Hukum Memakai Parfum Beralkohol

Hukum Memakai Parfum Beralkohol

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, aku mau menanyakan hukumnya memakai parfum, baik buat sehari-hari maupun ketika sholat. Karena aku sering dan suka memakai/mengoleksi parfum orisinil (seperti hugo boss, etienne aigner, armani, dll), tapi dalam parfum-parfum tersebut mengandung alkohol (dikomposisi tercantum alcohol denat). Saya juga pernah membeli parfum nan terbuat dari biang parfum nan sering dijual di mal-mal, tapi ternyata juga dicampur dengan alkohol (70%) agar hasilnya tak terlalu pekat (kental).

Sebelumnya aku ucapkan banyak terima kasih atas tauziahnya.

Jazakumulloh khoiron katsiro.

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hukum alkohol pada parfum sesungguhnya merupakan disparitas pendapat di kalangan ulama. Sebagian ada nan menganggapnya sebagai najis, karena alkohol itu identik dengan khamar. Dan khamar itu dianggap najis oleh mereka. Sehingga benda apapun nan terkandung alkohol di dalamnya dianggap sebagai najis. Sehingga mereka menghindari memakai benda nan mengandung alkohol, termasuk parfum beralkohol. Bahkan ada nan terlanjur menyebut dengan istilah parfum Islami.

Namun kalau kita melihat kepada pendapat nan rajih atau nan lebih kuat, sebenarnya alkohol itu tak identik dengan khamar, meski memang umumnya khamar itu banyak mengandung alkohol.

Dan tak berarti semua benda nan mengandung bahan alkohol otomatis menjadi khamar. Sebab ada banyak benda di sekeliling kita nan mengandung alkohol, baik pada buah-buahan eksklusif ataupun pada benda lain seperti cat dan zat-zat nan ada di sekeliling kita. Dan secara zahir benda itu tak dapat dikategorikan sebagai khamar nan memabukkan.

Sehingga para ulama umumnya berketetapan bahwa alkohol itu bukanlah benda nan najis sebab bukan khamar. Dan tak mengapa menggunakan parfum nan mengandung alkohol dalam shalat sebab tak termasuk benda najis.

Dan kenajisan khamar sendiri sebagaimana nan disebutkan Al-Quran, bukan jenis najis secara fisik. Demikian menurut sebagian ulama. Karena dalam ayat itu dikaitkan dengan judi, anak panah sebagai rijs nan merupakan perbuatan setan.

Jumhur ulama menegaskan bahwa khamar ialah najis berat sebagimana firman Allah dalam Alquran:

Hai orang-orang nan beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, ialah rijs termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah: 90).

Menurut mereka kata rijs menunjukkan bahwa ia najis berat.

Namun, pendapat itu dibantah oleh sebagian ulama. Di antaranya oleh Rabi’ah dari kalangan Maliki, al-Shan’ani, dan al-Syaukani. Menurut mereka, nan dimaksud dengan rijs (najis) di atas ialah najis maknawi, dengan melihat kepada perbuatannya nan terlarang bukan pada zatnya. Sebagaimana hal itu terlihat pada rangkaian perbuatan lainnya nan dilarang (berjudi dsb). Karenanya, secara zat, khamar menurut mereka suci.

Dalam kitab Subulussalam juga disebutkan bahwa setiap najis ialah haram. Namun, tak demikian sebaliknya. Sebab, setiap nan najis sudah tentu dilarang buat dipegang apalagi di makan. Sementara, setiap nan haram tak mesti najis. Misalnya sutera dan emas dilarang buat dipakai oleh laki-laki. Namun, keduanya kudus dan tak najis kalau disentuh atau dipegang.

Anda dapat memilih pendapat mana nan terkuat menurut Anda. Menurut kami, pendapat kedua inilah nan paling kuat. Hanya saja, jika Anda ingin berhati-hati, Anda dapat memilih pendapat pertama dengan tak memakai parfum nan beralkohol.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy