Doa buat Menaklukkan Dosen Pembimbing

Doa buat Menaklukkan Dosen Pembimbing

Assalamualaikum

Ustadz, aku mo tanya tentang doa nan pernah di berikan pada teman saya, apakah ucapan doa ini pernah di ajarkan rasulullah atau tidak, atau mungkin termasuk bidah. Doa itu diberikan oleh teman aku pada saat aku mau menghadapi dosen pembimbing Tugas Akhir nan mana pada saat itu aku mo presentasi ke dosen pembimbing saya. Doanya sepeti ini ustadz:

ILA RHOHANANI JASMANI "NAMA DOSEN KAMU" AL-FATEHAH 3x

Kemudian baca

ALATAKLU ALAIYA WAKTUNI MUSLIMIN -> sebanyak mungkin

Gimana ustadz tolong segera dijawab.

Jazzakallah.

Wassalamualaikum

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Lafadz nan pertama tak ada di Al-Quran dan hadits, dan juga bukan merupakan doa-doa nan baku. Secara makna, lafadz itu artinya kurang lebih, "Kepada ruhani dan jasmani (nama dosen)." Lalu membaca surat Al-Fatihan tiga kali.

Lafadz ini lebih seperti jampi-jampi ketimbang lafadz doa nan harus dibaca oleh seorang muslim dalam ibadah.

Sedangkan lafadz nan kedua, memang potongan dari ayat Al-Quran, namun konteksnya bukan doa melainkan perintah nabi Sulaiman ‘alaihissalam kepada ratu Saba’, Balqis.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku arogan terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang nan berserah diri."(QS. An-Naml:31)

Kalimat ‘datanglah kepadaku sebagai orang nan berserah diri’ ialah kalimat nabi Sulaiman kepada ratu Balqis, bukan lafadz doa. Karena itu tak pada tempatnya buat dijadikan lafadz doa untuk kita.

Perlu diperjelas apa nan dimaksud dengan doa bila mau menghadap dosen pembimbing. Apakah minta kepada Allah SWT agar dikuatkan dan dimudahkan, ataukah minta kepada jin buat membuat dosen jadi linglung?

Kalau maksudnya ialah berdoa kepada Allah SWT agar dikuatkan dan dibuat tegar menghadapi suasana nan kurang siap dihadapi, doanya bukan itu. Tetapi doa seperti nabi Musa alaihissalam, misalnya

Berkata Musa, "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thaha: 25-28)

Sedangkan lafadz doa nan Anda sebutkan agak berbau ‘magis’ sebab meminta agar dosen berserah diri. Berserah diri kepada siapa? Dan dalam rangka apa?

Tentu saja selain doa kepada Allah, kita juga harus berusaha buat mengerjakan semua tugas nan diberikan dosen secara baik dan benar. Belajar dengan giat dan gigih ialah kunci utama. Sedangkan doa sekedar mengiringi saja. Jangan di balik, tak mau mengerjakan tugas, tak belajar dan tak usaha, tiba-tiba mengharapkan keajaiban lewat doa.

Allah SWT tak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah dengan tangan mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy