Bolehkah Perlihatkan Aurat Kepada Dokter Kandungan Pria?

Bolehkah Perlihatkan Aurat Kepada Dokter Kandungan Pria?

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Ustadz Sigit Yang dimuliakan Allah SWT.

Keluarga istri saya, ada nan mau melahirkan minggu-minggi ini,menurut dokter kemungkinan harus dilakukan dioperasi sebab kondisi fisik lemah

Pertanyaannya :

1. bagaimana hukumnya jika diantara tim medisnya ada dokter laki laki nan ikut dalam proses bedahnya

2.adakah do’a spesifik buat melahirkan nan bisa diamalkan nan sinkron dngan anjuran Rosulullah/dimudahkan melahirkan (mohon dikirimkan)

3.Mohon do’a dari Ustadz terhadap kluarga kami nan hendak melahirkan

Demikian disampaikan Jazakallah atas Jawabannya

Bekasi

Waalaikumussalam Wr Wb

Gus Aa nan dimuliakan Allah swt

Dokter Lelaki Menangangi Operasi Persalinan

Pada dasarnya seorang wanita muslimah diharamkan menampakkan auratnya kepada lelaki asing sebagaimana dikatakan jumhur ulama bahwa seluruh tubuh wanita ialah aurat terhadap seorang lelaki asing kecuali paras dan telapak tangan, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali nan (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31)

Sedangkan aurat seorang wanita muslimah terhadap wanita muslimah lainnya ialah sepertihalnya aurat seorang lelaki muslim dengan lelaki muslim lainnya, yaitu antara pusar dan kedua lutut, sebagaimana dikatakan oleh para fuqaha.

Jadi pada dasarnya seorang wanita muslimah nan hendak melahirkan tak dibolehkan operasi persalinannya ditangani oleh selain dokter wanita atau bidan nan muslimah. Jika dokter wanita atau bidan muslimah tak ada maka dapat ditangani oleh seorang dokter wanita atau bidan non muslimah. Namun jika memang mereka semua tak ada atau ada akan tetapi tak dapat melakukan pengoperasian persalinan tersebut atau dikhawatirkan akan terjadi kemudharatan terhadap si wanita nan hendak melahirkan itu dikarenakan ketidakmampuannya maka dibolehkan baginya buat dioperasi oleh seorang dokter lelaki nan muslim nan jujur dan dapat dipercaya dan jika memang dokter lelaki muslim tak ada batu kemudian dokter lelaki non muslim, demikianah urutan-urutannya.

Tidak diperbolehkan berkhalwat (berdua-duaan) antara wanita tersebut dengan dokter lelaki nan ingin menangani persalinannya itu kecuali dengan kehadiran suaminya atau wanita lainnya.

Doa Spesifik buat Memudahkan Kelahiran

Tidak ada dalil secara spesifik nan menunjukkan bahwa adanya bacaan-bacaan eksklusif baik bacaan surat-surat atau ayat-ayat eksklusif di dalam al Qur’an atau dzikir-dzikir eksklusif nan dapat memudahkan seorang wanita nan hendak melahirkan seorang anak, baik bacaan nan dibaca oleh si wanita itu sendiri, atau oleh suaminya atau oleh kedua-duanya kecuali apa nan diriwayatkan oleh Ibnu Sinni dengan sanad lemah menurut Imam Nawawi, yaitu apa nan diriwayatkan dari Fatimah bahwa Rasulullah saw ketika dirinya (Fatimah) hendak melahirkan lalu beliau saw memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy agar membacakan di sisinya ayat kursi dan إن ربكم الله hingga akhir ayat itu (Surat Al A’raf : 54) dan agar melindunginya dengan al muawwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas, pen).”

Namun demikian Imam Nawawi didalam kitabnya “al Azkar” tentang fasal apa nan dibaca seorang nan ingin melahirkan dan ketika si wanita merasakan sakitnya mengatakan bahwa seyogyanya dirinya memperbanyak berdoa dengan doa-doa di saat-saat mendapatkan kesulitan atau kesusahan.

Diantara doa-doa nan dapat dibaca ketika seseorang ditimpa suatu kesulitan atau kesusahan—di bagian lain dari bukunya ‘Al Azkar” ini—adalah :

1. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw berdoa disaat mendapatkan kesulitan dengan :

لا إِلَهَ إِلا اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ ، لا إِلَه إِلا اللهُ رَبُّ العَرشِ العَظِيم ، لا إِلَهَ إِلا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرضِ رَبُّ العَرشِ الكَرِيم

(Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, Tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan Arsy nan agung, Tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi dan Tuhan ‘arsy nan mulia.” (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Anas dari Nabi saw jika beliau saw ditimpa suatu perkara kesulitan maka beliau berdoa :

يَا حَيٌّ يَا قَيُّومٌ ، بِرَحمَتِكَ أَستَغِيثُ

(Wahai Allah Yang Maha Hayati dan Yang terus mengurus makhluk-Nya, saya memohon pertolongan-Mu dengan rahmat-Mu). Sementara Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

3. Diriwayatkan didalam “Sunan an Nasai” dan kitab Ibnu as Sinni dari Abdullah bin Ja’far dari Ali berkata,”Rasulullah saw mengajarkan beberapa kalimat dan memerintahkanku jika saya ditimpa suatu kesusahan atau kesulitan agar membaca:

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الكَرِيمُ العَظِيمُ ، سُبحَانَهُ ، تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ العَرشِ العَظِيم ، الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالمَِينَ

(Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, Maha Kudus Dia, Maha Kudus Allah Tuhan arsy nan agung, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)

Jadi dibolehkan bagi saudara Anda nan akan melahirkan membaca doa-doa diatas atau ayat-ayat nan ada didalam al Qur’an sebab pada dasarnya al Qur’an ialah obat baik obat untuk hati, fisik atau ketika seseorang menghadapi kesulitan, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu nan menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang nan beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang nan zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)

Semoga Allah swt memberikan kemudahan dan kesabaran kepada beliau saat melahirkan dan menganugerahkan kepadanya anak nan shaleh dan berguna bagi kedua orang tuanya dan umat islam seluruhnya.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy