Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun

Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun

Assalamu’alaikum wr. Wb

Pak ustad, apabila salah satu rukun khutbah jum’atditinggalkan contohnya khotib lupa/tidak membaca sholawat nabi:

1. Apakah absah khutbah & sholat jum’atnya

2. Apayanghrs aku lakukan dengan hal tersebut di atas

Mohon penjelasannya atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Setiap ibadah punya rukun nan harus dipenuhi. Dan nan disebut dengan istilah rukun ialah kerangka atau batang tubuh. Bila salah satu di antara rukun itu hilang atau tak terpenuhi, yah apa boleh buat, maka ibadah itu gagal alias batal dengan sendirinya. Ibadah itu menjadi tak absah buat dilakukan.

Khusus dalam khutbah Jumat, ada beberapa rukun nan telah disepakati oleh para ulama. Jumlahnya ada lima perkara. Jangan sampai satu dari lima perkara itu sampai tak dikerjakan, akibatnya nanti dapat fatal. Shalat jumatnya menjadi tak absah juga.

Maka sebagai khatib jumat, seseoang perlu belajar fiqih terlebih dahulu, tak asal naik mimbar seenaknya. Jangan asal mentang-mentang pandai ceramah, lalu disamakan saja antara ceramah biasa dengan khutbah Jumat.

Demikian juga dengan takmir masjid, harus pilih-pilih khatib dengan cermat dan teliti. Pastikan khatib nan diundang ialah khatib nan setidaknya menguasai ilmu syariah, minimal dia mengetahui fiqih shalat jumat.

Juga jangan lupa buat selalu siap memasang khatib cadangan nan siap buat menggantikan, bila terjadi apa-apa nan tak diinginkan, misalnya khatib undangan malah tak memenuhi rukun khutbah jumat.

Rukun Khutbah Jumat

Khutbah Jumat itu terdiri dari khutbah, yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Di antara keduanya, ada duduk sejenak.

Di dalam kedua khutbah itu, setidaknya sine qua non lima rukun nan harus terpenuhi, yaitu:

1. Mengucapkan hamdalah

2. Mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad SAW

3. Berwashiyat

4. Membaca sepotong ayat Al-Quran Al-Kareim

5. Mendoakan atau memintakan ampunan untuk umat Islam.

Jadi kalau merunut pertayaan anda, ada khatib nan tak membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW, maka jelas sekali bahwa khutbah Jumat itu kurang satu dari lima rukunnya. Akibatnya, khutbah itu menjadi tak sah.

Konsekuensinya, khutbah itu harus diulang lagi dari awal, sebelum shalat jumat dilaksanakan.

Yang mengulanginya dapat saja sang khatib sendiri, di mana setelah dia turun dari mimbar, sine qua non nan mengingatkan bahwa dia lupa membaca salah satu rukunnya, maka kalau dia elegan, dia akan naik lagi dan spesifik membaca shalawat kepada nabi SAW.

Tapi dalam kondisi tertentu, boleh saja takmir masjid naik mimbar menyelamatkan shalat jumat itu agar menjadi sah. Cukup naik mimbar dan waktunya tak lebih dari 30 detik saja. Karena hanya mengucapkan alhamdulillah, wasshashalatu wassalamu ‘ala rasulillah, ittaqullah, qul huwallahu ahad dan allahummaghfir lilmukminina wal mukminat.

Itu saja dan selamatlah shalat jumatnya orang satu masjid penuh. Tentu ini hanya mungkin dilakukan oleh mereka nan paham ilmu fiqih, khususnya fiqih shalat jumat.

Tidak terbayang seandainya khatib, imam atau takmir masjid, semua ialah orang awam nan tak mengerti hal-hal seperti itu. Apa jadinya hukum shalat jumat mereka.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Shalat

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy