialami Rasulullah SAW dan beberapa shahabat, di mana merekapernah bangun kesiangan. Dan nan mereka melakukan ialah shalat shubuh meski matahari meninggi. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa nan ketiduran (sampai tak menunaikan sholat) atau lupa melaksanakannya, maka ia hendaklah menunaikannya pada saat ia menyadarinya.

Barangsiapa nan mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan shalat tersebut (shalat shubuh). (HR Bukhari No. 579 dan Muslim No. 608).

Shalat Dalam PerjalananDemikian juga di dalam perjalanan, shalat tetap wajib dilaksanakan. Tidak boleh sengaja ditinggalkan dengan niat mau diqadha’. Meninggalkan shalat sebab perjalananjelas merupakan dosa besar.

Syariat Islam memberi keringanan untuk orang nan sedang dalam perjalanan buat menggabung dua shalat dalam satu waktu. Diistilahkan dengan sebutan shalat jama’. Ketentuannya ialah shalat Dhuhur dilakukan bersamaan waktunya dengan shalat Ashar, boleh dikerjakan di waktu Dhuhur atau pun di waktu Ashar. Dan shalat Maghrib boleh dikerjakan bersamaan waktunya dengan shalat Isya’, boleh dikerjakan di waktu Maghrib atau pun di waktu Isya’.

Bahkan shalat nan empat rakaat itu boleh dikurangi menjadi dua rakaat saja. Istilah ialah mengqashar shalat.

Adapun sengaja meninggalkan kewajiban shalat sebab alasan dalam perjalanan, termasuk dari melalaikan shalat, atau meninggalkan shalat. Sebab ibadah shalat itu merupakan ritual nan waktunya telah ditetapkan. Tidak boleh dilakukan seenak waktunya sendiri, semua harus ikut ketentuan resmi dari utusan Allah SWT, yaitu syariat Nabi Muhammad SAW.

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu. Sesungguhnya shalat itu ialah fardhu nan ditentukan waktunya atas orang-orang nan beriman.(QS. An-Nisa: 103)

Mengqadha` Shalat Yang Sudah Terlanjur Ditinggalkan

Para ulama banyak mengatakan bahwa bila seseorang sebab satu dan lain hal telah meninggalkan kewajiban shalat, baik sebab tak tahu atau sebab kelalaiannya, dia wajib buat mengganti shalatnya nan luput itu.

Dr. Yunus Muhyiddin Al-Asthal menuliskan bahwa dalam kasus seperti itu, qadha` shalat dapat dilakukan setiap hari setelah shalat wajib nan lima waktu dikerjakan. Dan silahkan dihitung-hitung sendiri jumlah shalat nan harus digantinya.

Dan hal ini perlu dilakukan sebelum Allah SWT mendadak memanggilnya buat menghadap dan mempertanggung-jawabkan semua amalnya. Padahal dari semua jenis amal nan akan dihisab nanti, masalah shalat akan menjadi tema primer dan sangat menentukan.

Yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba ialah masalah shalat…. (HR. Ahmad)

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaiikum warahmatullahi wabatakatuh, Ahmad Sarwat, Lc

Shalat

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy