Cara Tobat dari Zina dan Hukumannya Sekarang

Cara Tobat dari Zina dan Hukumannya Sekarang

Asw. Bu Siti, bahagia rasanya aku bisa konsultasi masalah keluarga melalui kolom ini.

Saya kini sudah bertobat dari segala maksiat  nan aku lakukan. Sebelum menikah, aku sudah pernah berzina dengan istri saya. Bagaimana sanksi nan harus aku terima? Insya Allah aku terima. Kemudian kami sering bertengkar sebab masalah interaksi aku dengan wanita-wanita sebelum aku menikah. Tapi hanya pada istri saya, aku pernah melakukan hal demikian. Kini aku benar-benar ingin bertobat dan menyesali perbuatan saya. Mohon donasi Ibu.

Wass.

Adakah Pengampunan Untuk orang nan Telah berbuat Zina?

Kasus Serupa: Saya seorang laki-laki, dan aku telah melakukan perbuatan zina dengan pacar saya, sebanyak 3 kali.  Apakah Dosa aku masih dapat di ampuni? Semenjak melakukan perbuatan itu aku lebih mendekatkan diri kepada Allah dan aku ingin bertaubat. Bagaimana cara bertauba ? Bagaimana cara aku menebus dosa-dosa aku tersebut?

(Saudagar)

JAWAB:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh,

Sdr. G & Saudagar nan dirahmati Allah,

Saya prihatin dengan apa nan saat ini sering terjadi pada interaksi antar jenis nan dilakukan oleh dua sejoli nan berpacaran, sebab interaksi tersebut tak dapat ditutupi telah sering menjurus pada ma’shiyat. Islam bukan hanya mencoba bertindak setelah kejadian itu berlangsung, namun lebih urgen ialah pada upaya preventif buat memagarinya sebelum terjadi.

Pacaran saat ini telah mengkhawatirkan dari sisi telah membuka pintu zina. Padahal umat Islam dilarang mendekati zina, apalagi mengerjakan zina tentu lebih dilarang lagi. Namun demikian pada kasus Anda, aku salut dan bersyukur, Anda menyadari dosa-dosa nan telah terjadi dan ingin memperbaikinya. Bergembiralah sebab Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, membuka pintu taubat buat manusia asal itu dilakukan sebelum ajal menjemput.

Dalam Hadits Qudsi disebutkan: ”Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa pada malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Oleh sebab itu, mohonlah ampun kepadaKu, pasti saya akan mengampuni kalian.” (HR.Muslim)

”Hai anak Adam, selama kalian berdoa dan berharap kepadaKu, pasti saya akan memberi ampunan kepada kalian atas semua dosa nan kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian kalian memohon ampun kepadaKu, pasti Aku akan mengampuni semua dosa nan telah kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai anak Adam, seandainya kalian datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian kalian datang tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, pasti Aku akan datang dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (HR Tirmidzi)

Sdr G & Saudagar,

Rasulullah saw saja nan bisa dikatakan selalu terjaga dari dosa, mengamalkan istighfar buat minta ampun pada Allah swt. lebih dari 70x sehari, apatah lagi kita nan berlumur dosa. Oleh sebab itu banyaklah istighfar dan bertaubat. Selain itu iringilah dengan mengerjakan amal kebaikan nan menghapus dosa, sebagaimana firman Allah : ”sesungguhnya perbuatan-perbuatan nan baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan nan buruk. Itulah peringatan bagi orang nan ingat.” (QS Huud :114)

Arti taubat menurut Muhammad Ibnu ”Alan as-Shiddiqi ialah kembalinya seseorang dari sesuatu nan tercela menuju sifat nan tepuji, dari embargo Allah menuju perintah-perintah-Nya, dari ma’shiyat menuju thaat, kembali dari segala nan dibenci Allah menuju nan diridlai-Nya, kembali dari nan saling bertentangan menuju nan saling menyenangkan, kembali kepada Allah setelah meninggalkanNya dan kembali thaat setelah menentang-Nya.

Sdr G & Saudagar, taubat kepada Allah akan diterima kalau memenuhi tiga syarat nan paling pokok, yakni:

  1. Harus menghentikan ma’shiyat
  2. Harus diikuti penyesalan nan mendalam
  3. Berniat dengan sungguh-sungguh buat tak mengulanginya kembali.
  4. Menyelesaikan urusannya dengan orang nan berhak dengan cara minta ma’af atau halalnya perbuatan tersebut; kalau berkaitan dengan barang maka maka wajib mengembalikan atau menggantinya dengan barang nan sepadan. Jadi kalau pacar Anda menuntut Anda, misalnya buat menikahi, Anda harus bertanggungjawab sampai ada kerelaannya.

Semoga Anda dan kita dijadikan sebagai hamba-hamba nan bertaubat dan bersegera kembali pada-Nya. Amin…

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Bu Urba

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy