Masbuq Shalat 'Ied, Bagaimana Caranya?

Masbuq Shalat 'Ied, Bagaimana Caranya?

Assalamu ‘alaikum pak Ustadz,

Pada lebaran tahun lalu ada kasus nan masih mengganjal, yaitu aku tertinggal Jamaah shalat ‘Idul Fithri. Padahal sebagaimana kita tahu, ada takbir 7 kali dan 5 kali dalam shalat itu.

Terus bagaimana nih ustadz? Apa nan harus aku lakukan bila terlambat, khususnya urusan berapa kali takbirnya itu?

Terima kasih stadz atas jawabannya.

Wassalam

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salah satu nan membedakan shalat ‘Ied dengan shalat lainnya ialah adanya beberapa kali takbir di awal rakaat. Baik rakaat pertama atau pun rakaat kedua. Di dalam hadits Rasulullah SAW, memang ada disebutkan masalah ini:

Dari Katsir dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Rasulullah SAW dalam shalat Iedain dalam rakaat pertama melakukan takbir 7 kali sebelum qiraah dan dalam rakaat kedua bertakbir 5 kali sebelum qiraah.(HR Turmuzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

Juga ada keterangan nan menyebutkan bahwa disunnahkan buat mengangkat tangan pada saat takbir-tabkir itu dilakukan. Dalilnya adalah:

Dari Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW mengangkat tangan pada setiap takbir dalam shalat ‘Ied.(HR Baihaqi dalam hadits mursal dan munqathi’)

Sedangkan pada setiap jarak antara satu takbir dengan takbir lainnya, disunnahkan buat membaca tasbih, tahmid dan tahlil seperti lafaz ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah). Lafaz ini juga dikenal dengan istilah ‘al-baqiyatush shalihat’. Sebuah istilah nan ada dalam ayat Al-Quran Al-Karim:

Harta dan anak-anak ialah perhiasan kehidupan global tetapi ‘al-baqiyatush shalihat’(amalan-amalan nan kekal lagi saleh) ialah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik buat menjadi harapan.(QS. Al-Kahfi: 46)

Kasus Makmum Ketinggalan Takbir

Dalam mazhab Al-Malikiyah disebutkan bahwa bila seorang makmum ketinggalan dalam mengikuti imam dalam takbir shalat ‘Ied, maka selama imam masih bertakbir, hendaknya dia diam saja dan baru bertakbir saat imam sudah selesai membaca takbir atau sudah mulai membaca Al-fatihah.

Tetapi bila seorang makmum bergabung dengan shalat sebagai masbuk, di mana imam sudah selesai bertakbir dan sudah membaca Al-Fatihah atau ayat Al-Quran Al-Karim, maka dia boleh bertakbir sendiri setelah takbiratul ihram lalu mengikuti imam. Hal seperti juga dikerjakan bila dia tertinggal satu rakaat dan baru ikut shalat dengan imam pada rakaat kedua.

Khusus bagi makmum nan tertinggal dua rakaat, yaitu nan tak sempat ikut ruku’ bersama imam pada rakaat kedua, maka makmum itu harus mengqadha’ sendirian shalatnya itu dengan melakukan shalat dua rakaat setelah imam selesai salam.

Juga dengan bertakbir 6 kali di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua. Kok 6kali?

Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa takbir pada rakaat pertama itu 6 kali selain takbirtaul ihram.

Dalam mazhab Asy-Syafi`iyah disebutkan bahwa orang nan masbuk di dalam shalat ‘Ied atau tertinggal sebagian shalat hendaknya bertakbir pada saat setelah selesai mengqadha’ apa nan tertinggal olehnya.

Dalam mazhab Al-Hanabilah disebutkan bahwa makmum nan mendapati imam sudah selesai bertakbir atau sudah dalam bertakbir, maka dia tak perlu bertakbir. Hal nan sama juga bila dia mendapati imam sudah ruku’.

Hal itu sebab loka buat takbir sudah terlewat. Dan makmum nan masbuk bertakbir bila makmum itu sudah menyelesaikan qadha’ atas apa nan tertinggal.

Semua itu merupakan konklusi dari para pakar ilmu dengan dalil hadits:

Apa nan dapat kamu dapati bersama imam maka shalatlah, sedangkan apa nan terlewat/tertinggal, maka qadha’lah(HR )

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Shalat

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy