Mengucapkan Asma Allah SWT di Kamar Kecil

Mengucapkan Asma Allah SWT di Kamar Kecil

Assalammualaikum wr wb.

Pak Ustadz aku maubertanya,kemaren aku bacapenjelasan tak bolehmengucapkan asma AllahSWT ditempat-tempat yangdilarang seperti kamar kecil.

Bagaimanakah kalau kita mau berwudhu atau mandi dan mau mengucapkan niat kita,apakahkalau mengucapkannya dalam hati masih dibolehkan karna aku benar-benar jadibingung dengan hal ini juga mengucapkan Basmallah apa dapat dalam hatisaja atau ada cara lain,mohon petunjuknya,sebelumnya terima kasih.

Wasalam,

Hamba Allah

Waalaikumussalam Wr Wb

Diantara nan telah diketahui dikalangan para fuqaha bahwa menghindari keburukan lebih diutamakan daripada mendapatkan kemaslahatan dan bahwa hal nan makruh lebih diperhatikan sebelum nan dianjurkan sebagaimana perhatian terhadap hal nan diharamkan sebelum nan diwajibkan.

Hal itu merupakan bentuk minimal dari kehati-hatian. Sebagaimana diketahui bahwa suatu loka nan dikhawatirkan didalamnya terdapat kotoran dan najis serta tak diyakini kebersihannya maka berwudhu dari keran didalam kamar mandi (itu) ialah makruh jika dia mengkhawatirkan najis nan disebabkan percikan air nan jatuh ke lantai nan mengandung najis padahal dia menemukan loka selainnya buat berwudhu nan kondusif dari najis. Adapun jika dirinya tak mendapatkan selain loka itu buat berwudhu maka tak mengapa baginya buat berwudhu di kamar mandi itu.

Dan diantara adab-adab saat menunaikan hajat ialah tak berbicara termasuk didalamnya berdzikir, berdoa, membaca al Qur’an, jika dia bersin tak perlu mengucapkan “Alhamdulillah” dan seandainya ada seseorang nan mengucapkan salam kepadanya maka tak perlu menjawab salamnya.

Seandainya dirinya mendengar adzan maka tak perlu menjawab muadzin atau mengucapkan seperti nan diucapkan muadzin. Diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam shahihnya dari Abdullah bin Umar bahwa seorang laki-laki pernah melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam nan saat itu sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tak menjawabnya.

Para ulama berpendapat bahwa embargo itu tak terbatas pada buang hajat (buang air kecil dan air besar) akan tetapi mencakup keberadaan seseorang di loka seperti itu buat menunaikan hajat. Oleh sebab itu seorang nan berwudhu di dalam kamar mandi tak perlu mengucapkan basmalah dan tak pula menyebut nama Allah saat berwudhu, tak sebelumnya maupun setelahnya hingga dirinya keluar dari loka itu. Sedangkan hukumnya ialah makruh tak haram dan tak ada sangsi bagi nan melanggarnya namun nan paling primer ialah meninggalkannya.

Yang perlu diperhatikan bahwa niat wajib wudhu atau mandi ialah dihati dan tak diwajibkan buat mengucapkannya dengan lisan. Karena itu tidaklah ada tuntutan buat berniat dengan ucapan selama berada di kamar mandi dan cukuplah baginya berniat dengan hatinya bagi orang berpendapat akan kewajibannya.

Adapun makruhnya berbicara di situ apabila tak terdapat hal-hal nan darurat atau kebutuhan nan menuntutnya buat berbicara, seperti mengingatkan adanya bahaya atau menjawab orang nan memanggil dan lainnya, dan jika terdapat hal demikian maka tidaklah makruh sebab darurat ialah sinkron dengan ukurannya. (Fatawa al Azhar juz VIII hal 408)

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy