Mencari Pahlawan Indonesia Abad 21

Mencari Pahlawan Indonesia Abad 21

Kemarin 10 Nopember kita sebagai rakyat Indonesia memperingati sebuah hari nan kita kenal sebagai hari pahlawan, sebuah hari nan sangat berarti dalam perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa. Semangat pejuang-pejuang terdahulu membuat kita pada masa sekarang ini dapat memanen hasil kerja keras,keringat dan darah seorang pahlawan. Dahulu teriakan Allahuakbar berkumandang di seantero nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari nan muda hingga nan tua manunggal padu berpegangan erat berusaha membawa Indonesia ini menjadi lebih baik.

Dan alhamdulillah rasa syukur sangat patut dan sine qua non dalam benak hati kita masing-masing sebab keinginan kudus buat menjadi negara merdeka dikabulkan Rabb semesta Alam Allah SWT. Tidak sia-sia ribuan nyawa nan telah kembali ke penciptanya, tak sia-sia keringat dan darah nan mengucur deras, dan tak sia-sia tangis sedih seorang Ibu dan anak nan kehilangan seorang ayah. Kesemua itu akan menjadi sebuah kesia-siaan ketika kita sebagai generasi penerima estafet perjuangan ini tak dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan menjadi sebuah negara nan berdaulat seperti sekarang ini. Tapi rasanya di zaman sekarang ini kita benar-benar membuat kesia-sia an itu. Sudah 63 tahun kemerdekaan dirasakan tapi keterpurukan sepertinya tidak kenal henti menggempur semua sudut kehidupan rakyat Indonesia. Ekonomi, pemerintahan, kebudayaan, dan banyak sendi kehidupan lain di babat secara tak sadar oleh pihak-pihak nan tak ingin melihat negara kita bangkit.

Keadaan ini timbul disebabkan bukan hanya dari pihak asing nan mempunyai kewenangan, tapi juga timbul dari internal kita sendiri dari kita sebagai rakyatnya. Sadar atau tak rakyat Indonesia sekarang ini mengalami kemunduran nan sangat drastis, meskipun secara ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa kita telah dapat mendulang berbagai prestasi di kanca Internasional. Dahulu kita dikenal sebagai bangsa nan berbudaya luhur warisan nenek moyang kita, tetapi sekarang bingung harus dikatakan apa.

Mari kita mengingat kembali bagaimana sosok pemuda di tahun 1928, mereka di masa mudanya mampu menorehkan tinta emas sejarah perjuangan bangsa ini. Tepat tanggal 28 Oktober 1928 mereka pemuda-pemudi saat itu mendeklarasikan lahirnya apa yag kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Mereka menyatakan berbangsa satu, bertumpah darah satu, dan berbahasa satu. Coba kita bandingkan dengan sebagian besar sosok pemuda zaman sekarang, ingat penulis hanya menyebutkan sebagian besar saja artinya insya Allah sekarang kita masih mempunyai generasi muda asa bangsa, para pemuda nan sadar akan siapa dirinya, pemuda nan paham buat apa dia hidup, pemuda nan mengerti arti rasa syukur.

Entah apa penyebab kemunduran ini, apa mungkin sebab kita sudah lupa dan tidak mau mengingat lagi getir kelam sejarah negeri kita, atau kita sudah terkalahkan oleh nurani hati kecil kita buat selalu berbuat baik dan bermanfaat. Tapi apapun alasannya nan terpenting kita harus berusaha semaksimal mungkin buat merubah negeri tercinta. Ustadz Abdulllah Gymanstiar pernah berkata buat membuat sebuah perubahan mari kita mulai dari 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari nan kecil, dan mulai saat ini juga.

Harapan akan perubahan itu akan selalu ada, sebagaimana Allah SWT telah berfirman :
"Allah tak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri nan merubahnya" (Ar ra’du : 11)

Kita sebagai negara ummat muslim terbesar di global seharusnya dapat menyemaikan nilai-nilai kebaikan ke seluruh manusia. Sebuah kapital besar telah ada dalam bangsa kita, kapital ad dinul Islam sebuah agama nan dirahmati Allah SWT. Tinggal sekarang dari kitanya mau berubah atau tidak?, dan jawabanya harus kita jawab dengan jawaban mau 100%.

Mari kita tiru sosok sang pahlawan, bagaimana keikhlasannya, kegigihannya, kejujurannya, kepatuhan, kasih sayang, semangat ukhuwah (persaudaraan), dan masih banyak lagi nilai luhur dari kepribadian seorang pahlawan sejati.(SW)

Profil Penulis:
Satriawan Wijaya nan biasa disapa Iwan lahir di Palembang, 7 September 2008. Alumni SMA N 3 Kayuagung dan sekarang menempuh pendidikan di jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya. Sekarang mendapat amanah di kampus sebagai Ketua Generik LDK AL Islam, mohon do’a dari ikhwafillah agar dilancarkan dalam segala urusannya.
Email: wongsukses@tk.polsri.ac.id
Blog:

Suara kita

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy