Kejujuran Yang Sesat

Kejujuran Yang Sesat

Mungkin ada rekan nan pernah mengulas mengenai acara nan ditayangkan di salah satu tv partikelir mengenai seorang selebritis kita nan membuka jilbabnya setelah bertahun-tahun menggunakannya, dengan tema pernikahan nan kontraproduktif.

Tapi disini, nan aku bahas mengenai konklusi dari selebritis tersebut ialah mengenai kejujuran. Baik jujur terhadap diri sendiri maupun terhadap Allah SWT.

Ia mengaku dan merasa selama ini saat menggunakan jilbab, tak merasa menjadi dirinya sendiri. Saat melihat ke cermin, dia selalu bertanya , siapa sih orang ini? Dan setiap dia muncul di event tertentu, setiap jawabannya selalu harus disesuaikan dengan kondisi dirinya nan telah berjilbab. Intinya, dia merasa tak jujur.

Saat mendengar pengakuan tersebut, langsung aku berkata "Astaghfirullah", Apakah memang setiap manusia harus jujur dengan impulse dan godaan nan datang padanya? Apakah setiap laki-laki nan berhasrat pada perempuan nan bukan muhrimnya harus memuaskan hasratnya setiap saat pada sembarang perempuan dengan dalih "saya hanya ingin jujur saat aku berhasrat?"

Lalu bagaimana dengan kaum homoseksual, lesbian, pembunuh, pemerkosa, perampok,dll. Apakah mereka bisa menjalankan keinginannya dengan sekedar dalih "KEJUJURAN?" Jujur aku pengen berhubungan dengan sesama jenis, jujur aku pengen memperkosa si A, jujur aku pengen memukul kamu saat kesal, jujur aku pengen merampok kamu sebab kesal melihat kesenjangan harta kita, dll. Itu semua ialah kejujuran, tapi apa kesemuanya itu diperbolehkan baik oleh agama maupun kebiasaan nan ada?

Kemudian mengenai pengaturan statement nan disesuaikan dengan kondisinya nan telah berjilbab, kalau statementnya memang baik, hijab ataupun tidak, tak mempengaruhi dari statement nan ia keluarkan. Bukankah kita memang diwajibkan buat selalu berkata dan berkelakuan nan baik? dan ini ialah kewajiban sebagai bagian dari ketakwaan kita terhadap Allah SWT, dan bukanlah suatu pilihan nan bisa seenaknya ditinggalkan,Masya Allah..

Tapi melihat dari para host acara tersebut nan berpakaiannya pun tak layak, si selebritis tersebut malah seperti disupport atas "kejujurannya" tersebut dan bukannya dikritisi atas sikapnya nan seenaknya menuruti hati tanpa berlandaskan etika dan agama.

Mungkin inilah nan membuat bangsa kita semakin terpuruk, hal nan dihalalkan seperti poligami,dll , pelakunya malah dihujat sedangkan saat hal nan diharamkan seperti hamil di luar nikah dan buka-buka aurat  malah disanjung dengan dasar "KEJUJURAN". Naudzubillah min Dzalik….

Oase iman

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy