Etika Memberikan Quran pada Teman Nasrani Agar Tidak Tersinggung

Etika Memberikan Quran pada Teman Nasrani Agar Tidak Tersinggung

Assalamu’alaikum

Saya ingin menanyakan bagaimana caranya aku mengirimkan Quran dan Terjemahnya pada teman aku nan masih Nasrani, tetapi aku tak membuatnya marah dan tersinggung? Saya ingin sekali dia mendapat hidayah Islam dari Allah SWT. Hanya saja aku bingung bagaimana aku mengatakan padanya saat memberikan Quran tersebut? Jazakumullah khair sebelumnya.

Wassalamu’alaikum

Assalamu ‘alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Bila Anda mengharapkan teman Anda nan belum seagama dengan Anda buat masuk Islam, maka sebenarnya tak selalu harus dengan memberinya kitab kudus Al-Quran. Memberinya kitab kudus Al-Quran memang salah satu pilihan, akan tetapi pilihan itu tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, kondisi serta arah pembicaraan.

Sebab dapat jadi seperti nan Anda khawatirkan, begitu Anda beri hadiah Al-Quran, malah dia tersinggung, marah dan merasa dipaksa atau dipojokkan buat masuk Islam. Padahal dapat jadi maksud Anda itu baik dan mulia, namun bila tak memperhatikan banyak faktor, maksud mulia itu dapat berubah menjadi bencana. Dan ini tentu tak kita harapkan, bukan?

Satu hal nan niscaya dalam masalah ini dan harus Anda terima, yaitu kita ini hanya dapat berupaya, mengajak, menghmbau atau berharap. Adapun bagaimana hasilnya, semua sudah menjadi ketetapan Allah SWT.

Bukankah Rasulullah SAW telah berkali-kali membujk pamanda tercinta -Abi Thalib- buat mengucapkan dua kalimat syahadat? Namun akhirnya, dia wafat tanpa pernah menjadi orang beriman. Dalam hal ini Maha Sahih Allah ketika berfirman:

Sesungguhnya kamu tak akan bisa memberi petunjuk kepada orang nan kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang nan dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang nan mau menerima petunjuk. (QS. Al-Qashash: 56)

Kalau asa dan upaya seorang nabi Muhammad SAW nan merupakan kekasih Allah, masih mungkin gagal dan tak memenuhi harapan, apa lagi dengan asa dan upaya kita, nan hanya manusia biasa serta banyak dosa.

Karena itu selain upaya, panjatkanlah doa kepada Allah SWT, agar teman Anda itu diluruskan jalannya, diterangi hidupnya, dimudahkan urusannya dalam menerima hidayah. Semoga Allah SWT berkenan menggiringnya masuk ke dalam agama-Nya, sehingga dapat berkumpul bersama orang-orang nan beriman.

Dahulu doa Rasulullah SAW kepada Allah agar Umar bin Al-Khattab masuk Islam ternyata didengar-Nya. Meski sesungguhnya beliau SAW memohon agar dua orang Umar nan masuk Islam, namun dikabulkan hanya seorang saja dari keduanya, yaitu Umar bin Al-Khattab ra.

Hari ini tak ada salahnya untuk Anda buat memanjatkan doa bizhahril ghaib. Maksudnya, tanpa harus nan bersangkutan tahu bahwa Anda sedang mendoakannya. Doakan di tengah malam ketika Anda sedang bersujud kepada Allah, di tengah orang sedang tertidur pulas. Doakan dengan suara nan lemah lembt, mintalah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Memberi hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Doa nan murni dan ikhlas serta datang dari hati nurani nan paling dalam.

Tips-tips berikut ini barangkali dapat Anda jalankan juga dalam upaya mengajak orang masuk Islam.

1. Jadilah Teladan dalam Ber-Islam. Maksudnya sebelum Anda mengajak orang masuk Islam, praktekkan terlebih dahulu semua ajaran Islam di dalam diri anda. Sebab kebanyakan orang tak mau masuk Islam justrui sebab melihat bahwa nan mengajaknya saja belum serius menjalankan agama.

Shalat-lah 5 waktu tepat pada waktunya dan jadikan shalat itu sebagai smber kekuatan jiwa anda, tunaikan zakat Anda sinkron aturan, puasa-lah di bulan Ramadhan jangan pernah ditinggal, tutuplah aurat sebagaimana diperintahkan, tunaikan amanah, penuhi hak-hak orang lain, jauhi fitnah, ghibah, bergunjing dan hal-hal nan merugikan orang lain.

Pendeknya semua ajaran Islam perlu Anda lakukan dengan sahih dan dengan motivasi ikhlas sebab Allah. Barulah orang lain akan respek terhadap dakwah anda.

2. Ajaklah dengan Kelembutan, Bukan Paksaan Mengajak orang lain masuk Islam tak boleh dengan cara semena-mena, memaksa atau memojokkan. Biarlah orang tersebut nan menentukan sikapnya sendiri. Sebab Allah SWT telah berfirman:

Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran nan baik dan bantahlah mereka dengan cara nan baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah nan lebih mengetahui tentang siapa nan tersesat dari jalan-Nya dan Dialah nan lebih mengetahui orang-orang nan mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)

Tidak ada paksaan buat agama; sesungguhnya telah jelas jalan nan sahih daripada jalan nan sesat. (QS. Al-Baqarah: 256)

Namun sebagai amanat, Anda tetap punya kewajiban buat menyampaikan informasi tentang agama Islam kepada siapapun nan bukan muslim. Karena itu dengan tetap menjaga adab dan sopan santun, sampaikanlah perlahan-perlahan dan dengan tak mengurangi rasa hormat, semua hal nan terkait dengan prinsip ajaran Islam.

Wassalamu ‘alaikm warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy