Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hayati Dengan Sunnah Rasulullah Saw?

Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hayati Dengan Sunnah Rasulullah Saw?

Rasulullah Muhammad Saw ialah nabi terakhir nan ditunjuk oleh Allah Swt buat menegakkan agama Islam di global sebagai petunjuk bagi umat manusia sebelum menghadapi hari akhir. Nabi Muhammad Saw ialah pemimpin, pemberi petunjuk dan panutan bagi kaum Muslimin. Tindakan-tindakannya, secara pribadi maupun di depan publik, selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt sehingga ia menjadi lambang bagi orang nan berbudi luhur, berperilaku dan berkarakter mulia.

Rasulullah Saw dicintai dan dihormati oleh generasi pertama kaum Muslimin nan meniru, mengagumi dan mencontoh perbuatan serta sikap Rasulullah Saw dalam kehidupan mereka sehai-hari. Dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 31 disebutkan;

"Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, pasti cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah ialah Maha Pengampun lagi penyayang."

Kecintaan dan afeksi Allah Swt pada seorang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, tergantung pada taraf kecintaan dan kepatuhan seorang mukmin pada Rasulullah Muhammad Saw. Kecintaan dan kepatuhan itu harus tercermin dalam cara hayati mereka dengan mencontoh kebiasaan, kualitas dan kepribadian Rasulullah Saw.

Kaum Muslimin menghadapi tantangan dan tekanan nan berat buat memegang teguh keyakinan mereka atau keyakinan itu akan luntur oleh gaya hayati sekular. Berbeda dengan zaman Rasulullah Saw, para sahabat secara otomatis dan dengan sepenuh hati menjalankan Sunnah Rasulullah Saw. Sekarang, zamannya sudah berubah, menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi banyak kaum Muslimin. Beberapa faktor nan mempengaruhinya antara lain;

  1. Modernisasi Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, penerbangan, teknologi dan industrialisasi membuat kehidupan menjadi serba cepat dan riuh. Seseorang akan dipandang antik atau primitif jika memiliih menerapkan metode-metode nan usang, nan ditemukan berabad-abad nan lalu dan bukan metode hasil inovasi riset nan modern, berdasarkan data dan inovasi ilmiah. Di jaman modern ini, para lelaki Muslim lebih bahagia mencukur jenggotnya daripada menumbuhkan jenggot.
  2. Tekanan Lingkungan dan Budaya Korporat Di jaman sekarang hampir setiap orang bekerja buat mencari nafkah-mulai dari orang-orang tua, kaum perempuan, remaja bahkan kadang anak-anak. Kehidupan mereka hanya berkutat di seputar bagaimana mengejar karir dan menapaki jenjang karir di perusahaan. Orang enggan berkompromi terhadap karir mereka ketika praktek-praktek sunnah menjadi hambatan dalam karir mereka. Contohnya, seorang muslimah mungkin tak diijinkan mengenakan hijab di tempatnya bekerja atau harus protes dulu agar ia boleh mengenakan rok panjang sinkron ajaran Islam.
  3. Tradisi dan Budaya Banyak kaum Muslimin nan ingin mempraktekkan ajaran Islam harus menghadapi tekanan dari generasi Muslim nan lebih tua dalam lingkungan etnis maupun geografis mereka. Generasi tua itu kadang memberikan preferensi tentang Sunnah Rasulullah nan sudah dicampuradukkan dengan budaya mereka.
  4. Invasi Teknologi Peralatan teknologi dan informasi nan berkembang sekarang ini memungkinkan gambar-gambar, rekaman video dan material lainnya ditonton dan dinikmati bersama orang lain di manapun, kapanpun. Tak terkecuali material-material nan eksplisit dan tak layak disaksikan. Kaum Muslimin zaman sekarang ditantang buat menjalankan Sunnah Rasulullah di tengah maraknya rekaan terhadap Islam dan kaum Muslimin itu sendiri. Misalnya, bagaimana seorang lelaki Muslim tertantang buat menundukkan pandangannya ketika melihat gambar-gambar perempuan nan provokatif nan bertebaran di sekeliling mereka bahwa di telepon genggam saat mereka sedang membaca informasi-informasi.
  5. Kelompok-Kelompok Islam nan Menyimpang Kaum Muslimin harus berhati-hati sebab banyak kelompok-kelompok Muslim nan tergelincir melakukan defleksi ajaran Islam dan melakukan bid’ah. Seseorang nan melakukan tindakan nan tak ada dasar ajarannya dalam Islam dan tak pernah dicontohkan Rasulullah maka ia sudah jauh dari sunnah.

Mengatasi tantangan-tantangan itu agar kita tetap berpegang pada Sunnah Rasulullah Saw bukan pekerjaan nan gampang bagi umat Islam di zaman sekarang ini. Mereka bukan hanya harus menjaga keyakinan agama mereka dari gerusan modernisme dan dari godaan duniawi tapi juga harus berjuang melalui perbuatan dan konduite mereka buat membuktikan bahwa Islam ialah agama nan praktis dan mudah diimplementasikan dalam situasi zaman apapun.

Tantangan Kehidupan Modern Bagi Muslimah

Sekarang ini, banyak Muslimah nan taat menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan keseharian mereka, terjun ke global dakwah. Para Muslimah ini juga begitu bersemangat buat tetap memelihara dan mengikuti Sunnah Rasulullah, terutama nan berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai perempuan.

Islam memberi garis batas tegas soal gender. Misalnya, menunaikan salat di masjid lebih disarankan bagi kaum lelaki Muslim dan bukan bagi kaum perempuan. Para Muslimah oleh karena itu, harus mencontoh kehidupan para perempuan dalam lingkungan Rasulullah Saw, nan mematuhi dan mempraktekkan agama Islam berdasarkan bimbingannya, buat mendapatkan tuntunan dalam menerapkan Sunnah Rasulullah Saw dalam konteks kehidupan di masa kini.

Para perempuan mulia di lingkungan Rasulullah Saw nan paling primer dijadikan panutan ialah para isteri dan anak-anak perempuan Rasulullah Saw. Beberapa diantara mereka memiliki keahlian nan mumpuni dalam masalah hukum Islam.

Di jaman sekarang, tantangan terbesar bagi kaum perempuan dalam level dunia ketika mereka memilih buat menerapkan Sunnah Rasulullah sebagai cara hayati mereka adalah, anggapan nan menyebutkan bahwa kaum lelaki dan Islam telah menindas kaum perempuan dan memaksa para perempuan buat berpakaian serba sederhana serta anggapan bahwa perempuan seharusnya lebih fokus pada pekerjaan rumah tangga dan keluarga mereka, bukan pada karir atau pekerjaan di luar rumah.

Banyak Muslimah nan mematuhi Sunnah Rasulullah dan berkeinginan buat menerapkan cara-cara hayati nan Islami. Tetapi, kesalahpahaman tentang kaum perempuan dalam Islam, nan dilakukan oleh media dan kelompok-kelompok nan berbasis gender membuat kesalahpahaman dan stereotipe nan tak sahih terpelihara.

Kiat Sukses Hayati Bersama Sunnah Rasulullah Saw

Tidak ada metodologi nan instan dan serba cepat agar kita dapat menjaga dan menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, di masa kini dan seterusnya. Tapi butuh taktik nan luas dalam jangka panjang nan akan membuahkah hasil. Untuk umat Islam, baik lelaki dan perempuan disarankan;

  1. Membekali Diri dengan Pengetahuan tentang Islam Misalnya, belajar membaca Al-Quran, belajar bahasa Arab, belajar tafsir Al-Quran, sering mendengarkan ceramah-ceramah agama oleh ulama berkualitas, dapat menambah ketaqwaan dan mendorong kita buat berpegang teguh pada Sunnah Rasululullah Saw.
  2. Mempelajari Sirah, tentang kehidupan Rasulullah Saw dan Hadist. Ini dapat dilakukan dengan banyak membaca atau mendengarkan ceramah keagamaan tentang kehidupan Rasulullah Saw. Dengan demikian, semakin kita mengenal Rasulullah, makin mudah bagi kita buat mencintai dan mencontoh tindakan dan perilakunya.
  3. Melaksanakan Kewajiban-Kewajiban Agama Tak peduli betatapun beratnya, laksanakan kewajiban-kewajiban primer seorang Muslim, seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadan.
  4. Cari Teman nan Seiman Bergaulah dengan sesama Muslim nan taat menjalankan ajaran Islam, termasuk mengenali keluarga mereka. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan.

Tantangan nan sebenarnya, bukan apakah umat Islam dapat mempraktekkan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah Saw dengan efektif atau tidak. Tantangan itu adalah, bagaimana mengatasi berbagai kendala-kendala nan berdasarkan berpretensi jelek semata terhadap umat Islam. Jika tantangan itu dapat diatasi, umat Islam membuktikan bahwa mereka dapat hayati dengan jalan nan mereka pilih. Jalan Islam dan Sunnah Rasulullah Saw. (Sadaf Faruqi/iol/ln)

Catatan Penulis:
Sadaf Faruqi ialah seorang muslimah nan tinggal di Karachi, Pakistan. Ia menyandang gelar master buat bidang ilmu komputer dan diploma di bidang pendidikan Islam. Selain sebagai penulis lepas, Faruqi bertahun-tahun menjadi guru agama Islam buat kaum perempuan dan remaja puteri. Tulisan-tulisannya dimuat di Majalah Hiba, Majalah SISTERS dan Saudi Gazette. Ia juga aktif sebagai blogger di .

Akhwat

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy