Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris

Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris

Assalamualaikum wr. wb.

Saya ialah seorang mahasiswa salah satu PT partikelir di Surabaya nan mengambil tugas akhir dengan materi hukum waris. Yang aku tanyakan ialah apa disparitas dari saudara seibu, saudara sebapak, dan saudara sekandung? Serta bagaimana jika saudara-saudara nan laki-laki tersebut bersama ayah, atau kakek, atau cucu laki-laki? Demikian pertanyaan saya. Atas perhatiannya aku ucapkan terima kasih.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam hukum waris, nan dimaksud dengan saudara ialah anak dari ayahnya almarhum/ah nan wafat, atau anak dari ibunya almarhum/ahatau anak dari keduanya sekaligus. Di mana masing-masing punya dua kemungkinan, yaitu berjenis kelamin laki-laki atau berjenis kelamin perempuan.

Dengan demikian, para saudara ini bisadirinci menjadi6 macam, yaitu:

  1. Saudara laki-laki seayah dan seibu, atau disebut juga dengan istilah akh syaqiq.
  2. Saudara perempuanseayah dan seibu, atau disebut juga dengan istilah ukhtu syaqiqah.
  3. Saudara laki-laki seyah saja tapi tak seibu, disebut juga dengan istilah akh li ab.
  4. Saudaraperempuan seyah saja tapi tak seibu, disebut juga dengan istilah ukhtuli ab.
  5. Saudara laki-laki seibu saja tapi tak seayah, disebut juga dengan akh li umm.
  6. Saudaraperempuan seibu saja tapi tak seayah, disebut juga denganukhtu li umm.

Agar tak rancu, perlu ditegaskan bahwa bila disebut kata ‘saudara’ dalam hukum waris, maksudnya ialah saudaranya almarhum nan mati dan bukan saudaranya pakar waris. Misalnya, pak Abu mati dengan meninggalkan dua anak, yaitu Ali dan Fatimah. Ali memang saudaranya Fatimah, tapi istilah ‘saudara’ dalam hal ini bukan si Ali nan saudaranya Fatimah dan juga bukan si Fatimah nan saudaranya Ali.

Tetapi nan disebut dengan istilah ‘saudara’ ialah saudaranya almarhum pak Abu nan barusan wafat. Misalnya kakaknya pak Abu atau adiknya. Anggaplah namanya pak Hasan dan pak Husein. Maka almarhum pak Ali, pak Hasan dan pak Husein ialah tiga bersaudara. Jadi saudara almarhum pak Ali ialah pak Hasan dan pak Husein.

Maka buat menjawab pertanyaan anda, apabila saat pak Ali wafat, beliau masih punya orang tua, yaitu ayah, maka saudara-saudara beliau, yaitu pak Hasan dan pak Husein terhijab. Mereka tertutup oleh keberadaan ayah dari almarhum pak Ali. Karena ayah almarhum menghijab saudara almarhum.

Demikian juga, apabila saat almarhum pak Ali wafat, beliau punya anak laki-laki, maka saudara-saudara beliau, yaitu pak Hasan dan pak Husein juga terhijab. Karena anak laki-laki almarhum menghijab saudara almarhum.

Demikian juga, apabila saat almarhum pak Ali wafat, beliau punya cucu laki-laki (anak laki-laki dari anak laki-laki), maka saudara-saudara beliau, yaitu pak Hasan dan pak Husein juga terhijab. Karena cucu laki-laki dari anak laki-laki almarhum menghijab saudara almarhum.

Orang-orang nan Menghijab Saudara

Lebih lengkapnya tentang siapa saja nan menghijab para saudara dan saudari ini, kami ringkaskansebagai berikut:

  • Saudara laki-laki dan perempuan seayah dan seibu, keduanyaakan terhijab apabila almarhum memiliki anak laki-laki, atau cucu laki-laki dari anak laki-laki, atau ayah.
  • Saudara laki-laki dan perempuan seayah tapi tidakseibu, keduanya akan terhijab apabila almarhum memiliki anak laki-laki, atau cucu laki-laki dari anak laki-laki, atau ayah, atau saudara pada nomor 1 atau saudari nomor 2 di atas.
  • Saudara laki-laki dan perempuan seibu tapi tak seayah, keduanya akan terhijab apabila almarhum memiliki anak laki-laki, atau cucu laki-laki dari anak laki-laki, atau ayah, atau kakek, atau anak perempuan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Mawaris

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy