Bagaimana Menghitung Zakat Saya (broker)

Bagaimana Menghitung Zakat Saya (broker)

Assalamu Alaikum wr. wb.

Saya kurang tahu niscaya apa sebutan nan pas buat pekerjaan saya, mungkin seorang broker. Saya mengisi kebutuhan barang dari beberapa toko secara rutin, di mana sebagian ada nan aku hutangi dan sebagian lagi ada nan aku kirimi barang setelah mereka membayar harga barang-barang tersebut. Saya sendiri tak menstok barang-barang. Ketika ada orderan, aku membelikannya lagi.  Selain toko, aku juga melayani kebutuhan perseorangan. Saya tak menyewa loka buat usaha ini, namun buat tinggal aku masih mengontrak.

Ustadz Yth, bagaimana cara mengitung zakat saya?

Selain itu aku juga punya usaha rental komputer nan dikelola oleh saudara saya. Bagaimana pula menghitung zakatnya?

Atas jawabanya aku ucapkan terimakasih

Wassalam

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Adi nan baik.

"Orang-orang nan menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tak (pula) mereka bersedih hati " (QS. Al Baqarah (2): 274) Belum ada terdengar kisahnya orang nan bangkrut dan merugi dalam usahanya sebab mengeluarkan zakat. Tetapi banyak fakta nan menunjukkan bahwa banyak orang semakin kaya sebab mengeluarkan zakat. Dengan demikian dari sisi ini berzakat bisa menjaga, memelihara, dan mengembangkan harta dan kehormatan orang nan mengeluarkan zakat.

Bahkan dengan berzakat terhindar dari sifat kikir. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Tiga perkara nan akan merusak jiwa; sifat kikir nan dituruti, hawa nafsu nan diperturutkan, dan kekaguman hiperbola terhadap diri sendiri". (HR. Thabrani).

Tak hiperbola jika seorang muslim nan mampu melepaskan dirinya dari sifat ini dikategorikan Allah sebagai orang nan beruntung. "Dan barang siapa nan dipelihara Allah dari sifat kikir, mereka itulah orang-orang nan beruntung". (QS. Al-Hasyr (59):9). Itulah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) nan ingin diwujudkan Islam melalui zakat.

Demikian halnya, setiap pekerjaan nan mendapatkan hasil upah/gaji/fee jika sudah mencapai nishab emas sebesar 85 gram maka wajib zakat. Termasuk pekerjaan Bapak sebagai broker nan dikategorikan usaha nan mendapatkan uang melalui profesi nan dijalankan. Profesi di loka ini ialah keahlian nan menghasilkan pendapatan, baik keahlian itu diusahakan secara sendiri seperti broker, dokter, arsitek, pelukis, dan lain–lain, maupun keahlian nan diusahakan bersama–sama, seperti pegawai (pemerintah maupun swasta) nan menggunakan sistem gaji.

Jadi, zakat profesi ialah pendapatan berupa gaji/upah/fee nan diperolehnya berdasar profesinya meskipun tak menyewa loka usaha. Baik profesi itu sebagai dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, maupun kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengitung zakat sendiri, pastikan rizki nan kita dapatkan dihitung total selama satu tahun termasuk usaha rental komputer nan bapak miliki. Bila telah dimiliki secara penuh selama setahun dan rizki kita telah mencapai seharga 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya 2.5%.

Sabda Rasulullah s.a.w.: "Kain-kain nan disediakan buat dijual, wajib dikeluarkan zakatnya." (HR.Al Hakim) "Rasulullah memerintahkan kepada kami mengeluarkan zakat barang nan disediakan buat dijual." (HR.Daruquthni dan Abu Daud)

Contoh Perhitungan zakatnya:
A. Pemasukan
Pendapatan higienis Pak Adi Rp. 3.000.000,-/bulan x 12 =                                               Rp. 36.000.000,-
Pendapatan lainnya (bagi hasil/keuntungan rental) Rp. 2.000.000,- ,-/bulan x 12 = Rp. 24.000.000,-
Total                                                                                                                                           Rp. 60.000.000,-

B. Nishab
Nishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp. 25.500.000,-

C. Zakatkah?
Berdasarkan simulasi data pemasukan Pak Adi tersebut berarti wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.
Zakat: 2,5% x Rp. 60.000.000,- = Rp. 1.500.000,-

Tetapi, jika pendapatan Pak Adi kurang dari Rp. 25.500.000,- maka tak wajib zakat. Namun sangat dianjurkan buat bersedekah. Demikian semoga bisa dipahami. Waallahu A’lam. (MZ)

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy