Hukum Menikah dengan Pria Bertato

Hukum Menikah dengan Pria Bertato

Assalamualaikum ustad sigit,

Mohon pencerahannya buat kegelisahan hati aku saat ini

Kurang lebih dua bulan nan lalu, aku dikenalkan oleh seseorang dengan seorang ikhwan nan insyaAllah soleh. Awal perkanalan kami, aku rasakan kalau dia orang nan baik. Kamipun sering berkomunikasi dengan email atau via sms. Beberapa waktu lalu dia menyatakan bahwa dia memiliki niat baik buat menikah dengan saya. dan kamipun sepakat buat bertaaruf. walau terbilang sporadis berjumpa karna aku kerja dan diapun kerja, komunikasi kami sebatas via email sesekali sms dan akhir minggu dia main ke rumah dan mencoba terbuka dengan keluarga saya. Kami selalu berjumpa di rumah saya, sehingga mama dan papa sayapun sudah menerima dia dengan baik, dan menanyakan perihal interaksi aku dengan dia.

Nah, baru2 ini dia mulai bercerita tentang masa lalunya bahwasannya sebelum dia mendapat hidayah dan menjadi seperti nan aku kenal sekarang ini, dia ialah anak nan badung/nakal. Dan nan membuat aku terkejut ialah saat dia mengatakan dia memiliki satu tatto di tangannya nan dia untuk ketika SMA kelas 1. Sampai saat ini dia tengah berusaha buat menghilangkan tatto tersebut dengan berbagai pengobatan cream. Karna belom memiliki uang nan cukup banyak, dia belum melakukan terapi laser karna mahal.

permasaalahan ini nan membuat aku gelisah, karna aku typical orang nan perfectsionis dan ingin nan sempurna. Saya sudah berusaha menerima dia nan sekarang dan tidak memikirkan bagaimana dia dahulu, namun tetap saja terpikir masalah tatto tersebut, terutama perihal kesempurnaan ibadah ia sebagai suami aku nantinya.

Bagaimana aku menyikapi ini? satu sisi, walaupun ia tak mapan, tetapi kepribadiannya dia nan soleh, sopan, bersemangat dan gigih bekerja dan sudah dapat menafkahi membuat aku merasa nyaman, tapi aku mengganjal dengan tattonya itu. Dia mengatakan, lebih baik dia jujur dari saat ini perihal tattonya agar aku dapat lebih menimbang, dan dia akan ikhlas dengan hasil keputusan saya. Keikhlasan hatinya juga nan menjadi nilai plus dia buat saya.

Perihal tatto tersebut, dia juga meminta aku buat tak menceritakan pada siapapun termasuk orang tua saya, karna ia menganggap itu ialah aib nan tak seharusnya diberitakan setelah ia bertobat. Bahkan dia sangat malu dan tak pernah memperlihatkan karna takut tobatnya tidak sempurna. Apa nan harus aku lakukan pak? aku komit bahwa aku memang tak akan menceritakan aib tato itu pada orang tua saya, mestikah orang tua aku mengetahuinya? atau cukup kami berdua dan kami nan mencari solusinya jika memang dia jodoh saya?

Saya juga mau menanyakan, apakah sholat dan ngaji orang nan bertatto itu paripurna dan diterima, ataukah harus dihilangkan dulu tattonya. Karna insyAllah dia rajin sholat dan mengaji, aku hanya memikirkan ketika ia menjadi mam aku nanti, bagaimanapun aku ingin mencapai kesempurnaan ibadah ketika berumah tangga.

Sejauh aku dan dia mulai mendalami pribadi masing-masing, aku dan dia pun mulai beristikarah. seiring kami beristikarah, perjalanan kami seperti lancar-lancar saja…saya juga membaca di buku, bahwa istikarah belum tentu menimbulkan kemantapan hati, tapi kitalah nan menindaklanjuti agar hati ini mantap. sejauh ini, Mama papa aku terbuka buat dia dan menyukai dia, begitupun orang tua dia terbuka terhadap aku (saya langsung dikenalkan ke orang tuanya). Dia menyampaikan bila aku memang siap menikah, maka ia tidak ingin lama-lama, karna takut cobaannya semakin besar dan berniat melamar aku bulan maret ini.

Untuk saat ini ada beberapa pria juga nan mendekat kepada saya, tapi belum jelas apa tujuannya, apakah punya niat baik buat menikah atau hanya sekedar iseng mampir, karna itu aku mencoba fokus akan ikhwan ini saja, bagaimana langkah nan harus aku ambil?

Bagaimana aku nan seorang akhwat menyikapi ini semua pak…??

mohon sedikit pencerahannya pak ustad, aku membutuhkan banyak masukan sekali. Atas perhatiannya aku ucapkan terimakasih.

wassalamualaikum, wr wb…

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Mira nan dimuliakan Allah swt

Tato ialah perbuatan nan dilaknat dan diharamkan Allah swt berdasarkan apa nan diriwayatkan dari al Qomah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Allah melaknat orang-orang nan mentato dan nan minta buat ditato.” (HR. Bukhori)

Diwajibkan bagi seorang nan bertato buat berobat menghilangkannya kecuali apabila buat menghilangkannya dia harus melukai atau menyakiti anggota tubuhnya nan bertato itu maka tidaklah ada kewajiban baginya menghilangkannya dan cukuplah baginya bertaubat kepada Allah swt.

Adapun bagi seorang nan memiliki tato kecil saja maka tak pula ada kewajiban baginya buat menghilangkannya dan cukuplah baginya bertaubat.

Satu hal nan patut disyukuri dari akh tersebut ialah kesadarannya akan kesalahan nan pernah dilakukannya pada masa lalu nan disertai dengan keinginannya buat bertaubat. Dan seorang nan bertaubat kepada Allah swt bagaikan orang nan tak memiliki dosa, sebagaimana sabda Rasullah saw,”Seorang nan bertaubat seperti orang nan tak memiliki dosa.” (HR, Ibnu Abid Dunya)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Hai orang-orang nan beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat nan semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah nan mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin nan bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tahrim : 8)

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿٧٠﴾
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا ﴿٧١﴾

Artinya : “Kecuali orang-orang nan bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan ialah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang nan bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat nan sebenar-benarnya.” (QS. Al Furqon : 70 – 71)

Satu hal nan juga harus dihargai ialah keinginannya buat menutupi aibnya itu dari pengetahuan orang lain termasuk dari kedua orang tua anda, sebagaimana sabda Rasulullah saw,” Bahwasanya Nabi saw bersabda,”Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang nan menceritakan (aibnya sendiri). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri ialah seorang nan melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah swt kemudian dipagi harinya dia sendiri membuka apa nan ditutupi Allah itu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Setelah dirinya bertaubat dengan taubat nashuha kepada Allah swt maka shalat nan dilakukannya meskipun dalam keadaan bertato tetaplah absah begitu juga dengan ibadah-ibadah lainnya.

Jika memang Anda merasa bahwa dirinya ialah calon pendamping Anda nan tepat—ada baiknya setelah Anda beristikharah—untuk bekerja sama di perahu rumah tangga meraih kebahagiaan global dan akherat maka tak ada masalah bagi Anda buat menikah dengannya walaupun ditubuhnya masih terdapat tato. Bersegera menikah ialah lebih baik serta buat mengakhiri interaksi Anda selama ini nan dapat mengundang rekaan dan masuknya setan diantara Anda berdua.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy