Kafarat Pelanggaran Nazar Onani

Kafarat Pelanggaran Nazar Onani

Assalamualaikum ustz

Saya seorang nan ketagihan onani. Namun, aku tak pernah berbangga dengan perlakuan aku itu. Saya sesali setiap kali melakukannya kerana berdosa dan membuat Allah murka pada saya.

Akhir-akhir ini aku sudah bosan dengan sesalan aku dan bertindak buat bernazar agar aku tak akan mengeluarkan air mani aku dengan sahaja sehingga aku nikah. Namun hari demi hari aku kecundang, sering kali melakukan nya.

Jadi apakah aku perlu lakukan ustaz atas nazar saya? adakah aku perlu melakukan kafarah atas tindakan saya? minta donasi ustaz

Sekian, terima kasih

Waalaikumussalam Wr Wb

Terjadi perselisihan dikalangan para ulama tentang hukum Onani atau Masturbasi ini; diantara mereka ada nan mengharamkan, ada nan memakruhkan dan ada pula nan membolehkan. Namun demikian onani atau masturbasi ini termasuk muqoddimah zina nan dilarang Allah swt dan agar dijauhi oleh setiap muslim kecuali darurat.

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan nan keji. dan suatu jalan nan buruk.” (QS. Al Israa : 32)

Setiap orang nan terjebak didalam perbuatan ini bahkan menjadi sebuah Norma hendaklah berusaha semaksimal mungkin melepaskan diri darinya dengan mencari solusi-solusi berikut: menikah, mempebanyak puasa, menjaga pandangan, mempelajarai bahaya perbuatan tersebut dari sisi kesehatan serta memohon pertolongan kepada Allah swt agar dijauhkan darinya. (baca : )

Apa nan Anda lakukan dengan bernazar buat tak melakukan perbuatan onani ialah sebuah upaya Anda buat menghindari perbuatan tersebut meskipun sebenarnya nazar buat sesuatu nan diperintahkan tidaklah dianjurkan, sebagaimana apa nan diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian bernadzar, sebab nadzar sedikitpun tak akan merubah takdir, hanysanya nadzar itu buat mengeluarkan sesuatu dari orang bakhil.”

Akan tetapi jika Anda telah bernazar buat tak melakukan perbuatan nan dilarang (maksiat) maka diharuskan bagi Anda buat menunaikannya, sebagaimana apa nan diriwayatkan Imam Bukhori dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa nan bernazar buat mentaati Allah, maka ia wajib menaati-Nya dan barangsiapa nan bernazar buat maksiat terhadap Allah maka ia tak boleh maksiat terhadap-Nya.”

Dengan demikian setiap kali Anda melanggar nazar buat tak melakukan onani hingga menikah maka Anda harus membayarkan kafaratnya dengan kafarat sumpah, berdasarkan apa nan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Uqbah bin ‘Amr bahwa Nabi saw bersabda,”Kafarat nazar ialah kafarat sumpah.”

Diwajibkan bagi Anda memberi makan 10 orang miskin, atau memberi baju kepada mereka atau membebaskan budak. Akan tetapi jika itu semua tak disanggupinya maka diharuskan baginya berpuasa tiga hari.

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : “Allah tak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu nan tak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah nan kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, adalah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan nan biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi baju kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tak sanggup melakukan nan demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. nan demikian itu ialah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. Al Maidah : 89)

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy