Dapat Kerja Tapi Tidak Boleh Mengenakan Jilbab

Dapat Kerja Tapi Tidak Boleh Mengenakan Jilbab

Assalamu’alaikum pak Ustadz,

Isteri aku bisa kerja di toko HP, tapi tak boleh menggunakan jilbab, halalkah rezeki nan dihasilkan, Pak Ustadz? Untuk informasi saat ini sehari-hari istri aku belum menutup aurat, namun jika pergi menggunakan jilbab.

Terima kasih atas jawaban, Pak Ustadz.

Wassalamu’alaikum,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya tak ada kaitan langsung antara melepas hijab (mengumbar aurat) dengan kehalalan gaji nan diterima. Selama gaji itu didapat dari kerja nan jujur, tak menipu, tak menggelapkan dan dari hasil memeras keringat sendiri.

Seandainya istri Anda bekerja tanpa menutup aurat, lalu mendapat gaji, maka gajinya halal buat dimakan. Namun dia berdosa atas perilakunya memngumbar aurat di hadapan laki-laki asing.

Dan Anda sendiri juga berdosa bila membiarkannya membuka aurat. Sebab kewajiban seorang suami atas istrinya nan primer ialah mencegahnya dari konduite dosa dan maksiat kepada Allah. Dalam hal ini, tak ada istilah hak asasi atau kebebasan buat memilih. Setiap wanita bila sudah baligh, maka wajib atasnya menutup auratnya dari pandangan laki-laki non mahram.

Sebagai suami, bila sampai mendiamkan istri melakukan kemaksiatan konkret seperti itu, maka Anda pun harus menanggung dosa juga. Sebab mencegah kemaksiatan nan dilakukan istri merupakan kewajiban suami juga. Sebagaimana firman Allah SWT:

Hai orang-orang nan beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari barah neraka nan bahan bakarnya ialah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat nan kasar, keras, dan tak mendurhakai Allah terhadap apa nan diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa nan diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)

Maka sebagai suami, Anda tak boleh mengizinkan istri Anda itu bekerja, bila sampai harus mengumbar auratnya. Laki-laki nan demikian, di dalam Islam disebut sebagai dayyuts, yaitu laki-laki nan tak punya rasa cemburu ketika aurat istrinya dilihat orang lain.

Dan nan paling besar dosanya ialah pihak nan punya toko handphone itu. Apalagi kalau agamanya Islam. Sebab seorang muslim seharusnya tahu bahwa Allah SWT telah mewajibkan wanita muslimah nan sudah baligh buat menutup aurat. Apapun keadaannya. Melarang wanita muslimah menutup auratnya merupakan dosa besar dan diancam dengan azab nan pedih.

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari siksa-Nya nan sangat pedih itu. Amien

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kontemporer

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy