Dengan Jilbabnya Ia pun Mampu Berdakwah, 7 Profesor Barat Masuk Islam Karenanya

Dengan Jilbabnya Ia pun Mampu Berdakwah, 7 Profesor Barat Masuk Islam Karenanya

Kisah nan satu ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak potret kehidupan  seorang wanita muslimah nan begitu bangga dan merasa terhormat dengan agama nan selama ini ia telah hadir mewarnai perjalanan hidupnya .  Seorang muslimah nan di hatinya terdengar keras detak syiar  agama Allah .

Itualah hati nan mampu mengenal Allah dan Rasul Nya sehingga keraguan tidak pernah lagi dijumpai di dalamnya. Dialah sosok seorang  wanita muslimah nan hatinya selalu  selalu memikul tanggung jawab da’wah. Namun sayang figur semacam ini ternyata langka buat kita temukan. Ya memang sangat langka sekali.

Ummu Abdul Aziz, begitulah wanita ini biasa disapa dalam kesehariann.  Suaminya seorang dokter nan tinggal di kota Riyadh, Saudi Arabia.

Pada satu kesempatan, Ummu Abdul Aziz harus menyertai suaminya buat menghadiri salah satu konferensi medis nan diselenggarakan di salah satu negara Eropa. Dengan langkah niscaya ia iringi embarkasi sang suami. Ya, ia sadar sekali bahwa Tuhan nan selama ini ia sembah di negaranya tidak lain ialah Tuhan nan akan ia jumpai di negera eropa tersebut.  Tuhan nan satu, Allah.  Demikian pula halnya kaum Pria nan ia jumpai nya di negara asalnya, Arab Saudi.  Oleh sebab itu , setibanya di negara tujuan, kondisinya tak berubah sedikitpun.

Komitmennya buat senantiasa melaksanakan segala perintah Tuhannya  ia selalu pegang dengan baik. Hal ini nampak terlihat jelas dari cara ia berpakaian.  Potongan kain nan dikenakannya  menutupi seluruh anggota tubuhnya.. Ya Ummu Abdul Azis  mengenakan pakaiannya secara lengkap sehingga tak tidak sedikitpun anggota tubuhnya nan bisa terpandang mata, meskipun ia  berada  di kawasan Eropa nan identik dengan  mode-mode baju masa kini . Oleh karenanya wajar apabila masyarakat Eropa nan menjumpainya merasa heran dengan pemandangan nan sangat asing seperti nan ia tampakkan.  Ia pun mulai menjadi pusat perhatian, seakan-akan bertanya ‘” Makhluk apakah nan ada di  balik kain hitam ini?” Benar-benar pemandangan nan sungguh aneh bagi mereka.

Pada suatu hari, beberapa wanita Eropa berkumpul  mendatanginya .Rata-rata mereka ialah para profesor nan dapat dibilang sudah cukup berumur.  Dialogpun akhirnya berlangsung di antara mereka (kebetulan ummu Abdul Aziz mampu berbahasa Inggris). Dengan begitu beraninya salah seorang dari mereka mengajukan sebuah pertanyaan , “ Kamu niscaya berpenampialan seperti ini hanya buat menyembunyikan stigma nan ada di badanmu bukan ? Atau mungkin sekedar menutupi wajahmu  nan nampak tak cantik ?? Ya kiranya asumsi seperti itulah nan tertanam di benak mereka selama ini terhadapnya.  Ummu Aziz langsung membawa mereka ke salah satu sudut ruangan , lalu membuka burkak nan selama ini menutupinya wajahnya.  Ternyata ia nampak sebagaimana wanita normal pada umumnya , tanpa ada stigma sedikitpun sebagaimana dugaan mereka.  Bahkan mungkin parasnya lebih cantik dari wanita biasanya, insya Allah. Kesempatan ini tentu tak ia biarkan berlalu begitu saja tanpa menyampaikan sesuatu kebenaran.

Setelah memperlihatkan wajahnya , Ummu Abdul Azis langsung mulai masuk ke pembicaraan inti. Ia jelaskan kepada mereka bagaimana Islam memposisikan wanita . Ia paparkan sejauh mana penghormatan dan aparesiasi agama Allah ini terhadap kaum Hawa selain ia berikan gamabaran tentang ajaran agama Islam secara umum. Tahukah apa nan terjadi setelah itu ? Ya setelah tiga jam berlalu, sebanyak tujuh dari sepuluh Professor wanita tadi langsung mengikrarkan keislaman mereka! Tak lain sebab Ummu Abdul Aziz atas izin Allah! Bayangkan tujuh orang Professor masuk Islam hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah melakukan dialog.

Sebagai seorang muslimah Ummu abdul Aziz tak merasa kecil sehingga menjadi asing dengan ajaran agamanya Kehadirannya di negara pengusung faham liberalisme nan jauh dari tata nilai sosial tersebut . Ia tetap berpakaian muslimah sejati dan  tak mempengaruhinya buat berganti baju super ketat dengan hiasan renda di sana-sini  seperti perhiasan kejahiliyahan layaknya barang murahan.

Tujuh orang professor wanita menyatakan keislaman mereka . Allah pun meninggikan derajat mereka dengan agama ini. Agama nan selama ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi sosok seperti Ummu Abdul Aziz.  Figur dari seorang muslimah nan berusaha buat mengajak umat ini kepada jalan Allah. Ia fungsikan dirinya sebagai media turunnya hidayah bagi siapa nan Allah kehendaki. Dengan cara seperti ini ia mampu merubah pandangan minor mereka terhadap agama nan Allah ridhai ini.

La ilaha ilallah….semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya kepada dirimu, Ummu Abdul Aziz. Allah jaga dirimu sehingga benar-benar bermanfaat bagi agama dan ummat ini. ..Amiin.

( Muhammad Saleh Al Qathan) (Lr)

Akhwat

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy