Hukum Cambuk buat Zina

Hukum Cambuk buat Zina

Ass. wr. wb.

Pak ustadz, teman aku ingin melakukan sanksi cambuk sebab merasa telah melakukan zina. Tapi menurut beberapa sumber sanksi cambuk tak dapat dilakukan apabila tinggal di wilayah nan tak menggunakan syariat Islam.

Beberapa hari nan lalu teman aku menonton siaran agama nan menjelaskan bahwa apabila tak dicambuk di global maka akan dicambuk di neraka. Teman aku langsung menangis, nan terbayangkan dicambuk di neraka pastilah amat sangat dahsyat. Bagaimana menurut ustadz?

Teman aku sudah benar-benar bertaubat, apakah nanti di akhirat tetap di hukum? Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya, ustadz.

Wassalam,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Barangkali nan dimaksud dengan aplikasi hukum cambuk di akhirat ialah spesifik untuk para pezina nan lari dari hukum global secara sengaja, juga tak mau bertaubat atas segala kesalahanannya. Sehingga dia wafat dengan membawa dosa-dosanya nan belum diampuni. Untuk menebus dosa nan terbawa wafat itulah maka dia akan dicambuk di akhirat.

Akan tetapi bila seseorang sudah bertaubat, minta ampun dan bersumpah tak akan mengulanginya lagi, lalu Allah SWT sudah menerima taubat serta mengampuni dosanya, tentunya tak ada lagi sanksi di akhirat. Kalau pun di global ini belum sempat dicambuk sebab kurang syaratnya, maka itu hanya sanksi global saja.

Masalah ampuan Allah kepada orang nan berzina lalu bertaubat dengan sepenuh kesadarannya sudah pasti, tak perlu dipermasalahkan lagi. Bahkan malah dengan permohonan ampun tiap hari atas dosa-dosanya, dengan diiringi pencegahan diri dari segala bentuk dosa lainnya, malah akan mengantarkannya masuk surga.

Seperti kasus wanita nan bertaubat atas perbuatan zinanya, kemudian menyerahkan diri di masa Rasulullah SAW. Ketika ada sebagian orang nan menghina mayat wanita itu lantaran di masa hidupnya pernah berzina, Rasulullah membelanya dengan sabdanya:

لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أهْلِ المَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ

Demi Allah, wanita ini telah bertaubat nan bila taubatnya itu dibagikan kepada seluruh penduduk Madinah, niscaya akan mencukupi.

Karena itu kita tak dapat memandang enteng masalah taubat ini. Sebab Allah SWT memang memerintahkannya dan berjanji akan menghapus semua dosa pelaku maksiat. Hingga semua dosanya akan berguguran seperti daun di musim gugur.

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ

Mintalah ampunan dari tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya (QS. Huud: 3)

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang nan beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur: 31)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحا

Wahai orang-orang nan beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nashuha. (QS. At-Tahrim: 8)

Hukum Cambuk Buat Pezina di Dunia

Hukum cambuk itu memang hanya boleh dilakukan oleh institusi negara secara formal, di mana orang nan berzina ditetapkan dulu sebagai pelakunya nan memenuhi syarat.

Penetapannya harus berdasarkan ikrar (pengakuan) nan bersangkutan atau persaksian 4 orang laki-laki muslim nan melihat langsung.

Manakala satu dari semua syarat itu tak terpenuhi, maka hukum hudud itu haram dilaksanakan. Atas dasar sabda Rasulullah SAW:

إدرؤوا الحدود بالشبهات

Cegahlah pelaksanan hukum hudud itu dengan masih adanya kesyubhatan.

Syubhat nan dimaksud ialah celah hukum nan dapat dimasukkan sehingga aplikasi hukum hudud itu menjadi batal. Justru Rasulullah SAW memerintahkan kita buat mencari dan menelusi celah-celah hukum itu.

Bahkan beliau sendiri melakukannya, ketika ada orang datang mengakui dirinya telah berzina. Beliau SAW tak terburu nafsu buat melaksanakan sanksi rajam, sebaliknya beliau malah berupaya mencari celah-celah keringanan hukum, agar ekseukusi hukum hudud itu tak jadi dilaksanakan. Maka di antara pertanyaan beliau adalah: Apakah kamu tak mabuk? Atau beliau mendesakkan pertanyaan bahwa nan bersangkutan belum sampai zina, baru hanya melakukan percumbuan, sedangkan ember belum masuk ke dalam sumur.

Pendeknya, kalau dapat jangan sampai hukum itu dijalankan, sebagai bentuk afeksi dan keringanan syariat Islam kepada kaum muslimin.

Kalau seandainya orang nan tak dihukum cambuk di global ini niscaya akan dicambuk di neraka nanti, pastilah lebih baik dicambuk saja di dunia. Tetapi justru nabi berupaya agar orang nan datang mengaku berzina itu tak usah dicambuk saja. Bukan sebab beliau ingin agar sanksi diterimanya di akhirat, tetapi sebab beliau tahu bahwa orang tersebut sudah bertaubat, di mana Allah SWT sudah mengampuni dosa-dosanya di akhirat.

Hanya tinggal sanksi formal di global nan harus dilaksanakan, sebagai pelajaran kepada orang lain bahwa setiap perbuatan itu harus dipertanggung-jawabkan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Nikah

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy