Hakikat Ibadah Zakat

Hakikat Ibadah Zakat

Oleh: Prof Dr KH Didin Hafidhuddin
Ketua Generik BAZNAS

Alhamdulillah, pertumbuhan dan perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia semakin menggembirakan dari waktu ke waktu, walaupun masih terdapat berbagai hambatan dan kekurangan. Jika dilihat dari sisi penghimpunan, dalam kurun waktu 2002-2009, zakat mengalami pertumbuhan sebesar 1.260 persen (Dari Rp 63 milyar tahun 2002 sampai Rp 1,2 trilyun pada tahun 2009). Meski demikian, pertumbuhan penghimpunan zakat tersebut masih kurang dari 3 persen dari total potensi nan ada. Berdasarkan riset Habib Ahmed dari IRTI-IDB Jeddah, potensi zakat nasional saat ini mencapai angka 2 persen dari total GDP, atau ekivalen dengan Rp 100 trilyun.

Sedangkan dari sisi pendayagunaan, seluruh dana tersebut telah disalurkan pada mustahiq zakat, sejalan dengan firman Allah SWT dalam Q.S. At-Taubah: 60. BAZ/LAZ telah membuat berbagai program terobosan nan kreatif dan inovatif. Misalnya, BAZNAS telah menyusun 5 program unggulan pendayagunaan, yaitu Indonesia Makmur (tekanannya pada zakat produktif), Indonesia Sehat (tekanannya pada kesehatan mustahiq, misalnya dengan mendirikan rumah sehat perdeo dhuafa), Indonesia Cerdas (misalnya dengan program SKSS/Satu Keluarga Satu Sarjana), Indonesia Peduli (tekanannya pada penanganan daerah-daerah musibah) dan Indonesia Taqwa (tekanannya pada kegiatan dakwah di berbagai daerah dan kaderisasi da’i/ulama). Walaupun dengan jumlah dana ZIS nan terbatas, namun kinerja eksploitasi mampu mereduksi angka kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, meski belum terlalu besar. Dari sisi kelembagaan, saat ini terdapat BAZNAS, 33 BAZDA Provinsi, 240 BAZDA Kota/Kabupaten, dan 18 LAZNAS di seluruh tanah air.

Hikmah dan Tujuan Zakat

Salah satu tantangan ke depan dalam upaya mereduksi tingginya kesenjangan antara potensi dan aktualisasi penghimpunan zakat, ialah bagaimana meningkatkan pengenalan dan edukasi zakat kepada seluruh komponen masyarakat. Untuk itu, kampanye mengenai hikmah dan tujuan zakat diharapkan bisa memberikan citra nan utuh tentang bagaimana akibat zakat pada kehidupan individual, masyarakat bangsa dan negara. Berdasarkan ayat dan hadits nan terkait zakat, ada beberapa hikmah dan tujuan disyariatkannya ibadah zakat ini.

Pertama, Zakat, infaq dan sedekah bertujuan buat meningkatkan kesejahteraan para mustahiq, terutama fakir-miskin, termasuk di dalamnya membantu mereka di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi. ZIS bertujuan pula buat mengurangi kesenjangan nan saat ini terjadi (QS. Al-Hasyr [59]: 7). Data menunjukkan adanya kesenjangan nan semakin meningkat antara kelompok kaya dan kelompok miskin (hasil riset the New Economics Foundation dan Human Development Report 2006).

Sedangkan Riset Anup Shah (2008) menyatakan bahwa 3 milyar manusia hayati dengan pendapatan di bawah 2 dolar AS/hari, 1 dari 2 anak hayati dalam kemiskinan, dan GDP 41 negara miskin sama dengan kekayaan 7 orang terkaya di dunia. Sementara riset lain juga menemukan bahwa daya beli kelompok miskin Indonesia nan semakin menurun nan ditunjukkan dengan beberapa indikator, di antaranya: upah riil petani turun 0,2%, upah riil buruh bangunan turun 2%, pembantu rumah tangga turun 0,5% dan tukang pangkas rambut turun 2,5% (Beik, 2008).

Kedua, Zakat, infaq dan sedekah terkait dengan pandangan hidup kerja. Artinya, orang nan bersedia melaksanakan ZIS niscaya memiliki pandangan hidup kerja nan tinggi (QS Al-Mukminun : 1-4). Ketiga, Zakat, infaq dan sedekah terkait dengan etika bekerja dan berusaha. Orang nan selalu berusaha melaksanakan ZIS niscaya akan berusaha mencari rezeki nan halal. Karena ZIS itu tak akan diterima dari harta nan didapatkan melalui cara nan tak benar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tak akan menerima sedekah nan ada unsur tipu daya". (HR. Muslim). Pengenalan zakat pada hakikatnya di samping menggerakkan pandangan hidup kerja masyarakat, juga meminimalisir kegiatan korupsi nan sangat merugikan dan merusak.

Keempat, Zakat, infaq dan sedekah terkait dengan aktualisasi potensi dana buat membangun dan meningkatkan ksejeahteraan umat, seperti buat membangun wahana pendidikan nan unggul tetapi murah, wahana kesehatan, institusi ekonomi, institusi publikasi dan komunikasi, serta nan lainnya. Kelima, Zakat, infaq dan sedekah terkait dengan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial. Artinya, kesediaan ber-ZIS ini akan mencerdaskan muzakki buat mencintai sesamanya, terutama kaum dhuafa (HR Bukhari).

Keenam, Zakat, infaq dan sedekah akan menyebabkan ketenangan, kebahagiaan, keamanan dan kesejahteraan hidup, lahiriah dan batiniah (QS 9:103). Ketujuh, Zakat, infaq dan sedekah terkait dengan upaya menumbuhkembangkan harta nan dimiliki dengan cara mengusahakan dan memproduktifkannya. Kedelapan, Zakat, infaq dan sedekah juga akan menyebabkan orang semakin giat melaksanakan ibadah mahdlah, seperti shalat maupun nan lainnya.

Kesembilan, mencerminkan semangat “sharing economy”. Dalam sebuah penelitian, Prof Yonchai Benkler (Harvard University) menyatakan bahwa sharing atau semangat berbagi merupakan modalitas nan paling krusial buat meningkatkan produktivitas ekonomi. Bahkan Swiercz dan Smith dari Georgia University menyimpulkan bahwa berbagi atau sharing merupakan solusi terhadap persoalan krisis nan saat ini tengah dihadapi AS. Karena itu, keberadaan zakat sesungguhnya merupakan hal mendasar dalam memastikan adanya genre kekayaan dari kelompok kaya kepada kelompok miskin.

Kesepuluh, Zakat, infaq dan sedekah juga sangat berguna dalam mengatasi berbagai macam musibah nan terjadi, seperti di Aceh, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat dan musibah-musibah nan terjadi sekarang ini.

Namun demikian, kesepuluh hikmah tersebut tak mungkin dapat diaplikasikan, kecuali melalui forum amil zakat nan amanah, transparan dan bertanggungjawab. Karena itu, satu-satunya ibadah nan secara eksplisit di dalam Alquran dan Hadis terdapat petugasnya (amil) ialah zakat, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. At-Taubah: 60. Inilah nan menjadi misi primer Badan Amil Zakat Nasional, yaitu bagaimana merealisasikan holistik hikmah dan tujuan zakat di atas, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

Ramadhan

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy