Bingung Untuk Menikah

Bingung Untuk Menikah

Assalamualaikum Wr Wb.

Bu, sy sedang bingung, sy sdh dilamar seorang pria yg sy kenal dari keluarga. Tapi semakin mendekati hari pernikahan komunikasi kami semakin tak lancar, sebab calon suami amat pendiam, tak ada keterbukaan antara aku dan dia. Tetapi kelg aku sangat berharap sy segera menikah krn usia sy yg sdh hampir kepala 3. Sebagai anak sy berusaha membahagiakan ortu sy. Dari segi keluarga juga berbeda latar belakang dg kelg saya, jadi agak sulit buat beradaptasi, kelg dia agak sedikit dibawah kelg sy dlm hal ekonomi. Yg sy khawatirkan apakah dapat pernikahan lancar tanpa ada komunikasi dan tak saling membutuhkan? sejauh ini aku dan dia tak pernah sama sekali merasa saling butuh, dia tipe yg cuek, terkadang sy berpikir bahwa dia berbeda dari seseorang yg sy harapkan buat menjadi calon pendamping sy,smua urusan pnikahan diserahkan kepada ortunya,,,atau memang ini jalan yg harus aku tempuh buat mencari ridho Allah? di satu sisi aku pernah menjalin interaksi dengan yg lain dan sy merasakan dg adanya komunikasi yg lancar mk insyaAllah smua akan lbh enak. Walo sy terus menyakinkan diri sy bahwa planning Allah tak akan pernah salah, tapi kenapa pikiran sy ragu y bu ? setiap sy berkeluh kesah dia tak pernah dapat membuat sy tenang,,,apa tuntutan sy terlalu hiperbola bu??? Sy mohon saran ibu. Sy m dapat ngjalanin ini semua dg niat lurus sebab Allah bu, bantu sy buat tetap huznudzon sm Allah, sebab terlalu sering aku mengecewakan ortu aku bu….

Terima kasih atas sarannya.

Wassalam

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Sdri. Mitha nan shalihah.,
Saat ini Anda mengalami perasaan ragu terhadap calon suami, beberapa hal nan Anda sebutkan berkaitan dengan karakter calon suami, komunikasi nan kurang lancar dan masalah latar belakang keluarga. Disparitas seperti ini dapat ditemui di banyak pasangan. Meskipun hal ini nampaknya wajar dialami siapapun, namun dapat dipahami telah membuat Anda bingung buat melangkah selanjutnya.
Sdri. Mitha nan dirahmati Allah swt.,
Keluarga nan akan Anda bangun nanti memang harus dilandasi oleh basic nan kokoh yakni dalam konteks keimanan dan ibadah pada Allah swt. Insya Allah dengan landasan nan kokoh ini, segala perbedaan, baik karakter atau latarbelakang keluarga bukan menjadi penghalang buat terwujudnya saling pemahaman. Saya belum jelas sahih sejauhmana calon suami Anda, apakah dia laki-laki sholih sebagaimana dikriteriakan dalam agama? Laki-laki sholih, apakah dia tipe pendiam atau bukan, akan berusaha membangun kebahagiaan keluarga dan pasangannya. Bukan laki-laki sholih nan mementingkan dirinya sendiri, tak mau memahami pasangannya namun minta dipahami oleh pasangannya. Namun di sisi lain sang istri nanti juga harus menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Cobalah lakukan komunikasi bersama dan penilaian lagi bersama secara terbuka. Nyatakan apa keinginan Anda dalam komunikasi, didengar, tak dicuekin, atau tanggapan nan tak pendek-pendek, misalnya. Ketidaklancaran komunikasi memang dapat merembet pada ketidakharmonisan dalam pernikahan, jadi jangan menganggap remeh masalah ini. Perlu dipahami bahwa karakter memang tidak bisa dirubah dalam hitungan hari atau bulan. Namun jangan pesimis bahwa holistik kepribadiannya sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Pemahaman dalam agama insya Allah akan memberikan ”insight” yakni semacam pencerahan nan muncul dari dalam diri sendiri buat berubah.
Sdri. Mitha nan dirahmati Allah swt.,
Adapun tentang disparitas latar belakang ekonomi, hendaklah dipahami bahwa mungkin salah satunya gaya hayati masing-masing punya latarbelakang berbeda. Mungkin calon suami akan mengembangkan kesederhanaan dalam hayati nanti. Justru masing-masing dapat mengambil positif-negatifnya dari latarbelakang masing-masing, kemudian ini dijadikan sebagai pengalaman berharga buat membentuk format keluarga Anda sendiri ke depan.
Sdri. Mita nan dirahmati Allah swt.,
Meskipun Anda mengenal calon suami dari keluarga, jangan sampai pernikahan ini dilandasi sebab adanya unsur keterpaksaan atau hanya sebab takut mengecewakan orangtua. Ini akan menjadi fondasi nan ringkih dan membahayakan pernikahan ke depan. Cobalah bicara baik-baik dengan keluarga Anda, mintalah pendapat dari keluarga besar dan teman-teman nan sholih, kumpulkan keberanian Anda buat bermusyawarah dan mencaro solusi terbaik. Iringi dengan istikharah dan ibadah nan lebih rajin, ya Mita.. semoga ikhtiar Anda mendapat kemudahan dari Allah swt. amin.

Wallahu a’lam bisshawab,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy