Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah

Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dari literatur fiqh nan pernah aku baca, aku hanya menemukan pembahasan mengenai haid, nifas dan istihadhah. Padahal ada cairan wanita nan lainnya. Untuk itu aku mohon klarifikasi ustadz menegenai cairan wanita sebagai berikut:

1. Air ketuban, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

2. Lendir nan kadang bercampur darah sebagai pertanda akan kelahiran bayi, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

3. Pelumas ketika melakukan senggama, najiskah?

4. Keputihan, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

Saya juga mohon klarifikasi ustadz menegenai wanita nan mengeluarkan istihadhah. Yang aku tahu wanita tersebut harus berwudhu setiap akan melakukan sholat. Pertanyaan aku bagaiman jika wanita tersebut akan menjama’ sholat, cukupkah 1 wudhu buat 2 sholat nan dijama’ atau 1 wudhu buat 1 sholat? Apakah ketentuan harus wudhu itu juga berlaku buat sholat sunah rowatib (sebelum sholat sunah rowatib berwudhu kemudian sebelum sholat wajibnya berwudhu lagi)?

Terimakasih atas jawabannya sebab banyak wanita nan belum paham mengenai hal ini.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Di dalam ilmu fiqih nan kita kenal, semua benda nan keluar lewat kemauan depan dan belakang ialah termasuk benda-benda najis. Baik berujud cair, padat maupun gas.

Sehingga darah nan keluar lewat kemaluan wanita, baik darah haidh, nifas maupun istihadhah, semuanya ialah najis. Termasuk kategori ini flek, keputihan, nanah, air kencing, air mani, endir pelumas saat senggama dan semuanya ialah najis.

Pengecualiannya hanya satu, yaitu air mani. Para ulama umumnya tak menajiskan air mani. Lagi pula, bila air mani dibilang najis, bagaimana hukumnya dengan manusia bayi?

Bila ada benda keluar lewat kemaluan depan atau belakang, maka orang nan mengalaminya akan kehilangan hadats kecil. Sehingga dia wajib berwudhu’ bila ingin melakukan shalat, puasa atau ibadah mahdhah lainnya.

Kecuali bila nan keluar darah haidh, nifas atau air mani, maka hukumnya ialah hadats besar. Untuk itu wajib buat mandi janabah sebagai pengangkat hadats besar itu.

Wallahu ‘alam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Thaharah

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy