Jumlah Rakaat Kurang

Jumlah Rakaat Kurang

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ketika aku akan sholat berjamaah, aku masbuq dan bergabung pada rakaat kedua (ketika itu makmum kira-kira 5 orang termasuk saya), ketika pada akhir rakaat saya lupa berdiri lagi buat menambah rakaat nan kurang yaitu satu rakaat lagi, aku ingat kekurangan rakaat nya ketika selesai mengucapkan salam sehingga aku jadi bingung, setelah iman selesai doa saya di tegur oleh imam bahwa rakaat aku kurang sehingga aku di sarankan buat mengulang sholat saya. Mohon donasi Ustadz buat memberikan pemahamannya,

Syukron,

Wassalamu ‘alaikum

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Suyanto nan dimuliakan Allah swt

Apabila Anda baru menyadari bahwa Anda kekurangan raka’at tak lama setelah selesai shalat (seperti; tak lama setelah salam) atau dalam waktu nan tak terlalu lama maka hendaklah Anda mengerjakan kekurangan raka’at itu lalu mengerjakan sujud sahwi. Namun jika Anda baru menyadarinya setelah berlalu waktu shalatnya dalam waktu nan lama maka hendaklah Anda mengulangi shalat itu.—sumber al Lajnah ad Daimah lil Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ juz VII hal 135 – 136, no fatwa 12675. (www.islamlight.net)

Adapun loka dilakukan sujud sahwi maka telah terjadi disparitas pendapat dikalangan para ulama :

Para ulama Hanafi mengatakan bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam, baik disebabkan sebab adanya penambahan atau pengurangan didalam shalat namun jika seseorang melakukannya sebelum salam maka ia absah dan tak perlu mengulangnya. Pendapatnya ini didasarkan pada hadits nan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw melakukan shalat zhuhur 5 raka’at. Kemudian beliau saw ditanya,”Apakah ada penambahan didalam shalat? Beliau saw bersabda,’Ada apa?’ mereka mengatakan,’Engkau telah melakukan shalat (zhuhur) 5 rakaat.’ Kemudian beliau saw melakukan sujud (sahwi) dua kali sujud setelah dia salam.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Para ulama Maliki mengatakan bahwa sujud (sahwi) disunnahkan sebelum salam apabila disebabkan adanya pengurangan atau pengurangan dan penambahan sekaligus. Dan sujud sahwi dilakukan setelah salam apabila disebabkan penambahan saja.

Pendapat Imam Syafi’i nan baru ialah bahwa loka sujud sahwi ialah antara tasyahhud dan salam. Jika dia melakukan salam dengan sengaja maka hilang waktu buat sujud sahwi itu menurut perkataan nan sahih akan tetapi jika dia melakukan salam sebab lupa dan setelahnya berlalu waktu nan lama maka ia kehilangan juga—didalam pendapatnya nan baru—dan jika tak berlalu waktu nan lama maka dia tak kehilangan dan hendaklah dia melakukan sujud sahwi.

Para ulama Hambali mengatakan bahwa tak ada disparitas akan dibolehkannya sujud sahwi dilakukan sebelum atau setelah salam. Adapun disparitas dikalangan para ulama ialah pada nan paling afdhal dan utama. Yang paling afdhal ialah dilakukan sebelum salam sebab ia ialah penyempurna dari shalat dan ia bagaikan sujud-sujud didalam shalat kecuali dalam dua keadaan :

1. Sujud dikarenakan adanya kekurangan satu atau lebih rakaat dan ia telah mengucapkan salam sebelum sempurnanya shalat nan dilakukannya, sebagaimana hadits ‘Imron bin Hushain dan Abu Hurairoh didalam kisah Dzil Yadain, dan didalam hadits ‘Imron ddisebutkan,”Maka shalatlah satu rakaat kemudian salam kemudian sujudlah dua kali sujud lalu salam.”

2. Imam ragu tentang sesuatu didalam shalatnya kemudian ia mendasarkan shalatnya kepada apa nan paling diyakininya maka ia sujud sahwi setelah salam mengikuti nash hadits, sebagaimana hadits nan diriwayatkan dari Ali dan Ibnu Mas’ud,”Apabila salah seorang dari kalian ragu terhadap shalatnya maka berupayalah buat benar. Hendaklah ia menyempurnakannya kemudian melakukan sujud (sahwi) dua kali sujud.” (HR. Bukhori) – (al fiqhul Islami wa Adillatuhu juz II hal 1223 – 1225)

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy