Bolehkah Memotong Kuku dan Mengkeramasi Rambut Sewaktu Haid?

Bolehkah Memotong Kuku dan Mengkeramasi Rambut Sewaktu Haid?

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz, aku mau tanya apakah boleh memotong kuku dan mengkeramasi rambut sewaktu haid? Saya selalu bingung ada nan bilang boleh sebab Islam menganjurkan kebersihan dan ada nan berkata tak boleh, katanya nanti sewaktu di akhirat disuruh mencari rambut dan kuku itu. Bagaimana ini ustadz aku kadang-kadang mau melakukannya jadi bimbang memilih nan mana. Tolong segera dibalas, sebab aku sangat memerlukan jawabannya.

Wassalam,

Assalamu `alaikum WarahmatullahiWabarakatuh.

Hingga saat ini kami belum mendapatkan dalil sharih dari Rasulullah SAW tentang tak bolehnya wanita memotong kuku dan rambut saat haidh. Kalau pun ada, hal itu lebih merupakan ijtihad para ulama, dengan mengaitkan kewajiban membasahi seluruh tubuh dengan air saat mandi janabah.

Jadi hal ini lebih merupakan nalar logika sebagian ulama, bahwa wanita haidh itu wajib mandi dan bersuci sebelum dibolehkan shalat atau puasa atau mengerjakan jenis ibadah lainnya. Maka secara logika, bila pada saat haidh itu dia memotong kuku dan rambut, lalu potongannya itu dibuang, maka ketika mandi janabah, potongan rambut dan kuku itu tak termasuk nan disucikan. Sehingga buat menghindari hal itu, wanita dilarang memotong rambut dan kuku saat haidh.

Tapi sekali lagi, ini hanyalah logika dan nalar. Bukan berasal dari nash Quran atau nash hadis nabawi. Sebab dari sekian banyak ajaran nan telah Rasulullah SAW sampaikan kepada kita, tidak sekali pun beliau menyebutkan embargo itu, baik dalam hadits ataupun dalam ayat Al-Quran Al-Karim.

Bahkan dalam kitab fikih nan muktamad, kalau kita telusuri hal-hal nan dilarang dikerjakan oleh orang nan sedang dalam keadaan junub, tidak satu pun nan menyebutkan tak boleh memotong kuku dan rambut. Yang jelas-jelas dilarang buat dikerjakan oleh orang nan junub adalah:

  1. Shalat atau sujud tilawah
  2. Tawaf di sekitar ka’bah
  3. Menyentuh mushaf Al-Quran Al-Karim
  4. Membaca ayat Al-Quran Al-Karim dengan lisannya bukan dalam hati, kecuali doa nan lafaznya diambil dari ayat
  5. I’tikaf di masjid atau masuk ke dalam masjid di luar i’tikaf

Hanya inilah nan kebanyakan disebutkan para ulama dalam masalah embargo untuk wanita nan sedang mendapat haidh.

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Ahmad Sarwat, Lc.

Thaharah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy