Kewajiban Membaca Al-Quran

Kewajiban Membaca Al-Quran

Assalamualaikum ustaz,Saya ingin menanyakan apakah nan mendasari kewajiban muslim/at membaca Al-Quran? Hal ini sehubungan dengan teman dekat aku nan meyakini bahwa kita cukup membaca terjemahannya saja tanpa perlu membaca Al-Quran (arabic). Apakah ada dalam surat di Al-Quran itu sendiri atau hadist mengenai kewajiban ini? Atas jawaban ustaz aku ucapkan terima kasih.

Salam

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Membaca Al-Quran Al-Kariem merupakan kewajiban tiap muslim, paling tak di dalam shalat. Yaitu surat Al-Fatihah nan wajib dibaca saat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu.

Adapun perintah buat membaca Al-Quran, tentu saja begitu banyak kita dapati di dalam dalil-dalil. Di antaranya ialah firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Hai orang nan berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS Al-Muzzammil: 1-4)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa nan telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah ialah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa nan kamu kerjakan. (QS Al-Ankabut: 45)

.karena itu bacalah apa nan mudah dari Al-Qur’an… (QS Al-Muzzammil: 20)

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (Al-Qiyamah:17-18)

Selain itu di dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, kita menemukan begitu banyak dalil nan memerintahkan kita buat membaca Al-Quran, bahkan diberi semangat dengan pahala nan berlipat, meski kita tak memahami apa nan kita baca itu. Di antaranya nan paling populer adalah:

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول ألم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa membaca satu huruf dari Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR Tirimizy dan Baihaqi)

Al-Quran nan Berbahasa Arab

Seluruh ulama dan umat Islam sepakat bahwa nan disebut dengan Al-Quran ialah nan berbahasa Arab, bukan terjemahnya. Terjemah dari Al-Quran bukan Al-Quran. Sehingga bila terjemahan itu dibaca, tak mendatangkan pahala secara khusus.

Berbeda dengan teks aslinya dalam bahasa Arab nan mendatangkan pahala. Tiap hurufnya mendatangkan pahala nan dilipat-gandakan dengan 10 kebaikan.

Bukti bahwa terjemahanan itu bukan Al-Quran ialah bahwa terjemahan itu mungkin saja bhineka antara satu versi dengan versi lainnya. Setiap negeri dapat saja punya terjemahan Al-Quran nan berbeda-beda.

Padahal nan namanya kitab kudus itu tak boleh berubah-ubah dan berbeda-beda. Jangan samakan Al-Quran sebagai kitab kudus dengan komik Tin-tin nan diterjemahkan ke sekian puluh bahasa. Sementara tiap bahasa punya rasa nan berbeda-beda. Disparitas rasa bahasa ini tentu saja sangat mempengaruhi makna dan pengertian.

Bila suatu buku diterjemahkan ke dalam bahasa lain, ada sekian banyak rasa bahasa nan hilang di dalamnya. Otomatis pesan-pesan nan terkandung di dalamnya akan mengalami korupsi dan degradasi.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Alquran

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy