Beda antara Talak dan Cerai

Beda antara Talak dan Cerai

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya ingin bertanya sebagai berikut:

1. Apakah bila suami isteri bertengkar, dan suami mengatakan kata "cerai" sebanyak 3 kali dan perkataan itu diucapkan dalam kedaan emosi atau mungkin tak sadar maka itu sudah dianggap talak 3 jatuh kepada isteri dan detik itu juga haram bagi suami buat menggauli isterinya. Dan bila suami isteri tadi hendak baikan lagi maka si isteri harus menikah dulu dengan laki-laki lain.

2. Mohon sedikit klarifikasi mengenai surat al-Baqaroh ayat 230, tentang talak tiga, dikaitkan dengan pertanyaan di atas.

3. Kenapa wanita harus menunggu masa id’ah atau kudus 3 kali?

Demikian pertanyaan saya, sebelum dan sesudahnya aku ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Beda cerai dengan talak ialah kalau cerai itu bahasa Indonesia, sedangkan talak itu bahasa arab. Namun dari segi pengertian, hukum dan konsekuensi, antara keduanya tak ada bedanya. Talak dan cerai memang satu hal nan sama, kecuali hanya masalah bahasa.

Jatuhnya talak atau cerai cukup dengan sebuah pernyataan nan dikeluarkan oleh suami. Tidak perlu ada nan mendengarkannya, saksi atau pengakuan dari pemerintah, bahkan isteri tak dengar sekalipun, bila suami sudah mengatakan buat mencerai isterinya, maka jatuhlah cerai kepada isterinya. Dan kalau syarat sahnya talak itu bukan dalam keadaan emosi, maka nyaris semua talak itu selalu jatuh dalam keadaan emosi.

Berbeda dengan hasil kompilasi hukum Islam di negeri ini, di mana cerai itu membutuhkan keputusan pengadilan agama. Selama palu pak hakim belum diketukkan dan surat keputusan cerai belum keluar, maka interaksi suami isteri dianggap masih berlangsung oleh hukum protesis manusia ini. Padahal boleh jadi suami sudah mengucapkan lafadz cerai sehari tiga kali, persis orang minum obat.

Sedangkan di mata Allah SWT, begitu seorang suami mengucapkan lafadz cerai, talaq, firaq dan padanannya dalam semua bahasa, maka saat itu juga terjadilah hukum baru, yaitu suami telah menjatuhkan satu talaq pada isterinya.

Namun selepas dari mengucapkan lafadz talak ini, bukan berarti pasangan itu langsung terputus hubungannya. Sebab masih ada rujuk nan juga dapat dilakukan saat itu juga. Jadi baik talak atau rujuk, keduanya dapat dilakukan secara singkat, langsung dan berlaku saat itu juga.

Seperti nan berlaku pada talak, maka di dalam rujuk pun tak dibutuhkan saksi, pengakuan dari orang lain atau bahkan surat dari pengadilan agama. Ketika seorang suami menyesal telah mengucapkan lafadz talak kepada isterinya, saat itu juga dia dapat melakukan rujuk. Bahkan para ulama mengatakan bahwa rujuk itu tak membutuhkan lafadz khusus, cukup suami mendatangi isterinya di ‘dalam kamar’, maka rujuk sudah terjadi.

Namun rujuk nan seperti ini hanya boleh dilakukan di dalam masa ‘iddah. Bila masa ‘iddah itu sudah berlalu, rujuk hanya boleh dilakukan dengan cara menikah ulang dari semula. Tentu dengan ijab qabul, mahar, wali nan absah serta tak lupa dengan 2 orang saksi nan memenuhi syarat.

Tinggal pertanyaanya, berapa lama masa ‘iddah seorang isteri nan dicerai suaminya?

Jawabannya ada di dalam surat Al-Baqarah ayat 228.

Wanita-wanita nan ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru’. (QS. Al-Baqarah:228)

Ada dua versi penafsiran para ulama tentang quru’ nan dimaksud. Pertama, dan ini nan lebih kuat, yaitu masa kudus dari haidh. Kedua, lama masa haidh itu sendiri.

Jadi selama tiga kali quru’ atau tiga kali kudus dari haidh, seorang isteri nan dicerai suaminya masih boleh dirujuk cukup di ‘dalam kamar’, tak perlu menggelar akad nikah ulang. Namun bila telah selesai tiga kali kudus dari haidh, apa boleh buat, kalau suami mau balik lagi, dia harus menyiapkan akad nikah seolah menikah baru lagi.

Maksud Talak Tiga

Setiap pasangan suami isteri punya jumlah talak sebanyaktiga kali. Maksudnya, antara mereka berdua diberikan kesempatan terjadi talak hanya 3 kali saja seumur hidup. Baik dengan jarak atau tanpa jeda. Maksudnya tanpa jarak ialah talak nan langsung rujuk sebelum habis masa ‘iddah. Sedangkan maksud dengan jarak ialah talak nan dibiar hingga habis masa ‘iddah isteri, lalu mereka menikah lagi.

Bila suami menjatuhkan talak, disebut dengan talak satu.Dengan demikian, satu lapisan talak terkelupas, interaksi mereka segera berakhir kalau tak segera rujuk selama masa 3 kali quru’. Selama masa ‘iddah itu, suami masih wajib memberi nafkah termasuk masih diharus bagi isteri buat tinggal di rumah suaminya. Kalau suami tak merujuknya, maka putuslah interaksi suami isteri di antara mereka.

Namun mereka masih boleh menikah lagi, hanya nan perlu dicatat, skor talak mereka hanya punya tersisa dua talak lagi.

Dia harus menjaga baik-baik kedua talak nan masih tersisa itu, agar jangan sampai kehilangan ketiga-tiganya. Sebab kalau sampai kehilangan tiga-tiganya, maka tak ada lagi kesempatan untuk suami isteri itu buat rujuk lagi. Kecuali dengan adanya muhallil, yaitu isteri nan ditalak tiga (kali) itu menikah dengan laki-laki lain, dengan niat buat membina rumah tangga selamanya. Namun bila suatu saat atas kehendak Allah SWT, suami barunya itu menceraikannya tanpa merujuknya lagi hingga selesai masa ‘iddahnya, barulah suami nan pertama berhak buat menikahi dari semula.

Wallahu ‘alam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Nikah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy