Kereta Surga

Kereta Surga

Kendaraan pribadi merupakan pelengkap kehidupan nan menunjang aktifitas. Bahkan Rosululloh sendiri menyampaikan salah satu nan mengindikasikan kebahagian hayati seseorang ialah dengan dimilikinya kendaraan. Tapi memiliki kendaraan pribadi apalagi mobil bukanlah perkara gampang buat ukuran masyarakat Kita, sebab harganya nan sangat mahal dan daya kemampuan ekonomi nan rendah.

Sehingga wajar kalau kendaraan generik di Negara Kita paling lengkap sedunia, bayangkan saja dari mulai delman, ojek, angkot, bemo, bis dan lain sebagainya ada di negeri Kita. Namun tak demikian bagi rakyat negeri jiran Malaysia, mereka sangat mudah buat memiliki mobil (disebut kereta) bahkan keluaran terbaru sekali pun.

Di Malaysia, seluruh warga pribumi (tempatan) diberikan kemudahan dalam memiliki mobil melalui kredit dengan cicilan nan nisbi terjangkau dan tanpa uang muka serta dengan suku kembang nan sangat rendah. Tak heran jika warga Malaysia sangat royal dalam memiliki kendaraan, ada pemandangan nan cukup mengagetkan ketika Saya sekeluarga menyusuri pedalaman Johor.

Di tengah-tengah kebun sawit berderet rumah-rumah sederhana nan terbuat dari kayu, tapi di halamannya berderet mobil-mobil mewah. Kondisi ini memberikan laba pada Kami sebagai warga pendatang buat memiliki kereta bekas dengan harga sangat murah.

Kami pernah membeli mobil seharga satu juta saja, bahkan seorang teman ada nan dikasih begitu saja. Jadilah para mahasiswa Indonesia ini keren bermobil ria, walaupun mobil tua.

Walaupun kereta tua tapi daya jelajahnya cukup tinggi, sering membuat warga tempatan terheran-heran, beraninya memandu kereta tua macam tuh ke tempat-tempat jauh, malam pula, seloroh mereka. Banyak cerita ajaib atau apa ya disebutnya? nan dialami kereta-kereta tua ini nan digunakan dalam aktifitas Dakwah.

Ada seorang teman nan memiliki kereta tahun 70-an, suatu malam Dia mengisi ta’lim ke loka nan cukup jauh. Ketika pulang accu nya bermasalah sehingga kereta itu berjalan tanpa nyala lampu satu pun, bahkan kereta itu tak dapat distater lagi kalau sudah berhenti. Walkisah sang sopir si empunya kereta harus berusaha supaya kereta itu tak berhenti mendadak, dan harus berjalan dalam kegelapan malam.

Sepanjang jalan Dia dan istrinya tak lepas berzikir dan berdo’a buat keselamatan, Subhanalloh atas izin Allah sampai juga di rumahnya dengan selamat tak kurang suatu apapun. Ada kisah lain dengan kereta nan lebih tua lagi, suatu hari Kami harus datang ke loka nan sangat jauh sekitar 100 Km buat mengadakan seminar.

Nah teman nan satu ini lupa membayar pajak mobil, dia baru ingat ketika sudah dalam perjalanan. Di Malaysia sini sering sekali ada razia mobil nan tak bayar pajak, kebetulan hari itu ada razia. Kalau sampai kena razia harus bayar saman sekitar Rm 500. Teman beserta keluarganya sudah pasrah niscaya kena saman. Tapi subhanalloh tak kena padahal polisi mengawasi terus dan memberhentikan kendaraan. Alhamdulillah semuanya mengucap syukur akan pertolongan Allah.

Masih ada kisah lain tentang kereta tua, diluar kelaziman rakyat tempatan. Kami memilki seorang sahabat nan sangat luar biasa ditengah ujian nan dihadapinya. Sang suami menderita stroke sehingga tak dapat berjalan, beliau memiliki sebuah kereta Van. Kereta ini menjadi andalan Kami buat digunakan dalam aktifitas dakwah sebab dapat menampung banyak orang.

Kalo Kami pinjam kereta ini, si empunya kereta sudah mengisi bensin penuh. Kalo Kami isi lagi bensin beliau akan marah. “Kenapa anta tidak memberikan kesempatan kepada Saya buat berjihad di jalan Allah. Hanya kereta ini nan Kami miliki silahkan gunakan buat Dakwah”, begitu katanya dengan mata berkaca-kaca. Bahkan sekarang kereta ini digunakan sepenuhnya buat Dakwah.

Mungkin di hadapan manusia kereta-kereta tua ini tak ada harganya, hanya dianggap seonggok barang rongsokan. Kalah mentereng dengan mobil-mobil mewah keluaran terbaru. Tapi tak dihadapan Allah, sebab kereta-kereta tua ini digunakan buat tujuan kudus “menyeru manusia ke jalan Allah”. Berkat kereta-kereta tua ini cahaya islam kembali bersinar dari balik pohon-pohon sawit, di tengah ladang nanas bahkan di tengah-tengah kandang ayam.

Berkat kereta tua ini berapa ratus orang nan kembali dalam pelukan Islam merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah dan kembali merasakan indahnya jalinan ukhuwah. Dapat jadi Kereta ini kelak akan menjadi kereta syurga. Wallohu’alam

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy