Hukum Darah Nifas

Hukum Darah Nifas

Assalamualaikum Wr. Wr.

Pak Ustadz, aku ingin menanyakan apakah dalam proses melahirkan secara caesar, apakah harus wajib mandi hadast dan apakah mempunyai darah nifas atau wiladah? Terima kasih.

Wassalam,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Di antara hal-hal nan mewajibkan mandi janabah ialah persalinan dan nifas.

a. Persalinan

Seorang wanita nan melahirkan anak, meski anak itu dalam keadaan mati, maka wajib atasnya buat melakukan mandi janabah. Bahkan meski saat melahirkan itu tak ada darah nan keluar. Artinya tak mengalami nifas, namun tetap wajib atasnya buat mandi lantaran persalinan nan dialaminya.

Maka seorang ibu nan melahirkan anak dengan cara caesar, meski tak mengalami nifas, tetap diwajibkan mandi janabah.

Tetapi kenyataannya, meski sudah menggunakan pembedahan, nifas secara alami tetap terjadi. Pengalaman dari para wanita nan sudah mengalami proses pembedahan caesar, mereka tetap mengalami nifas juga.

Sebagian ulama mengatakan bahwa ‘illat atas wajib mandinya wanita nan melahirkan ialah sebab anak nan dilahirkan itu pada hakikatnya ialah mani juga, meski sudah berubah wujud menjadi manusia. Dengan dasar itu, maka bila nan lahir bukan bayi tapi janin sekalipun, tetap diwajibkan mandi, lantaran janin itu pun asalnya dari mani.

b. Nifas

Nifas ialah darah nan keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan. Nifas itu mewajibkan mandi janabah, meski bayi nan dilahirkannya itu dalam keadaan mati. Begitu berhenti dari keluarnya darah sesudah persalinan/melahirkan, maka wajib atas wanita itu buat mandi janabah.

Hukum nifas dalam banyak hal, lebih sering mengikuti hukum haidh. Sehingga seorang nan nifas tak boleh shalat, puasa, thawaf di baitullah, masuk masjid, membaca Al-Quran, menyentuhnya, bersetubuh dan lain sebagainya.

Maka begitu nanti darah nifas sudah berhenti mengalir, wajiblah atas seorang ibu nan baru melahirkan buat mandi janabah. Selain sebab nifas juga sebab melahirkan. Tetapi mandinya cukup satu kali saja, tak perlu dua kali mandi.

Dalam banyak literatur kitab fiqih, mazhab As-Syafi’i menuliskan bahwa masa nifas itu paling cepat ialah sekejap mata. Artinya, begitu melahirkan dan keluar darah terus berhenti selamanya. Tetapi umumnya nifas akan terjadi selama masa 40 hari. Dan batas paling lama ialah 60 hari.

Apabila telah lewat waktu 60 hari masih saja darah mengalir keluar, dianggap bukan lagi darah nifas tetapi darah istihadhah. Begitu melewati hari nan ke-60, maka dia wajib mandi janabah dan menjalankan semua kewajibannya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Nikah

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy