Hak Waris buat Anak Perempuan Tunggal

Hak Waris buat Anak Perempuan Tunggal

Yth Pak ustadz.

Assalamualaikum wr wb.

Saya ingin mengajukan pertanyaan perihal hak waris buat anak perempuan tunggal nan mempunyai paman laki-laki dari ayah. Benarkah kalau ayah dari anak perempuan ini meninggal global hak warisnya jatuh ke pamannya?

Demikian pak Ustadz, terima kasih atas jawabannya.

Wassalam ‘alaikumwr wb.

Assalamu ‘alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Seorang anak perempuan tunggal nan ditinggal wafat ayah kandungnya akan menerima hak warisan sebesar 50% dari total harta peninggalan sang Ayah.

Ketetapan itu dijelaskan di dalam ayat nan turun dari langit tanpa dapat diganggu gugat oleh siapa pun.

Allah mensyari’atkan bagimu tentang anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta nan ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. (QS An-Nisa': 11)

Sebagai ilustrasi, seandainya harta nan diwariskan itu senilai 10 Milyar, maka hak anak perempuan tunggal sudah jelas, yaitu 5 milyar atau separuhnya.

Ini ialah ketentuan dari Allah SWT, Sang Pencipta jagad raya dan Penentu hak kepemilikan di antara manusia. Maka siapa pun nan menentang ketetapan nan sudah absolut dan qath’i ini, dia telah kufur kepada ketetapan Allah SWT.

Hukumannya sangat keras, yaitu akan dimasukkan ke dalam neraka dan tak keluar dari sana selamanya. Dan tentunya di dalam neraka itu ada siksa nan bukan hanya pedih secara pisik tetapi juga menyakitkan secara psikis, sebab Allah SWT mengatakan sebagai adzab nan menghinakan.

Dan barangsiapa nan mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, pasti Allah memasukkannya ke dalam barah neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa nan menghinakan.(QS. An-Nisa': 14)

Maka tak ada jalan bagi kita nan mengaku muslim buat terikat dengan semua ketentuan dan ketetapa dari Allah SWT, sebagai wujud dari iman kita kepada-Nya.

Untuk itu Allah SWT akan memberikan kita balasan nan besar, berupa dimasukkannya diri kita ke dalam surga dan kekal di dalamnya selama-lamanya.

(Hukum waris) itu ialah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah memasukkannya ke dalam syurga nan mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan nan besar.(QS. An-Nisa': 13)

Jadi anak perempuan itu niscaya mendapat warisan, sebab anak perempuan itu dalam kondisi tak ada saudara laki-lakinya berstatus ashhabul furudh, yaitu pakar waris nan sudah niscaya mendapat bagian tetap dari almarhum. Bagian tetapnya itu sangat besar, yaitu 50% dari total nilai harta nan dibagi waris.

Selain anak perempuan tunggal, nan menjadi ashhabul furudh kalau ada ialah ayah dan ibu dari almarhum.Juga termasukistri dari almarhum. Seandainya mereka masih ada, maka ayah almarhum mendapat 1/6, ibu almarhum juga mendapat 1/6, isteri almarhum mendapat 1/8.

Sisanya itu buat para ashabah. Dan di antara para ashabah ialah saudara laki-laki almarhum. Posisinya sebagai paman dari anak perempuan tunggal itu. Posisi paman hanya ashabah, yaitu pakar waris nan menerima harta warisan sisa, itu pun kalau masih bersisa. Sangat boleh jadi para ashabah ini tak mendapatkan residu apapun.

Jadi tak sahih kalau dibilang bahwa paman langsung berhak mengangkangi harta warisan dan anak perempuan almarhum tak bisa apa-apa. Yang sahih ialah anak perempuan itu harus mendapat 50% dari total warisan terlebih dahulu, lalu dibagi lagi kepada ashhabul furudh lainnya kalau masih ada, terakhir sisanya barulah buat si paman.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Mawaris

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy