Ketika Sekolah Ideal Itu Kudapatkan

Ketika Sekolah Ideal Itu Kudapatkan

Sangat susah mencari sekolah ideal. Dimana-mana sekolah menawarkan nan terbaik, dan setiap sekolah ternyata setelah dikaji ulang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebetulnya nan dicari orang tua itu apa dan bagaimana tergantung dari pada ekspektasi dan asa orang tua pada sang anak itu sendiri sinkron dengan latar belakang keluarga, pendidikan dan agama orang tua si anak.

Bila orang tua nan bersangkutan memilki agama nan cukup baik dan berlatar belakang pesantren mungkin cenderung memasukkan anaknya ke pesantren. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga orang tua nan menyekolahkan anaknya ke pesantren dengan alasan tidak ingin “diganggu” oleh anaknya alias kedua orang tua sangat sibuk sehingga lebih baik anaknya dibuang ke pesantren, karena kesibukan dari kedua orang tua. Saya sendiri memiliki pengalaman mencari sekolah dan berakhir pada suatu konklusi bahwa sebuah sekolah tak bisa memenuhi semua nan kita inginkan. Walaupun kita untuk sekolah sendiri pun tak mampu memenuhi apa nan kita inginkan sepenuhnya. Semakin tinggi tingkatan kemampuan ekonomi dan pendidikan orang tua nan bersangkutan, maka semakin tinggi juga baku nan ditetapkan dalam mencari sebuah sekolah.

Kekecewaan ialah bagian dari proses meletakkan anak di sebuah sekolah. Bila kekecewaan terlalu dipikirkan akan membuat sakit hati nan semakin dalam dan ketidakpuasan akan berakibat menjadi komplain nan hiperbola nan sering kali mengganggu pembelajaran si anak di sekolah dimanadia belajar. Saat ini setelah berbagai Negara dan berpuluh-puluh sekolah dimasuki dan dipelajari, bahkan sampai aku akhirnya membuat sekolah sendiri, aku sampai pada suatu titik konklusi akhir bahwa sekolah yangsaya cari letaknya ialah di hati. Akirnya aku mendapatkan sekolah nan aku dapatkan, bukan nan aku inginkan, dan akhirnya aku mendapat kepuasan terhadap sekolah buat anak aku serta merasakan idealnya sebuah sekolah nan didapatkan dengan mengurus hati terlebih dahulu buat siap menerima segala kelebihan dan kekurangan sebuah sekolah dan menambahkan apa nan kurang dari sekolah tersebut dengan tambahan dari rumah dari diri aku sendiri dan suami saya.

Sekali lagi aku katakan bahwa akhirnya aku mendapatkan sekolah nan aku dapatkan, bukan nan aku inginkan. Saya terpikir dengan sebuah ayat Al Quran nan mengatakan:

"…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat jelek bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tak Mengetahui." (QS: Al Baqarah: 216).

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy