Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?

Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?

Assalamu’alaikum

Ustadz nan semoga selalu dirahmati ALLAH, aku mau bertanya berhubungan dengan ziarah Kubur.

  1. Bolehkah orang nan sedang hamil melakukan ziarah kubur?
  2. Adakah contoh dari nabi atau sahabat nabi maupun dalilnya tentang orang hamil ziarah kubur?
  3. Apa nan seharusnya dipersiapkan buat orang hamil nan ingin ziarah kubur.

Jazzakumullah khoiron katsiron,

Wassalamu’alaikum,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabaraktuh, Yang seringkali menjadi titik disparitas pendapat di kalangan ulama, bukan masalah wanita hamil berziarah kubur. Tetapi hukum ziarah kubur bagi setiap wanita. Ada sebagian kalangan ulama nan mengaharamkan wanita berziarah kubur secara mutlak.

Tetapi sebagian besar ulama tak mengharamkannya, sehingga hukumnya boleh. Dan ketika dibolehkan, tak pernah ada syarat harus wanita nan tak sedang hamil, atau sedang tak haidh atau lainnya.

Aturan seorang wanita nan sedang hamil tak boleh berziarah kubur, nampaknya bukan datang dari nash-nash agama. Tetapi datang dari kepercayaan lain di luar agama Islam.

Demikian juga tentang embargo kepada wanita haidh buat berziarah kubur, nampaknya juga bukan berasal dari embargo syariah. Sebab nan dilarang bagi wanita hamil ialah masuk ke dalam masjid. Sedangkan kuburan bukan masjid. Sehingga kalau masuk ke areal kuburan disamakan dengan hukum masuk masjid, rasanya aneh sekali.

Hadits Tentang Embargo Wanita Berziarah ke Kuburan

Di antara dalil nan seringkali digunakan sebagian ulama tentang embargo wanita berziarah kubur ialah hadits berikut ini:

لعن الله زوارات القبور

Allah SWT melaknat para wanita nan kerjanya berziarah kubur.

Hadits ini punya masalah dalam sanadnya, namun Syeikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini menghasankannya dari semua jalurnya.

Sedangkan Syeikh Al-Bani sendiri, meski menghasankan hadits ini, beliau tak sampai mengharamkan wanita berziarah kubur. Alasan beliau sebab hadits-hadits nan membolehkan ziarah kubur bukan hanya berlaku buat laki-laki saja, tetapi juga berlaku untuk para wanita, dengan keumuman lafadz haditsnya.

Beliau hanya melarang para wanita berziarah kubur bila terlalu sering, bahkan menjadikannya sesuatu nan rutin. Karena dikhawatirkan akan terjadi pelanggaran syariah seperti lolongan/tangisan, tabarruj, atau menjadikan kuburan sebagai loka piknik, serta buang-buang waktu.

Al-Imam Al-Qurtubi mengatakan salah satu karena mengapa wanita nan kerjanya hanya berziarah kubur saja dilaknat, sebab seorang wanita punya banyak kewajiban, misalnya kepada suaminya. Kalau kerjanya melulu hanya ziarah kubur, maka hak-hak suaminya menjadi terbengkalai. Selain itu juga sebab sangat dikhawatirkan terjadinya tabarruj dari para wanita di kuburan sehingga menjadi loka maksiat.

Wanita Boleh Ziarah Kubur, Hamil atau Tidak Hamil.

Dengan demikian, kesimpulannya ialah bahwa seorang wanita itu pada dasarnya halal buat berziarah kubur, baik dalam keadaan hamil atau tidak. Tidak ada nash nan melarangnya, kecuali bila sampai menjadi pekerjaan rutin, sebagaimana hadits di atas.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy