Keajaiban Bersedekah

Keajaiban Bersedekah

Jika kita kehilangan sesuatu, baik barang-barang, dokumen-dokumen berharga ataupun sesuatu nan penting, tentunya membuat kita dongkol maupun jengkel. Biasanya sesuatu nan hilang itu terjadi, sebab kecerobohan kita maupun adanya tindak kriminal nan dilakukan orang lain pada kita.

Terkadang ketika kita kehilangan sesuatu nan sangat kita cintai itu, biasanya perasaan menjadi bingung ataupun bersedih hati meratapi nan telah terjadi, bahkan tak sporadis ada nan berongsang tiada terkendali. Hayati memang serangkaian masalah nan tentunya diperlukan kearifan sikap kita menyelesaikan masalah tersebut.

Saya pun jadi teringat film anak-anak dari Iran, yaitu Children of Heaven, (film Iran karya Majid Majidi nan mendapatkan berbagai penghargaan film internasional ) bercerita tentang seorang kakak nan telah menghilangkan sepatu adiknya dan berusaha mencarikan gantinya.

Terinspirasi dari film itu, aku pun jadi teringat kisah aku ketika kehilangan sesuatu nan berharga dan digunakan dalam aktifitas keseharian, berikut kisahnya:

Setahun nan lalu waktu istirahat siang, setelah melakukan sholat dzuhur di masjid, tiba-tiba handphone (hp) aku berdering, rekan kerja memberitahukan bahwa motor aku dicuri orang.

Spontan aku terkejut, sambil berlari kecil aku pun ke loka kejadian di kantor. Suasana loka kantor aku tiba-tiba menjadi ramai sebab rekan-rekan kerja berkumpul membincangkan motor aku nan akan dicuri orang dan berkumpul di lokasi kejadian.

Setelah sampai di lokasi, terlihat kendaraan motor aku siap meluncur ke jalan, kebetulan sebelum kejadian, motor diparkir dekat pintu gerbang kantor. Paras aku pun pucat pasi, seingat aku motor tadi sudah dikunci, baik kunci biasa maupun kunci ganda di ban depan maupun ban belakang.

Astaghfirullah motor mau dicuri, ucap aku dalam hati. Dampak ulah pencuri, semua pengaman motor berupa kunci telah hilang juga dirusak pencuri, nan tinggal hanya kunci pengaman bagian belakang. Setelah tenang, teman-teman menyarankan agar motor segera di bawa ke bengkel motor, agar kunci bisa diperbaiki kembali dan motor bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Dengan diantar rekan kerja, aku pun berangkat ke bengkel. Sepanjang perjalanan, aku pun bersyukur, mengucapkan Alhamdullilah. Pertolongan Allah masih menaungi hambamu ini, ucapku dalam hati, sembari mengenang keutamaan sedekah bisa menolak bala.

*** Musibah motor mau hilang ini, mengingatkan aku bahwa sebelum musibah ini terjadi pada saya, ada satu episode hayati nan memberikan pelajaran bagi saya, agar hati-hati dalam menjaga sesuatu. Kisahnya berupa dompet aku dicopet di angkotan kota.

Waktu itu kejadiannya berlangsung di pagi hari jam kerja, dengan Norma aku sebelum mempunyai sepeda motor berangkat kerja memakai angkotan kota (angkot), di Bandung angkot jumlah penumpang ada nan harus tujuh-lima, dalam artian berpenumpang tujuh di loka duduk sebelah kanan, dan kiri berjumlah lima sampai penuh, aku sendiri tidak sadar ketika dompet hilang di angkot itu, tersadar waktu turun dari angkot, Astaghfirullah dalam hati.

Dengan berusaha ikhtiar buat mendapatkan kembali, dengan jalan melaporkan kejadian ke kantor polisi. Tentu dibarengi dengan penilaian diri, mengapa kejadian ini terjadi? Setelah ikhtiar di lakukan tentunya dibarengi dengan dzikir- maupun doa kepada Allah Swt, agar dompet dapat kembali dan tentunya hikmah kejadian tersebut bisa merupakan ujian hayati ataupun kecerobohan aku pribadi.

Satu keajaiaban pun kembali aku alami, dompet nan hilang ternyata ditemukan kembali, sepekan setelah kejadian terjadi, kabar itu disampaikan oleh rekan kerja lewat telepon, nan memberitahukan bahwa dompet beserta uang memang sudah hilang akan tetapi surat-surat dan dokumen-dokumen masih ada dan ditemukan di jok kursi depan angkot nan berbeda dengan angkot nan biasa aku pakai.

Yang lebih membuat aku takjub, angkot tersebut sedang berada di bengkel sebab terkena musibah kecelakaan dan nan menemukan dokumen di dompet nan hilang itu, pekerja nan memperbaiki angkot, seorang bapak-bapak, usianya empat puluh tahunan ke atas.

Subhanallah, ternyata beliau menceritakan kronologis kejadian ditemukannya dokumen-dokumen nan hilang. Dengan kejujuran dan kepolosan bapak ini, aku pun tidak lupa memberikan sedekah, beliau pun menerima sembari mengucapkan terima kasih, aku pun tersenyum sambil berjabat tangan.

*** Tentu hikmah kejadian-kejadian ini, mengingatkan aku dari sebuah hadis: Abu Hurairah r. A. Berkata bahwa Rasulullah Saw, bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit. Engkau mendamaikan dua orang (yang berselisih) ialah sedekah, menolong seseorang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan ialah sedekah, kata-kata nan baik ialah sedekah, setiap langkah kaki nan kau ayunkan buat shalat ialah sedekah, dan engkau menyingkirkan aral dari jalan ialah juga sedekah. €� (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim). Sandimuda@yahoo. Com Bandung 22 Agustus 2007

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy