Mazhab nan Kelima, Mazhab Apa?

Mazhab nan Kelima, Mazhab Apa?

Assalammuailaikum wr. wb.

Pak ustadz aku ingin bertanya tentang mazhab Ja’far, sebab beberapa waktu nan lalu aku pernah melihat buku nan berjudul " Fiqih Lima Mazhab" di situ tertulis Hanafi, Hambali, Safi’i, Maliki dan Ja’far. Yang ini aku tanyakan siapakah Ja’far ini?, sebab aku baru mendengarnya.

Wassalammualaikum wr. wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mazhab nan Anda maksud sebenarnya ialah mazhab dalam global fiqih. Jumlah mazhab fiqih itu pada dasarnya sangat banyak, tak terbatas hanya pada 4 mazhab atau 5 mazhab saja.

Sepanjang zaman, para ulama banyak nan mendirikan mazhab di atas landasan ushul fiqih nan diramunya. Namun sinkron dengan hukum seleksi alam, banyak dari mazhab itu nan wafat bahkan tak pernah disebut lagi, kecuali lewat naskah-naskah tua.

Yang sangat besar pengaruhnya dan dapat tetap bertahan hingga kini, memang boleh dikatakan hanya sebatas nan empat itu saja. Yaitu mazhab Al-Hanafiyah nan didirikan oleh Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit bin Zuwatho (80-15 H), mazhab Al-Malikiyah nan didirikan oleh Al-Imam Malik bin Anas (93-179 H), mazhab As-Syafi’i nan didirikan oleh Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i (150-204 H) dan mazhab Al-Hambali/ Al-Hanabilah nan didirikan oleh Al-Imam Ahmad bin Hanbal As-Syaibani(163-241 H).

Keempat mazhab ini selain punya manhaj nan sangat kuat dan tak tergoyahkan, juga dikuatkan oleh murid-muridnya nan juga tumbuh menjadi para mujtahid nan luas biasa luas ilmunya. Mereka kemudian mendirikan pusat-pusat pedagogi syariah di berbagai negeri, sehingga mazhab sang guru menjadi sedemikian populer dan diperkaya dengan jutaan jilid buku fiqih para muridnya.

Hingga kini di berbagai Universitas Islam seperti Al-Azhar Mesir, ilmu fiqih masih diajarkansesuai dengan keempat mazhab ini. Di mana puluhan ribumahasiswa dari berbagai penjuru global belajar fiqih lewat masing-masing jurusan ke-empat mazhab ini secara formal.

Mazhab Ja’fariyah

Selain keempat mazhab fiqih nan sudah masyhur dan memang kokoh sepanjang zmaan, ada beberapa mazhab lain nan sebenarnya cukup besar, namun tak sampai sebesar nan empat itu.

Misalnya mazhab Ja’fariyah, mazhab Azh-Zhaririyah, mazhab Al-Ibadhiyyahdan juga mahzab Az-Zaidiyah.

Mazhab Ja’fariyah ini didirikan oleh seorang nan bernama Al-Imam Abu Abdillah Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib (80-148 H). Juga ada tokohnya nan bernama Abu Ja’far Muhammad bin Al-Hasan bin Farrukh (wafat 209 H), nan menjadi penyebar mazhab Syi’ah Imamiyah.

Kita dapat melihat mazhab Ja’fariyah atau mazhab Syi’ah Imamiyah ini dari dua sisi, yaitu dari sisi aqidah nan memang berafiliasi kepada paham Syiah. Sedangkan nan kedua, dari sisi fiqih nan sesungguhnya punya beberapa persamaan dengan fiqih 4 mazhab, meski tetap meninggalkan disparitas paham fiqih nan prinsipil.

Dari segi pemahan fiqih, beberapa disparitas mahzab ini dengan fiqih ahlisunnah antara lain:

  1. Menghalalkan nikah Mut’ah atau kawin kontrak
  2. Mewajibkan adanya saksi dalam setiap perceraian
  3. Mengharamkan sembelihan pakar kitab
  4. Mengharamkan laki-laki muslim menikah dengan wanita pakar kitab
  5. Dalam masalah warisan, mereka mendahulukan anak paman nan seayah dan seibu ketimbang anak paman nan seayah
  6. Tidak mengakui syariat al-mashu ‘alal-khuffain (mengusap dua sepatu) sebagai pengganti cuci kaki dalam wudhu’.
  7. Di dalam lafaz azan, mereka menambahkan kalimat Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullah (Aku bersaksi bahwa Ali ialah wali Allah) dankalimat Hayya ‘ala khairil ‘amal (Mari kita melakukan amal terbaik).

Landasan Fiqih

Adapun dari sisi landasan dasar fiqih mereka, juga ada beberapa disparitas mendasar, antara lain:

  1. Dalam masalah penggunaan dalil-dalil fiqih, mereka memilih hanya menggunakan hadits-hadits nan diriwayatkan oleh ahlul bait saja. Sikap mereka ini mirip dengan mahzab teman mereka, yaitu mazhab Az-Zaidiyah nan juga menolak semua hadits riwayat para shahabat selain ahlul bait. Mereka punya kitab hadits spesifik nan berjudul Al-Kafii fi ilmid-diin, susunan Al-Kulainiy (Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq Al-Kulainiy Ar-Razy -328 H), berisi 60.099 hadits hadits nan semuanya diriwayatkan dari jalur ahlul bait. Di dalam kutubussittah termasuk shahih Bukhari dan Muslim, hadits-hadits ini juga ada termuat dengan dinomorkan dengan nomor Zaid.
  2. Mereka mengedepankan ijtihad namun menolak qiyas nan tak disertai nash tentang ‘illat-nya.
  3. Mengingkari ijma’ kecuali bila di dalam ijma’ itu ada imam nan ikut serta.
  4. Rujukan dalam semua masalah fiqih hanya terbatas kepada ulama dari imam mereka saja.

Kitab-kitab fiqih nan masyhur di kalangan mazhab ini ialah kitab-kitab nan khas ditulis oleh para ulama syiah, seperti Basyairud-darajat fi Ulumi Aali Muhammad karya Ibnu Farrukh. JugaRisalah Al-Halal wal Haram susunan Ibrahim bin Muhammad Abi Yahya Al-Madani Al-Aslami. Berisi riwayat dari Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq.

Adapun dari sisi aqidah, mazhab ini mengakui keimaman 12 orang dan mereka semua itu dianggap sebagai makshum (tidak kena dosa). Imam nan pertama ialah imam Abul Hasan Ali Al-Mutadha, sedangkan nan terakhir ialah Muhammad Al-Mahdi Al-Hujjah, nan kini masih belum menampakkan diri.

Namun secara fiqih dan di luar masalah aqidah, Dr. Wahbah Az-Zuhaili menuliskan dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu bahwa mazhab ini sangat dekat dengan mazhab As-Syafi’i. Bahkan beliau mengatakan bahwa dalam pendapat-pendapat fiqihnya,kira-kira ada17 disparitas sajadengan fiqih pakar sunnah. Salah satunya nan paling primer ialah masalah menghalalkan nikah mut’ah. Ahlussunnah seluruhnya sepakat bahwa nikah mut’ah itu haram dan tak ada bedanya dengan zina.

Mahzab ini sekarang banyak tersebar dan digunakan di Iran dan Iraq, di mana saat ini kita menyaksikan kedua kelompok umat Islam sedang diadu domba oleh pihak barat., sebagaimana analisa Dr. yusuf Al-Qaradawi.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy