Kenapa Harus Tanah?

Kenapa Harus Tanah?

PAGI itu aku ingat, aku kehilangan sebelah sepatu. Bingung mencari-cari, kemudian aku ingat dengan keberadaan anjing di villa ini. Villa nan kami sewa buat acara pelatihan kepemimpinan.

Saya menaruh curiga dengan anjing tersebut, pasalnya semalam selepas maghrib ia juga menggigit sepatu teman aku lalu membawanya ke bawah pohon tempatnya bermain. Segera saja menghampiri loka nan dimaksud dan benar, ada sebelah sepatu aku nan hilang tergeletak dengan bekas gigitan dimana-mana.

Segera mungkin aku membasuhnya dengan air, sabun kemudian tidak lupa juga dengan tanah. Teman disamping aku keheranan, “bukannya tadi sudah memakai sabun ya? Kenapa pake tanah juga? Sekarang kan udah ada sabun jadi ga usah pake tanah juga enggak apa-apa, pas jaman Rasulullah kan belum ada sabun jadi pakenya tanah.”

Terang saja aku kelimpungan. Namun aku masih ingat dengan sedikit klarifikasi dari guru aku semasa SMA, ada beberapa hal nan aturannya tak dapat dirubah walau teknologi telah berkembang pesat.

Ternyata hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun nan lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif buat menempel dan inheren pada dinding sebuah wadah.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya nan menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan Hadits Rosulullah berikut,

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing ialah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Tanah, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi nan bisa membunuh kuman-kuman, yakni tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan buat proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur nan efektif dalam membunuh kuman. Anda juga akan terkejut ketika mengetahui tanah pekuburan orang nan meninggal sebab sakit aneh dan keras, nan Anda kira terdapat banyak kuman sebab penyakitnya itu, ternyata para peneliti tak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut Muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur nan cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman.

Karena molekul-molekul nan terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan.

Tanah juga mengandung materi-materi nan bisa mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut. Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar sebab disparitas dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan anjing bisa menularkan virus tocks characins, virus ini bisa mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Itulah mengapa Rasulullah SAW memerintahkan kita buat menggunakan tanah sebagai salah satu pembersih dari wadah atau loka nan terkena liur anjing. Subhanalloh, rancangan nan begitu dahsyat meski saat itu teknologi kesehatan belum mengalami kemajuan seperti sekarang. (fzl/berbagaisumber)

Hikmah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy