Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?

Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?

Assalamualaikum Wr. Wb

Ust….. Bagaimana hukumnya secara agama jika kita menjual hijab (kerudung) nan tak Syar’i (yaitu hijab nan kecil dan tak menutup dada)?Serta baju nan tak Syar’i juga (yaitu baju nan jika akhwat memakainya terlihat lekuk tubuhnya)?

Padahal hijab (kerudung) semacam itu dilarang oleh Allah. Bagaimana nanti pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT?

Jazakumullah

Wassalamualaikum wr wb

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hukum memakai baju berbentuk kerudung nan panjang hingga menutup sampai ke dada ialah sesuatu nan masih menjadi khilaf di kalangan ulama. Bukan sesuatu nan sudah absolut kewajibannya dan berlaku buat seluruh wanita. Para ulama masih berbeda pendapat dalam hal ini. Khususnya dalam teknis dan jenis model pakaian.

Yang telah disepakati oleh para ulama ialah wanita wajib menutup auratnya. Dan aurat wanita itu ialah seluruh tubuhnya, kecuali paras dan kedua tapak tangan. Maka, bila seorang wanita telah menutup auratnya, otomatis dada pun sudah tertutup. Para ulama juga sepakat bahwa menutup aurat itu bukan hanya sekedar tertutup, tetapi juga harus tak tembus pandang, tak membentuk lekuk tubuh dan seterusnya.

Tetapikalau model pakaiannyanya harus berbentuk model, corak, potongan, rona tertetu, mereka tak mewajibkannya. Maka bentuk kerudung nan panjang hingga ke dada, oleh para ulama hukumnya masih dalam berbeda pendapat. Sebagian ulama memang mewajibkan wanita mengenakan kerudung model seperti itu, namun rupanya tak semuanya mewajibkannya.

Kita berhak buat memilih salah satu pendapat dari pendapat nan banyak dari para ulama itu. Dan kita pun berhak buat mempertahankan pilihan kita. Namun kita tak berhak buat merasa diri paling benar, lalu menyalahkan semua ulama nan pendapatnya tak sama dengan pendapat kita. Apalagi sampai harus mengharamkan orang menjual baju dengan model tertentu.

Seharusnya kita tak dibenarkan untukmain vonis bahwa kerudung nan tak panjang hingga sampai menutup dada itu haram dikenakan. Sebab boleh jadi, wanita itu tetap menutup dadanya, meski bukan dengan kain kerudung nan terjulur panjang. Mungkin jenis potongan bajunya memang menutup dada. Maka selama nan terlihat hanya paras dan kedua tapak tangan, selama itu pula wanita itu telah menutup aurat.

Jenis Sandang Yang Tidak Menutup Aurat

Di sisi lain, kita pun tak dapat langsung main larang orang menjual atau memproduksi baju nan tak menutup aurat. Sebab kewajiban buat menutup aurat itu hanya berlaku pada loka eksklusif saja. Tidak pada setiap loka ada kewajiban buat menutup aurat bagi wanita.

Hanya apabila seorang wanita berada di hadapan laki-laki ajnabi nan bukan mahramnya saja dia diwajibkan buat menutup auratnya secara paripurna Sedangkan di hadapan wanita muslimah, atau di hadapan laki-laki nan masih mahramnya, wanita itu boleh menampakkkan sebagian auratnya.

Rambut, tangan, kaki, leher, telinga dan lainnya ialah aurat nan haram terlihatbuat laki-laki ajnabi, tetapi bukan termasuk aurat (boleh terlihat) di hadapan sesama wanita muslimah atau laki-laki mahram.

Lalu apakah kita mengharamkan seorang wanita memperlihatkan sebagain auratnya di hadapan sesama wanita muslimah? Apakah kita mengharamkan wanita terlihat sebagian auratnya di hadapan ayah, kakek, kakak, paman, keponakan, adik, anak, cucu, saudara sesususuan? Tentu tidak, bukan?

Maka kalau baju nan masih menampakkan aurat itu dikenakan saat seorang wanita ada bersama dengan mereka itu, maka hukumnya halal. Lalu mengapa kita mengharamkan sesuatu nan dihalalkan Allah?

Mengharamkan sesuatu nan hukumnya halal ialah perbuatan maksiat. Bahkan seorang nabi Muhammad SAW sekalipun, ketika melakukannya, ditegur langsung oleh Allah SWT. Bahkan teguran itu diabadikan di dalam Al-Quran AL-Kariem. Hingga sepanjang zaman hingga tiba kiamat, teguran itu tetap dibaca orang.

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa nan Allah halalkan bagimu? (QS. At-Tahrim: 1)

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Ekonomi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy