Hukum Membaca Novel Porno

Hukum Membaca Novel Porno

Assalamu’alaikum wr.wb

Semenjak kecil aku sudah sangat hobi membaca buku cerita dan novel. Semenjak kuliah dan mendalami Bahasa Inggris, hobi aku itu beralih menjadi membaca novel dalam bahasa Inggris. Biasanya aku bahagia membaca kisah-kisah percintaan atau misteri. Entah mengapa, bagi aku sulit sekali buat melepaskan kesenangan berkhayal melalui buku-buku tersebut. Akan tetapi, seringkali ada konten didalam novel tersebut nan mengandung unsur-unsur pornografi. Kadang-kadang aku merasa penasaran tentang apa nan dilakukan tokoh-tokoh didalam buku cerita tersebut sehingga aku baca terus tanpa aku sensor. Tapi lama-kelamaan aku menjadi bosan dan melewati saja bagian nan seperti itu.

Masalahnya, aku sering sekali mengalami dilema. Di satu sisi aku bahagia sekali membaca novel, berkhayal dan terkadang mengarang cerita aku sendiri. Hobi ini sudah aku jalani semenjak aku masih SD. Namun di sisi lain aku merasa hobi aku membaca novel ini tak berguna dan aku telah menghabiskan hayati aku buat melakukan hal-hal nan tak berguna, bahkan berdosa. Astaghfirullahaladziim.

Oleh sebab itu, aku ingin bertanya pada Ustadz bagaimana hukumnya bagi seorang muslim membaca novel-novel bertema rahasia dan percintaan dengan konten nan jauh dari Islam?

Saya ialah seorang ibu rumah tangga muda. Mungkin sebab aku tak punya banyak aktivitas, aku menjadi punya banyak waktu luang buat menjalankan hobi aku itu. Apalagi apabila aku tengah hamil dan otomatis harus banyak tinggal dirumah sebab kondisi badan nan tak memungkinkan buat banyak beraktivitas diluar.

Jazakallah khairan katsir atas jawabannya.

Waalaikumussalam Wr Wb

Allah swt memerintahkan kepada setiap hamba-Nya buat menjauhi segala pintu-pintu perzinahan sebagai tindakan preventif dari kemungkinan terjadinya perzinahan dengan kemaluan sebagaimana firman-Nya :

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan nan keji. dan suatu jalan nan buruk.” (QS. Al Isra : 32)

Membaca novel-novel porno dapat membangkitkan syahwat si pembacanya, menjadikan fikirannya terkait dengan pemeran utamanya serta membayangkan atau mengkhayalkan adegan-adegan haram nan diceritakan didalamnya dan ini termasuk zina maknawi bagi akalnya sebagaimana zina mata nan memandang hal-hal nan diharamkan atau zina telinga nan mendengarkan hal-hal nan diharamkan.

Imam Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina nan dapat jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata ialah penglihatan, zina lisan ialah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.”

Didalam riwayat Muslim disebutkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw, beliau bersabda: “Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya nan tak mustahil dan niscaya akan dijalaninya. Zina kedua mata ialah melihat, zina kedua telinga ialah mendengar, zina lidah ialah berbicara, zina kedua tangan ialah menyentuh, zina kedua kaki ialah melangkah, dan zina hati ialah berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan.”

Dan Allah swt juga memerintahkan kepada setiap hamba-Nya buat menjagar penglihatan dan memelihara pandangannya, sebagaimana firman-Nya :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki nan beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; nan demikian itu ialah lebih kudus bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa nan mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita nan beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali nan (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)

Adapun membaca novel-novel atau kisah-kisah nan didalamnya tak terdapat hal-hal nan dilarang agama, seperti : kemusyrikan, ajakan berbuat maksiat baik secara eksplisit maupun implisit, kedustaan, pornografi atau lainnya nan bertentangan dengan nilai-nilai agama, maka dibolehkan selama tak mengabaikannya dari kewajiban-kewajibannya.

Jika Anda memiliki banyak waktu luang hendaklah Anda manfaatkan buat hal-hal nan bermanfaat bagi agama maupun global anda, seperti : membaca al Qur’an, hadits-hadits Rasulullah, tafsir, sejarah hayati Rasulullah, buku-buku agama atau ilmu-ilmu global nan bermanfaat Anda juga mengisi waktu-waktu luang Anda dengan memperbanyak dzikrullah, mendengarkan kaset tilawah al Qur’an atau ceramah-ceramah keagamaan atau nan lainnya.

Berhati-hatilah terhadap waktu luang Anda sebab disinilah manusia banyak tertipu sebab tak mensyukurinya dengan cara membuang-buangnya melalui perbuatan-perbuatan nan tak membawa manfaaat baik bagi agama maupun dunianya, sebagaimana hadits nan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Abbas dia berkata; Nabi saw bersabda: “Dua kenikmatan nan sering dilupakan oleh kebanyakan manusia ialah kesehatan dan waktu luang.”

Ketahuilah bahwa pekerjaan nan harus dilakukan seorang muslim atau kewajiban nan harus ditunaikannya, baik kewajibannya terhadap Allah, Rasul-Nya, al Qur’an, dirinya, suaminya, anak-anaknya, orang tuanya, lingkungannya atau lainnya. Masih menantinya.

Seandainya seluruh waktu nan dimilikinya digunakan buat menutupi kewajiban-kewajiban tersebut sesungguhnya hal itu tak akan pernah terpenuhi. Apalagi jika waktu-waktunya dihabiskan hanya buat pekerjaan-pekerjaan nan tak bermanfaat pastilah banyak kewajiban-kewajibannya nan terabaikan dan ini ialah kerugian besar. Tepatlah apa nan dikatakan Imam al Banna bahwa “Kewajiban lebih banyak dari waktu nan tersedia”.

(Artikel terkait : )

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy