Benarkah Tape Sama dengan Khamar?

Benarkah Tape Sama dengan Khamar?

Assalamu’alaikum wr. Wb

Ustadz, aku ingin menanyakan tentang status kehalalan tape (tapai) nan menurut aku simpang siur. Semula aku mengira halal, sebab berupa makanan dan tak memabukkan. (Sedangkan khamr ialah minuman nan memabukkan). Tapi aku pernah mendengar, bahwa apapun namanya, kalo ada usaha pembentukan alkohol (dalam tape kan perlu ragi), hukumnya sama dengan khamar, yaitu haram.

Bagaimana Pak Ustadz? Mengingat makanan tape sangat luas dikonsumsi komunitas muslim di Indonesia. Terima kasih,

Wassalamu’alaikum wr. Wb

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebenarnya informasi nan Anda terima itu agak bias. Sebab nan haram itu sesungguhnya bukan alkohol, melainkan khamar. Dan interaksi antara khamar dengan alkohol itu cukup unik.

Intinya, tak semua khamar itu harus berbentuk minuman beralkohol. Asap ganja sama sekali tak mengandung alkohol, tetapi tetap haram dihirup sebab memabukkan.

Sebaliknya, tak semua zat nan di dalamnya terkandung varian alkohol dianggap sebagai khamar. Contohnya nasi nan kita makan sehari-hari. Di dalamnya ada unsur pembentuk alkohol, tetapi siapa nan pernah mengharamkan nasi?

Contoh lain, buahdurian. Buah itumengandung senyawa homogen alkohol, tetapi belum pernah ada ulama nan mengharamkan buah durian. Justru para kiyai dan ulama hobi makan durian.

Pengertian Khamar

Maka batasan khamar bukanlah benda nan mengandung alkohol dan variannya. Definisi khamar ialah zat (makanan atau minuman atau nan dikonsumsi), nan bila digunakan oleh seorang normal (bukan pemabuk), akan menimbulkan imbas mabuk.

Mabuk nan dimaksud di sini ialah hilangnya kewarasan otak buat sementara waktu. Sebagian ulama menyebutkan bahwa seorang yagn mabuk itu, hilang akalnya, sehingga tak dapat membedakan mana isterinya dan mana ibunya.

Sementara kita sering mendengar isitlah mabuk, tetapi dengan pengertian lain. Misalnya, mabuk laut. Sebenarnya bukan mabuk, melainkan mual. Orang Inggris menyebutnya bukan mabuk, tetapi sickseason. Ada lagi istilah lain, mabuk asmara, mabuk judi, mabuk harta, mabuk pangkat, mabuk duren dan lainnya. Sebenarnya, semua istilah mabuk itu bukan mabuk secara pengertian syar’i. Karena hanya namanya saja.

Mabuk secara syar’i ialah mabuk nan menghilangkan kewarasan atau membuat seseorang berada dalam keadaaan fly. Polisi Jalan Raya di Barat sana menilang pengemudi nan membawa mobil sebab mabuk dengan kesalahan drunk.

Khamar: Sedikit atau Banyak Hukumnya Haram

Ketika suatu minuman telah dapat membuat seorang awam nan tak pernah mabuk (dunk) sebelumnya menjadi mabuk, maka minuman itu ditetapkan sebagai khamar.

Ketika vonis sebagai khamar telah dijatuhkan, maka hukumnya menjadi haram buat diminum oleh siapa saja, sedikit atau banyak. Meski ada orang nan mampu meminumnya segelas tanpa mabuk, tetap hukumnya haram.

Batas haramnya ialah pada saat diujikan tadi, yaitu ketika seseorang nan bukan peminum diminta buat meminumnya dan kemudian dia mabuk. Begitu ketahuan minuman itu memabukkan dirinya, maka vonis bahwa minuman itu ialah khamar sudah tetap.Siapa pun nan meminumnya, mabuk atau tak mabuk, tetap haram.

Makan Tape Dapat Mabuk?

Sekarang kita lakukan test/ uji pada tape. Kitaminta kepada seseorang yangbukan pemabuk dan tak pernah minum khamar seumur hidupnya buat makan tape. Makanlah sampai habis, kalau perlu diberi lagi hingga kenyang. Lalu kitalihat pengaruhnya, adakah dia mengalami mabuk atau gejala lain?

Kalau gejalanya hanya kekenyangan, sakit perut, ingin ke belakang, atau perut terasa hangat/ panas, sementara kesadarannya masih 100% utuh, tak fly, tak bicara ngaco, maka dia tak mabuk. Berarti tape itu bukan makanan nan memabukkan. Dan sebab tak memabukkan, maka hukumnya tak dapat disamakan dengan khamar.

Maka definisi khamar ialah segala nan mengakibatkan mabuk. Bila tak mengakibatkan mabuk, maka bukan khamar. Dan test-nya dilakukan pada orang nan sama sekali belum pernah minum khamar.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Makanan

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy