Hak Waris Isteri Pertama

Hak Waris Isteri Pertama

Assalamu’alaikum Pak Ustadz,

Dalam kesempatan ini aku ingin menanyakan suatu hal sbb: Ayah aku dulu telah bercerai dengan istri pertamanya dengan meninggalkan dua orang anak (laki & perempuan), keduanya ikut dgn ibunya. Mrk tdk meninggalkan harta peninggalan yg berarti. Istri pertama ini kemudian menikah lagi dengan lelaki lain. Beberapa waktu kemudian ayah aku menikah lagi dan memiliki satu anak lelaki (saya). Walaupun istri keduanya (ibu saya) seorang karyawan, selama perkawinan kedua ini, ayah aku berwiraswasta patungan bersama ibu sampai mereka mempunyai harta bersama.

Pertanyaannya adalah, sebab ayah telah meninggal, apakah harta bersama pd perkawinan kedua ini diturunkan ke istri kedua dan anak tunggalnya saja (saya) atau juga ke bekas istri pertama dan semua anaknya ? Sebagai informasi, hampir 40% waktu dari masa perkawinan kedua ini praktis hanya si istri kedua (ibu) dan aku saja nan produktif, sedangkan ayah pasif, dikarenakan sakit berat panjang hingga meninggalnya.

Demikian pertanyaan saya, terimakasih sebelumnya dan mohon maaf jika deskrpsi terlalu panjang. Kami mohon sekali jawaban dari Pa Ustadz.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Waalikumussalam Wr Wb

Saudara Yono nan dimuliakan Allah swt.

Untuk istri pertama dari ayah Anda tak berhak mendapatkan warisan dari harta peninggalannya dikarenakan dia sudah dicerai dengan talak bain jauh sebelum ayah Anda meninggal dunia. Hal itu menjadikan tak ada lagi interaksi pernikahan diantara keduanya. Sedangkan dua orang anaknya nan merupakan hasil dari pernikahannya dengan istri pertamanya nan telah diceraikan itu berhak mendapatkan warisan dari peninggalannya.

Sehingga nan menjadi pakar waris atas harta peninggalan ayah Anda ialah istri keduanya (ibu anda), 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan

Sebisa mungkin dipisahkan antara harta milik ayah Anda dengan milik ibu Anda buat kemudian harta nan dimiliki ayah Anda tersebut dapat dibagikan kepada seluruh pakar warisnya setelah dikurangi biaya pengurusan jenazahnya, hutang-hutangnya dan wasiatnya apabila ada.

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy