Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?

Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz aku mau bertanya? Apakah boleh seorang muslim memaki batu akik sebagai mata cincin dipadu dengan perak, halal atau haramkah, sebab aku ingin mengikuti jejak Rosululloh SAW nan memaki cicin pada jemari kanannya?

Namun aku juga ingin menanyakan pendapat Ustadz mengenai batu akik berikut ini, artikel di bawah ini aku dpat dari www.geocities. Com/alampermata. Html mengenai jenis-jenis batu akik/permata dan manfaatnya secara lahiriah dan batiniah isitlahnya. Bagaimana menurut Ustadz?

Aked di dalam agama Islam memainkan peranan nan sangat besar. Imam Muhammad al-Baqir di dalam bukunya Mafatih Al-janan ada menyatakan "Barangsiapa nan memakai cincin aked pada jari di tangan kanan atau kiri sambil membaca al-Quran surah nan ke 97 dan membawa bersamanya di dalam solat, maka Allah akan memberikannya konservasi dari sebarang bentuk penyakit dan bahaya bermulanya terbit matahari sehingga terbenamnya matahari. Berdasarkan kepercayaan dahulu kala, pemakai cincin aked dipercayai terlindung dari gangguan makhluk halus, dan boleh menjadi penawar dapat ular dan kala jengking. Di dalam kepercayaan lain, aked juga memberikan ketenangan pada jiwa, menghindarkan mimpi buruk, memperbaiki penampilan, meningkatkan daya tumpuan dan daya ingatan, memberi kestabilan emosi, menjana stamina dan meningkatkan kemahiran analisis.

Saya mohon tanggapan dari Ustadz agar aku tak bimbang dan bingung, dan sebelumnya aku sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas jawaban dari Ustadz.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nabi Muhammad SAW memang memiliki cincin, namun fungsinya bukan buat keajaiban aneh-aneh seperti nan Anda kutip itu. Cincin itu berfungsi sebagai stempel resmi negara.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ketika beliau SAW ingin berkirim surat kepada para raja dan penguasa global buat mengajak mereka masuk agama Islam, didapat informasi bahwa para raja tak mau menerima surat kecuali nan adastempel resminya.

Maka sebagai kepala negara, saat itu beliau SAW pun membuat stempeldan disematkan pada tiap surat nan dikirim. Tulisan di stempel itu ialah "Muhammad Rasulullah."

Di masa itu, nan namanya stempel berbentuk cincin, sehingga ke manapun dapat dibawa-bawa. Dan penyebutan dalam bahasa arabnya ialah khatim, nan artinya cincin dan juga berarti stempel.

Maka kalau ada riwayat nan menyebutkan bahwa nabi SAW punya cincin nan bertuah, punya kemampuan ghaib dan seterusnya, maka dia harus mendatangkan dalil nan shahih.

Adapun cerita dan kisah shahibul hikayah tentang cincin dan batu akik bertuah, sebaiknya sudah tak perlu lagi dibawa-bawa. Sekarang sudah zaman maju, di mana segala sesuatu sudah tak pakai dukun dan sihir. Maka jangan sekali-kali Anda berpikir buat memakai cincin ajaib, sebab Anda akan jatuh ke jurang kemusyrikan.

Kalau mau pakai cincin, silahkan saja. Karena memang ada contohnya dari nabi SAW. Tetapi kalau diikuti dengan kepercayaan di luar logika dan nalar, sebaiknya Anda berhenti dari jalur syirik. Agar jangan sampai semua amal baik Anda selama ini menjadi hangus sia-sia.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy