Ciri Orang-orang Yang Bertaqwa : Menjauh dari popularitas

Ciri Orang-orang Yang Bertaqwa : Menjauh dari popularitas

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang nan bertaqwa dan menyembunyikan ketaqwaannya.  Ketika mereka tak ada, orang-orang tak merasa kehilangan…Jika mereka ada , orang-orang tak mengetahuinya serta tak mengetahui kalau mereka ialah mercusuar nan menerangi.  Mereka keluar dari setiap kegelapan. Berusahalah agar engkau senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah..

Jika apa nan engkau perbuat ketahuan dan tersebar, maka hiduplah dalam peribadatan kepada Rabb mu. Jauhilah ketenaran tersebut dari apa-apa nan menghalangi dirimu buat mendekat kepada Tuhanmu. Apabila engkau tak bisa menghindarinya, maka jadilah salah satu dari golongan orang-orang nan mulia.

Camkanlah, bahwasanya Allah  Subhanahu wa Ta’aala melihat dan memperhatikanmu. Barangsiapa nan lambat dalam beramal, maka dia tak akan mempercepat kedudukannya. “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya , lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa nan telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (Qs Al Mujaadilah (58): 6)

Maka bertakwalah kepada Allah dimana saja engkau berada, baik dalam kesendirianmu ataupun ketika engkau berada di tengah keramaian. Takutlah kepada Allah atas dasar kedekatan-Nya kepadamu serta ketetapan-Nya untukmu, sebab engkau tak akan pernah keluar dari ruang lingkup kekuasaan dan kerajaan-Nya kepada kekuasaan serta kerajaan lainnya. Di hadapan Allah Jalla wa  ‘ala’  tidak ada amal sekecil dzarrah pun nan akan sia-sia, semua itu akan dibalas. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullahu Shallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia berfirman kepada Jibril, “Aku telah mencintai si fulan, oleh sebab itu cintailah ia. “Maka Jibril pun mencintainya. Lalu dia menyeru kepada penduduk langit, “bahwasanya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Penduduk langit pun mencintainya, kemudian menjadikannya orang nan diterima di atas permukaan bumi” (Shahih: HR Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah meriwayatkan pula dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda, “Tujuh orang nan dinaungi oleh Allah dalam naungannya, pada hari nan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.”  Dia menyebutkan diantaranya, “Seseorang nan bersedekah lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tak mengetahui apa nan diinfakkan oleh tangan kanannya.” Juga dia menyebutkan , “Seseorang nan mengingat Allah dalam kegelapan malam hingga menetes air matanya, dan seseorang nan diajak (berzina) oleh wanita nan memiliki kedudukan lagi cantik jelita lalu dia berkata, “Sesungguhnya saya takut kepada Allah.” (Shahih: Mutafaqqun ‘Alaihi).

Jadikanlah dirimu senantiasa kepada Allah, baik ketika engkau berada di kampung halamanmu ataupun ketika engkau berpergian. Ketika engkau berani ataupun ketika engkau takut. Dalam perkataan juga perbuatanmu. Mohonlah kepada Allah akan keutamaan-Nya, sebab tak seorangpun nan menentang Allah kecuali dia akan binasa.

Said Abdul  Azhim

Peradaban

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy