Hukum Meminta-minta Karena Cacat

Hukum Meminta-minta Karena Cacat

assalamu’alaikum wr wb

Bagaimana hukum meminta-minta ( stigma fisik ) nan selanjutnya dijadikan sebagai mata pencaharian.

Jazakumullah kasiran

Wassalamu’alaikum wr wb

Waalaikumussalam Wr Wb

Pada dasarnya meminta-minta kepada makhluk agar dipenuhi kebutuhan dirinya tidaklah diperintahkan. Sementara nan diperintahkan ialah agar seseorang berlaku iffah atau menahan diri dari meminta-minta kepada orang lain meski dirinya membutuhkan pertolongan orang lain, sebagaimana firman Allah swt :

لِلْفُقَرَاء الَّذِينَ أُحصِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya : “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir nan terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tak bisa (berusaha) di bumi; orang nan tak tahu menyangka mereka orang Kaya sebab memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta nan baik nan kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 273)

Imam Muslim meriwayatkan dari Hamzah bin Abdullah dari bapaknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah salah seorang dari kalian nan terus meminta-minta, kecuali kelak di hari kiamat ia akan menemui Allah sementara di wajahnya tak ada sepotong daging pun."

Akan tetapi meminta-minta ini dikecualikan terhadap tiga macam orang, sebagaimana disebutkan didalam hadits nan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali ia berkata; Aku pernah menanggung hutang (untuk mendamaikan dua kabilah nan saling sengketa). Lalu saya datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, meminta donasi beliau buat membayarnya. Beliau menjawab: "Tunggulah sampai orang datang mengantarkan zakat, nanti kusuruh menyerahkannya kepadamu." Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Hai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tak boleh (tidak halal) kecuali buat tiga golongan :

1. Orang nan menanggung hutang (gharim, buat mendamaikan dua orang nan saling bersengketa atau seumpamanya). Maka orang itu boleh meminta-minta, sehingga hutangnya lunas. Bila hutangnya telah lunas, maka tak boleh lagi ia meminta-meminta.

2. Orang nan terkena bencana, sehingga harta bendanya musnah. Orang itu boleh meminta-minta sampai dia memperoleh sumber kehidupan nan layak baginya.

3. Orang nan ditimpa kemiskinan, (disaksikan atau diketahui oleh tiga orang nan dipercayai bahwa dia memang miskin). Orang itu boleh meminta-minta, sampai dia memperoleh sumber penghidupan nan layak. Selain tiga golongan itu, haram baginya buat meminta-minta, dan haram pula baginya memakan hasil meminta-minta itu."

Dengan demikian jika seorang peminta-minta nan stigma fisik itu termasuk orang nan miskin atau tak memiliki kesanggupan bekerja buat menutupi kebutuhan hidupnya selain dari meminta-minta maka diperbolehkan baginya buat meminta-minta, meskipun bersikap iffah ialah lebih baik baginya sebab sesungguhnya setiap hamba telah Allah tentukan rezekinya.

Akan tetapi ketika dia telah memiliki kesanggupan buat bekerja selain dari meminta-minta dan itu cukup buat menutupi kebutuhan hidupnya maka tak diperbolehkan lagi baginya buat meminta-minta kepada orang lain.

Imam an Nawawi mengatakan didalam ‘Syarh Muslim” bahwa para ulama telah bersepakat buat melarang meminta-minta kecuali darurat.

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy