Membayangkan Istri

Membayangkan Istri

Assalamu’alaikum ustadz,

Semoga ustadz selalu dalam rahmat Allah. Berkenaan dengan keadaan aku nan jauh dari istri (karena tuntutan kerja) ada beberapa pertanyaan nan ingin aku sampaikan.

  1. Bolehkah seorang suami bermanstrubasi dengan membayangkan istrinya?
  2. Bila istri sulit mencapai orgasme, bolehkah dia membayangkan berjima’ dengan suami saat melakukan interaksi suami istri dengan suaminya?

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Terjadi disparitas pendapat dikalangan para ulama tentang hukum masturbasi (onani); diantara mereka ada nan mengharamkannya secara mutlak, seperti pendapat para ulama Maliki dan Syafi’i. Diantara mereka ada nan mengharamkannya dalam keadaan-keadaan eksklusif dan mewajibkannya dalam keadaan nan lain, demikian menurut pendapat para ulama Hanafi. Sedangkan para ulama Hambali berpendapat bahwa masturbasi ialah haram kecuali jika orang itu mengkhawatirkan terjadinya perzinahan sementara dirinya tak memiliki istri, budak atau tak punya biaya buat melakukan pernikahan.

Dengan demikian jika Anda berada jauh dari istri sebab tuntutan pekerjaan sedangkan gejolak syahwat Anda pada saat itu begitu tinggi sementara Anda kesulitan buat mengendalikannya dan mengkhawatirkan terjadinya perzinahan maka dibolehkan bagi Anda buat bermasturbasi dikarenakan darurat, demikian menurut pendapat para ulama Hambali.

Sedangkan buat pertanyaan kedua tentang berfantasi saat berhubungan seksual maka jika seorang suami membayangkan istrinya sendiri atau sebaliknya seorang istri membayangkan suaminya sendiri maka hal itu dibolehkan. Akan tetapi jika seorang suami membayangkan wanita selain istrinya atau seorang istri membayangkan lelaki selain suaminya sendiri maka hal itu diharamkan sebagaimana dikatakan jumhur ulama, dan hal itu termasuk salah satu bentuk perzinahan.

Ibnul Hajj al Maliki mengatakan, ”… Jika seorang laki-laki melihat seorang wanita nan menarik hatinya, kemudian laki-laki itu mendatangi istrinya (jima’) dan membayangkan wanita nan tadi dilihatnya hadir dihadapannya maka ini ialah bagian dari zina.” (al Madkhal)

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo Lc

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy