Hukum Memakai Parfum

Hukum Memakai Parfum

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. yth., dalam klarifikasi Ustadz mengenai Hukum Makanan Hasil Peragian, secara sepintas telah Ustadz jelaskan bahwa tak mengapa menggunakan parfum nan mengandung alkohol dalam shalat sebab tak termasuk benda najis. Saya ingin menanyakan mengenai hukum pemakaian parfum baik itu mengandung alkohol ataupun tak mengandung alkohol; dan disparitas hukumnya buat wanita (Ibu) maupun pria (Bapak). Mohon diberikan klarifikasi secara detail dengan dalil-dalilnya.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di luar dari kandungan alkoholnya, sesungguhnya penggunaan parfum ialah merupakan anjuran Rasulullah SAW, sehingga hukumnya sunnah. Dan memang sebenarnya parfum itu ialah sunnah para rasul, sebagaimana sabda beliau:

أربع من سنن المرسلين: الحناء, والتعطر, والسواك, والنكاح Empat perkara nan merupakan sunnah para rasul: [1] Memakai hinna’, [2] memakai parfum, [3] bersiwak dan [4] menikah

Rasulullah SAW sendiri secara pribadi memang menyukai parfum, karena beliau menyukai wewangian secara fitrah

حبب إلي من دنياكم: النساء والطيب, وجعلت قرة عيني في الصلاة Telah dijadikan saya menyukai bagian dari dunia, yaitu menyukai wanita dan parfum. Dan dijadikan sebagai qurroatu a’yun di dalam shalat.

Bahkan di dalam beribadah, umat Islam dianjurkan buat memakai wewangian, agar suasana ibadah dapat semakin khusu’ dan menyenangkan.

بن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين, فمن جاء منكم إلى الجمعة فليغتسل, وإن كان طيب فليمس منه, وعليكم بالسواك Dari Ibni Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Hari ini (Jumat) ialah hari besar nan dijadikan Allah buat muslimin. Siapa di antara kamu nan datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.

Namun di sisi lain, ada juga akibat negatif dari pemakaian parfum ini, terutama bila dipakai oleh wanita. Sehingga bila dipakai secara berlebihan, hasilnya justru akan menimbulkan rekaan tersendiri. Karena penggunaan parfum untuk wanita agak sedikit dibatasi, demi menghindari terjadinya hal-hal nan tak diinginkan, terutama masalah rekaan interaksi laki-laki dan wanita.

Karena itulah Rasulullah SAW menetapkan bahwa bila wanita memakai parfum, hendaknya menggunakan nan aromanya lembut, bukan nan menyengat dan menarik minat laki-laki.

عن أبي هريرة رضي الله عنه طيب الرجال ما ظهر ريحه وخفي لونه, وطيب النساء ما خفي ريحه وظهر لونه رواه الترمذي والنسائي Dari Abi Hurairah ra, "Parfum laki-laki ialah nan aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita ialah nan aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas. (HR. At-Tirmizi dan Nasa’i)

Bila sampai demikian, maka Rasulullah SAW sangat melarangnya, bahkan sampai beliau mengatakan bahwa wanita nan berparfum seperti itu seperti seorang pezina.

أيما امرأة استعطرت, فمرت بقوم ليجدوا ريحها فهي زانية Siapa pun wanita nan memakai parfum lalu melenggang di depan laki-laki agar mereka menghirup bau wanginya, maka wanita itu ialah wanita pezina.

Karena itu maka bagi para wanita, sebaiknya mereka agak mengurangi volume penggunaannya. Kalau pun harus menggunakannya, maka pilihlah nan soft (lembut) dan tak terkesan terlalu keras. Juga harus diperhatikan agar jangan sampai terlalu dekat dengan laki-laki dalam pergaulan, agar jangan sampai jatuh pada ancaman dari Rasulullah SAW.

Wallahu a’alm bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy