Ketenangan Itu Ada Dalam Ramadhan

Ketenangan Itu Ada Dalam Ramadhan

Manusia mana nan tak merasa gembira, bahagia dan suka cita ketika menyambut datangnya Ramadhan, pastilah semua senang menyambutnya. Semua itu sebab kita sebagai manusia niscaya akan kembali pada titik-titik eksklusif dimana kita akan kembali mencari induk kita, pencipta kita, Rabb kita, yakni Allah SWT.

Ada masanya dimana kita akan sangat merindukan pencipta kita, dan pastilah kita akan kembali pada Nya di akhir perjalanan kehidupan kita. Dan inilah saatnya, perasaan rindu itu muncul ke permukaan, perasaan nan terpendam jauh di dasar samudra bernama hati kini perlahan menampakkan cahayanya.

Semua rumah Alloh baik nan di tengah pusat kota bahkan di pelosok-pelosok negeri nan tidak pernah dijamah pun kini penuh diisi oleh para pencari Tuhan nan sedang kehausan mencari air keimanan nan selama ini sulit digapai. Bagai jiwa nan brgejolak, mereka berlari, berbaris ingin menempati shaf terdepan, mengantri dengan sabar buat bisa bertemu denganNya.

Mereka temukan ketenangan di sana, ya ketenangan dari seluruh persoalan global nan menghimpit, ketenangan dari hingar bingar nan tidak hentinya menyambar, ketenangan jiwa dan ruh buat kembali kepada fitrahnya.Ada ketenangan nan kita cari selama ini, dan hanya ada dalam Ramadhan-lah kita dapat menemukannya.

Mereka menanggalkan sementara urusan global mereka demi berdiri tegak buat menatap paras sang penciptanya. Mereka rela berpeluh keringat, hanya demi sebait kerinduan nan selama ini mereka nantikan. Tak pandang si kaya atau si miskin, si elok atau si jelek rupa, semua sama di hadapan Nya kini, semua berlomba memuji, mengagungkan, memohon padaNya dan berlomba bermunajat padaNya buat mendengarkan kisah kerinduannya nan dipendamnya selama ini.

Setahun lamanya menanti dan Alloh hanya ciptakan satu rendezvous dalam satu bulan bernama Ramadhan buat menjamu para tamuNya dengan suguhan kenikmatan nan tiada tandingannya.

Marhaban yaa Ramadhan.

Bulan mulia itu telah datang, mari rengkuh ia, dan jangan biarkan ia pergi begitu saja. Mari raih kenikmatan di dalamnya. Ada cinta di sana, ada afeksi bagi sesama, ada kepedulian buat semua, dan ada kesucian yang fitri pada akhir perjalanannya.

Marhaban yaa Ramadhan.

Biarkan jiwa ini menemui penciptanya, dibelai mesra dan dimanjakan oleh kenikmatan yanag hakiki. Bebaskan segenap penat dan gundah gulana, berikan kepada Nya, dan rasakan ketenangan saat hati kita dekat dengan Nya, saat raga tunduk pada semua anggaran Nya..

Yaa Rabb, jadikan sepuluh hari pertama ramadhan ini sebagai ramadhan nan penuh keberkahan, limpahan ramat dan kasih sayang, dan sampaikan pula kepada fase ramadhan sepuluh hari kedua, dimana maghfiroh Mu nan luas senantiasa membelai dan merengkuh kami atas segala kesalahan kami, dan jadikan kami sebagai pemenang finalis ramadhan di sepuluh hari terakhir Mu ya Alloh, sebab kami berharap tidak terjangkau oleh jilatan barah neraka.

Aamiin.

(Anggota FLP Sangatta)

Oase iman

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy