Hukum Mushalla buat Main Musik

Hukum Mushalla buat Main Musik

assalamualaikum ustad!

saya mau tanya ustad, bolehkah kita main musik di masjid ato mushalla?

apakah ruangan nan dipakai buat shalat dihukum sebagai mushalla?

hal ini aku tanyakan sebab di loka aku mengajar ada sebuah ruangan nan dipakai buat shalat berjamaah siswa dan guru. tapi ketika kegiatan ekstrakurikuler, ruangan itu juga dipakai buat latihan, seperti memainkan alat musik, menari, dan lain sebagainya..

apakah ini dibolehkan?

terimakasih ustad!

Waalaikumussalam Wr Wb

Masjid ialah loka nan dipersiapkan selamanya buat shalat nan kemudian dikhususkan lagi baik nan dibangun dengan menggunakan batu, tanah, semen atau pun nan belum dibangun. Berbeda halnya dengan mushalla nan tak selalu disiapkan buat shalat. Seseorang dapat shalat di situ jika tiba-tiba ia mendapatkan waktu shalat dan loka ini tak disebut dengan masjid, demikian menurut Syeikh Ibnu al Utsaimin.

Dalil dari itu ialah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan sholat-sholat sunnah di rumahnya. Dan loka nan dipakai buat sholat itu tidaklah disebut masjid. Demikian pula ketika ‘Itban bin Malik mengajak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam buat sholat di salah satu bagian di rumahnya nan dijadikannya buat loka sholat, ini pun tak disebut dengan masjid.

Adapun jika sebuah ruangan nan sejak awal tak dipersiapkan spesifik buat shalat akan tetapi ia digunakan buat shalat jika datang waktunya dan juga sebagai loka buat berbagai kegiatan lainnya, seperti : tes penerimaan siswa baru, kegiatan berbagai ekstrakurikuler, menyanyi, bermain musik, menari, menyambut tamu atau acara-acara resmi sekolah dan sebagainya maka ia lebih tepat disebut dengan ruangan serba guna dan dapat juga dikatakan sebagai mushalla (tempat buat shalat) dan bukan masjid.

Shalat nan dilaksanakan di loka nan juga digunakan buat bermain musik, bernyanyi atau menari maka tetap absah meskipun makruh berdasarkan riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah katanya; Kami pernah singgah dalam suatu perjalanan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Kami tak bangun hingga matahari terbit. Impulsif Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Hendaknya setiap kalian menuntun kepala hewan tunggangannya masing-masing, karena persinggahan ini telah didatangi setan." Abu Hurairah berkata; Kami pun melaksanakan apa nan di katakana beliau, kemudian beliau meminta air, setelah beliau berwudhu’, beliau mengerjakan raka’at shalat. Ya’kub mengatakan; Kemudian beliau mengerjakan dua kali sujud. Setelah iqamat shalat dikumandangkan, beliau langsung mengerjakan shalat subuh."

Didalam naskah madzhab Syafi’i dinyatakan bahwa makruh melaksanakan shalat di loka maksiat. Sedangkan naskah dari madzhab Imam Ahmad menyebutkan bahwa shalat menjadi makruh di loka bincang-bincang manusia atau di loka nan dapat menyibukkan seseorang nan shalat dari shalatnya seperti temboknya penuh dengan berbagai ukiran. (Fatawa al Azhar juz I hal 75)

Oleh sebab itu sebaiknya Anda mengusulkan kepada kepala sekolah agar menyediakan huma spesifik buat dibangun diatasnya sebuah masjid sekolah. Jika hal ini tak memungkinkan maka mintalah sebuah ruangan spesifik buat shalat dan jika ini pun tak memungkin cobalah mengusulkan kepadanya agar acara-acara memainkan musik, bernyanyi atau menari dilakukan di ruangan lain dan tak ditempat nan disitu juga dilakukan shalat.

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy